Senin, 06 April 2020  
 
BERTEMU DELEGASI FAO, MENTERI EDHY BEBERKAN POTENSI PENGEMBANGAN PAKAN ALTERNATIF

| Nasional
Selasa, 14 Januari 2020 - 19:18:10 WIB
JAKARTA,Tiraßkita.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong inovasi penggunaan pakan alternatif untuk budidaya ikan menggunakan Maggot atau yang dikenal dengan Black Soldier Fly (BSF). Maggot adalah serangga pemakan bahan organik, sehingga protein serangga ini berkualitas tinggi dan menjadi sumber protein yang baik bagi ikan.

"Maggot ini memakan sayuran, limbah rumah tangga, limbah restoran, dia bisa mengurai sampah organik," kata Menteri Edhy saat menerima perwakilan Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture  Organization/FAO) di Indonesia, Stephen Rudgard, di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (13/1).

Menteri Edhy menjelaskan, kemampuan maggot mengurai sampah organik dalam waktu 14 sampai 20 hari sangat berpotensi bagi pengembangan ekonomi berbasis laut atau ekonomi biru. Inovasi penggunaan pakan alternatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan restoran untuk memproduksi maggot ini telah dikembangkan sekelompok warga di Kabupaten Garut. "Inovasi penggunaan pakan ikan alternatif semacam ini harus kita dukung," kata Menteri Edhy.

Sementara itu, Mr Stephen Rudgard mengatakan, FAO akan mendukung pemerintah Indonesia sesuai dengan perannya untuk mengembangkan program perikanan Indonesia, termasuk berbagi pengetahuan dan akses teknologi dan praktik yang baik termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

Kepada Menteri Edhy, Stephen Rudgard juga memaparkan ruang lingkup kegiatan kerja sama yang ditangani oleh FAO Indonesia bersama KKP, yakni: a) Pengembangan pengelolaan perairan umum daratan yaitu pengembangan budidaya spesies belida, arwana dan sidat;  b) Pengelolaan perikanan tangkap berdasarkan prinsip Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM); c) Peningkatan penanganan dan pengendalian penyakit ikan, dengan mengembangkan  antimicrobial resistance; d) Rantai nilai produk perikanan dengan peningkatan ketelusuran produk perikanan (traceablity) dan sertifikasi produk perikanan untuk meningkatkan daya saing produk ekspor perikanan.
 
Stephen juga menjelaskan dukungan FAO Indonesia terhadap implementasi Port State Measures Agreement (PSMA). Kegiatan itu diimplementasikan dalam bentuk kerja sama Proyek Hibah Luar Negeri (PHLN). Menurut Stephen, saat ini terdapat empat proyek FAO yang sedang berjalan di KKP dan tiga rencana proyek yang akan dilaksanakan dan masih dalam pembahasan.

Empat proyek yang telah berjalan adalah: a) Mainstreaming Biodiversity Conservation and Sustainable Use Into Inland Fisheries Practices in Freshwater Ecosystems of High Conservation Value (2017-2021); b) Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesia Seas (ISLME) (2017-2021); c) Development Effective and Inclusive Food Value Chains in ASEAN Member States (2017-2020); dan d) Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland  Aquacultre  in Indonesia (2017-2019).

Dr. Muh Lukman, National Project Officer Program ISLME FAO yang turut hadir mendampingi Stephen menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik langkah KKP yang mendorong pengembangan potensi ekonomi biru, salah satunya dengan membantu nelayan maupun pembudidaya ikan mengembangkan pakan alternatif menggunakan maggot.

"FAO akan mencoba mendorong inisiasi-inisiasi seperti ini dan mendukung program-program KKP,"  kata Lukman.

Sebagai informasi, komponen pakan memang menempati porsi tertinggi dalam budidaya ikan. Berkisar hingga 60% dari total biaya produksi. Guna menurunkan biaya pakan tersebut KKP mendorong pemenuhan kebutuhan bahan baku lokal melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI).

Salah satu inovasi yang mendukung GERPARI tersebut adalah riset penyediaan bahan baku pakan ikan alternatif dari maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dihasilkan dari proses biokonversi limbah organik. Inovasi ini merupakan hasil riset Dr. Melta Rini Fahmi, Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias yang telah dimulai sejak tahun 2005 yang lalu.

Maggot yang dihasilkan akan merombak, mengektrasi serta mengkonvensi nutrien yang masih tersimpan di dalam limbah organik sehingga akan didapatkan nutrien dalam bentuk yang baru, yakni pupuk organik dan maggot sendiri yang dimanfaatkan baik sebagai pakan ikan maupun bahan baku pakan ikan. Pada uji coba di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, ikan koi yang diberi pakan maggot memijah 4 kali dalam periode yang sama dibanding dengan ikan yang diberi pakan pelet.

Biokonversi menggunakan maggot memiliki keuntungan dapat dilaksanakan dengan investasi  yang rendah, dimana dalam memproduksi magot ini tidak membutuhkan air, listrik, bahan kimia, serta dapat menggunakan infrastruktur yang sederhana.


(Agung Tri Prasetyo/ Kepala Biro Humas dan KLN)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Anggota DPR Kritik Yasonna Tak Beri Koruptor Asimilasi
  • Terinfeksi Covid-19, Pasangan Suami - Istri Meninggal Bersamaan, Hanya Beda 6 Menit
  • Satgas Penanganan Covid – 19 RS Khusus Pulau Galang Simulasikan Evakuasi Pasien di Bandara Hang Na
  • IWO Rohil Puji Keberanian Dinas Lingkungan Hidup Berikan Sanksi PKS PT. Kencana Andalan Nusantara
  • Perangi Covid-19, Kak Seto Ajak Orang Tua Jadi Guru Bagi Anak
  • Tiga Oknum Hakim PN Jaksel Dilaporkan ke Bawas MA, KY dan PT DKI
  • Wakil Jaksa Agung Meninggal
  • Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA Subsid
  • Ketua IWO Inhil,Desak Pemkab Inhil Untuk Memberikan APD Kepada Jurnalis
  •  
    Kamis, 12 Maret 2020 - 14:16:11 WIB
    KPU Mengadakan Audiensi Untuk Menjalin Silaturahmi Dengan Ikatan Wartwan Online
    KPU Provinsi Lampung siap menjalin Sinergitas dengan IWO
    Kamis, 23 Januari 2020 - 21:25:15 WIB
    Dihadiri Presiden Jokowi
    Panglima TNI Hadiri Rapim Kemhan Tahun 2020
    Jumat, 06 Maret 2020 - 10:53:04 WIB
    Oknum Sindikat Narkoba
    Polda Sumut Tangkap 2 Oknum Perwira Polisi Terkait Narkoba
    Kamis, 06 Februari 2020 - 10:58:32 WIB
    MENTERI EDHY : PERMEN KP HARUS BERDASARKAN KAJIAN ILMIAH
    Jumat, 28 Februari 2020 - 19:34:46 WIB
    Pihak Kemenag Mewakili Pemerintah RI Sudah Berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi
    Minggu, 01 Maret 2020 - 11:16:50 WIB
    AKBP Indra Duaman Siahaan Menjalin Silahturami Dengan Awak Media
    Kapolres INHIL Jalin Sinergitas Bersama IWO dan Insan Pers
    Kamis, 26 Desember 2019 - 06:59:55 WIB
    Ancelotti Ingin Jumpa Liverpol, Ini Alasan nya
    Minggu, 05 April 2020 - 13:48:31 WIB
    BERITA DUKA DARI KEJAKSAAN AGUNG RI
    Wakil Jaksa Agung Meninggal
    Jumat, 13 Maret 2020 - 11:42:26 WIB
    Penanggulangan Bahaya Narkoba : Ketua DPC Lembaga Anti Narkotika Meranti Tanda Tangani MoU Bersama
    Sabtu, 28 Maret 2020 - 16:43:35 WIB
    ODP di Riau Mencapai 4.434 Orang, Alat Rapid Test Corona Belum Tersedia
    Rabu, 25 Desember 2019 - 12:30:03 WIB
    Pastikan Nataru Aman, Wakapolda Banten Pantau Perayaan Malam Misa Natal
    Selasa, 14 Januari 2020 - 19:18:10 WIB
    BERTEMU DELEGASI FAO, MENTERI EDHY BEBERKAN POTENSI PENGEMBANGAN PAKAN ALTERNATIF
    Jumat, 03 April 2020 - 09:11:40 WIB
    Tingkatkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19 Sampai 29 Mei
    Riau Tingkatkan Tanggap Darurat Terhadap Virus Corona Mulai Besok
    Jumat, 28 Februari 2020 - 21:33:42 WIB
    Presiden Filipina Pecat Semua Pegawai Biro Imigrasi yang Izinkan Warga China Masuk Ke Negaranya
    Senin, 16 Maret 2020 - 20:44:56 WIB
    Pengusaha Jasa Angkuta Asrian Melaporkan Supirnya Muhammad Atas Dugaan Pencurian
    Seorang Supir Truk Dilaporkan Atas Dugaa Pencurian Dan Menjual Truk Milik Bosnya
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2019 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved