Selasa, 20 Oktober 2020  
 
PDI Perjuangan: Indonesia Negara Hukum
Bendera PDI Perjuangan Dibakar, Ini Sikap Tegas DPP PDI Perjuangan

Sefi Zai | Nasional
Kamis, 25 Juni 2020 - 09:05:39 WIB
JAKARTA - PDI Perjuangan merespon perlakuan dan pembakaran bendera PDI Perjuangan ketika demo di DPR kemarin, Rabu 24/06/20.

Dalam rilis yang disampaikan langsung oleh Sekjen PDI PerjuanganHasto Kristiyanto, menghimbau kader di seluruh nusantara menahan diri dan tidak terprovokasi.

Hal ini sangat tepat disampaikan kepada kader karena jika jutaan kader mengamuk maka akan semakin sulit menghentikannya.

Hasto menyampaikan bahwa Indonesia Negara Hukum dan akan menuntut Pembakar Bendera PDI Perjuangan di jalur Hukum," tegas Hasto.

Ia menambahkan bahwa ada Pihak Sengaja Memancing di Air Keruh, Rakyat Tidak Bisa Diadu Domba.

Dalam pernyataan resminya  DPP PDI Perjuangan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1). PDI Perjuangan sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera Partai. “PDI Perjuangan ini Partai Militan, kami punya kekuatan grass-roots, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera Partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi”.

2). Seluruh kekuatan Partai saat ini fokus pada upaya membantu rakyat di dalam melawan Pandemi Covid-19. “Presiden, wapres dan seluruh jajaran kabinet didukung oleh seluruh kader PDI Perjuangan yang antara lain terdiri dari 128 anggota DPR RI, 18 Ketua DPRD, 416 anggota DPRD Provinsi, 3232 anggota DPRD Kab kota dan 237 kepala daerah dan wakil kepala daerah serta 1,43 juta pengurus Partai, menyatu dengan rakyat, memerangi Covid-19 dengan seluruh dampaknya secara sosial dan ekonomi. Itulah skala prioritas kita bersama”.

3). Karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum. “Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi”.

4). Adapun berkaitan dengan proses Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila, sikap PDI Perjuangan sejak awal kami tegaskan bahwa Partai mendengarkan aspirasi tsb dan terus kedepankan dialog. “Rancangan Undang-undang selalu terbuka terhadap koreksi dan perubahan, agar seirama dengan suasana kebatinan rakyat. Jadi sebaiknya semua menahan diri dan menghindarkan dari berbagai bentuk provokasi”.

5). Indonesia adalah negara besar yang begitu beragam. “Dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas hingga ke Rote sangat majemuk. Kita bersatu karena Pancasila. Kita harus belajar dari konflik di Suriah, Yaman, Libya dll. Rakyat di negara-negara tsb akhirnya menjadi korban. Indonesia memiliki nilai luhur untuk bermusyawarah, jadi itulah yang harusnya kita kedepankan. Untuk itu mari kedepankan proses hukum dan seluruh kader-kader PDI Perjuangan diinstruksikan agar tidak terprovokasi”.


Sumber  :  DPP PDI Perjuangan
Editor     : Sefianus Zai


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkot Cimahi Akan Perbaiki 967 Unit RUTILAHU pada Tahun Anggaran 2020
  • Terjadi Tindak Pidana, Ratusan Orang Jarah Harta Karyawan PT.Langgam Harmuni
  • FPK Riau Silaturahim Dengan Polda Riau
  • Hebat.......!!! Nama Presiden Indonesia Jadi Nama Jalan Di Uni Emirat Arab ( UEA)
  • Ridwan Kamil Buka Pelatihan 3.000 Relawan COVID-19 Jabar
  • Pemkot Cimahi Lakukan Sosialisasi Adabtasi Kebiasaan Baru bagi Para Pedagang Pasar Tradisional
  • Pj. Bupati Bengkalis Usulkan Zona Tambahan Untuk Kabupaten Bengkalis
  • Dihadiri Bang Pilar, PMN Tangerang Deklarasi Dukung Benyamin Pilar
  • Waduh! Oknum Polisi di Rohil di Tangkap Edarkan Narkoba
  •  
     
     
    Rabu, 01 Januari 2020 - 15:25:24 WIB
    Ahli Waris Keluarga Hong Tjan Minta The Tjeng Kiat Kembalikan Hak Lahan
    Rabu, 01 Juli 2020 - 08:54:39 WIB
    Ranperda Penyelenggaraan Pesantren
    Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau Dorong Perda Pesantren Segera disahkan
    Jumat, 28 Agustus 2020 - 09:16:50 WIB
    Kampung Tangguh Nusantara di Wilayah Hukum Polsek Tenayan Raya Diluncurkan
    Senin, 27 Juli 2020 - 15:23:30 WIB
    Syafarudin Resmi Jabat Kades Tasik Serai Barat Kecamatan Talang Muandau
    Jumat, 28 Februari 2020 - 19:34:46 WIB
    Pihak Kemenag Mewakili Pemerintah RI Sudah Berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi
    Selasa, 14 April 2020 - 11:35:29 WIB
    HUKUMAN MATI UNTUK KORUPTOR
    Ancaman Hukuman Mati bagi Koruptor Hibah Bencana Covid-19
    Jumat, 27 Desember 2019 - 12:38:17 WIB
    Jalan Riau- Sumbar Macet, Waspada Longsor
    Kamis, 14 Mei 2020 - 08:27:44 WIB
    LAWAN COVID-19
    Peduli Covid-19, Apindo Sumatera Utara Serahkan Bantuan ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Serdang Bedag
    Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:28:12 WIB
    TNI AD Kebut Bangun Huntara, Hari ini 77 Unit Huntara, Siap
    Jumat, 05 Juni 2020 - 09:53:38 WIB
    Leher Tembus Peluru
    Tembak Dagu Dengan Pistol, Anggota Polsek Rambutan Tewas
    Kamis, 24 September 2020 - 13:39:50 WIB
    Koramil Susukan, Kodim Kab Cirebon, Bagikan Masker
    Jumat, 22 Mei 2020 - 17:10:42 WIB
    LAWAN COVID-19
    Waspada........!! Wilayah Serdang Bedagai Hampir Mendekati Zona Merah
    Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:42:05 WIB
    Sekda Kampar Serahkan Materi KUPA-PPAS Kepada Ketua DPRD Kampar
    Selasa, 21 Juli 2020 - 08:31:11 WIB
    Kasus Illegal Logging di Raja Ampat: Gakkum KLHK Tangkap Direktur PT. BCM di Jakarta
    Senin, 10 Februari 2020 - 21:49:04 WIB
    Pemerintah Larang Pertunjukan Lumba-Lumba
    Pertunjukan Lumba-Lumba Keliling Resmi Dilarang Pemerintah
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved