Sabtu, 27 Februari 2021  
 
Prabowo: Banyak Yang Kemarin Demo UU Omnibuslaw Termakan Hoax

Rahmad Gea | Nasional
Selasa, 13 Oktober 2020 - 07:56:06 WIB
JAKARTA | Tiraskita.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menanggapi demo Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh beberapa hari lalu. Prabowo menilai banyak hoax terkait Omnibus Law yang berseliweran.

Prabowo menjalani wawancara khusus dan videonya direkam courtesy DPP Partai Gerindra seperti dilihat pada Senin (12/10/2020). Prabowo ditanya soal pandangannya terhadap aksi menolak UU Cipta Kerja.

"Saya kira begini, para pemimpin buruh mereka punya kewajiban untuk membela kepentingan buruh dan kita menyadari sekarang bahwa negara dalam keadaan susah. Ini sekarang ini pandemi COVID-19 ini sangat berbahaya. Ini wabah dunia, ini katakanlah menggoncangkan ekonomi dunia. PHK itu di mana-mana seluruh dunia. Jadi saya paham buruh merasa paling terkena dan mereka korban daripada ini semua," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan Presiden Jokowi punya niat baik terhadap UU Cipta Kerja. Prabowo yakin UU Cipta Kerja bisa menaikkan angka ekonomi.

"Tapi niat pimpinan, Presiden, niat pemerintah justru ingin segera mengatasi ini. Dan untuk mengatasi ini dicarilah semua upaya dan kiat untuk mengurangi hambatan-hambatan yang bisa membuat lambat kebangkitan ekonomi. Dengan COVID-19 ini terjadi penurunan drastis di bidang pariwisata. Berarti berapa karyawan hotel yang terancam, atau sudah PHK dan di mana-mana itu," kata Prabowo.

"Kemudian perusahaan-perusahaan jasa lainnya, jasa angkutan kemudian permintaan juga turun. Ini semua jadi satu. Tapi memang buruh itu korban. Kita memahami ini, iya kan. Jadi ini kadang-kadang suatu dilema, katakanlah buah simalakama. Kita mau bantu buruh sekarang dan semua yang sulit tidak hanya buruh. Ada orang yang tidak di pabrik kerja dia kerja seharian. Tukang gunting rambut, ada tukang kaki lima soto dan sebagainya. Dengan COVID, orang takut, tidak belanja," jelas Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu yakin Jokowi selalu berada di pihak masyarakat kecil. Prabowo kemudian menyinggung soal kerja sejumlah pejabat yang terkesan biasa hingga membuat Jokowi marah.

"Nah Presiden itu selalu membela rakyat kecil. Jadi kalau kita lihat stimulus semua itu kan maksudnya itu. Nah kita mengakui, Presiden juga marah, beberapa pejabat, beberapa birokrat yang tadi saya singgung, tidak tanggap bahwa ini keadaan darurat. Jadi mereka itu kerja mungkin as if situasi biasa, jadi banyak bantuan-bantuan itu kurang cepat sampai," jelas Prabowo.

Prabowo menyebut orang-orang yang mendemo omnibus law itu belum membaca secara utuh dan termakan hoax. Prabowo mewanti-wanti bahwa hoax bisa menimbulkan kekacauan.

"Jadi banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu. Dan banyak hoax. banyak hoax di mana-mana seolah ini nggak ada, itu nggak ada, dikurangi. Dan saya ingin memberi peringnatan hoax ini berarti ada yang ingin menciptakan kekacauan," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menduga-duga pihak yang ingin menyebabkan kekacauan di Indonesia. Siapa itu?

"Saya punya suatu keyakinan ini justru berasal dari luar negeri, Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju. Jadi kadang-kadang tokoh-tokoh kita lihat, benar, dia yakin dia benar tapi dia tidak lakukan sesuatu. Dia tidak sadar sebetulnya ini permainan orang lain," sebut Prabowo. [detik.com]


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Bupati dan Wakil Bupati Sergai akan Dilantik Secara Langsung
  • Putra Mantan Panglima ABRI Try Sutrisno Kini Sudah Jadi Jenderal TNI
  • Lagi.....KPK Tangkap OTT Gubernur
  • Peresmian Soft Opening Rumah Sakit Umum Baros Kota Cimahi
  • Rapat Kerja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi
  • Uu Ruzhanul Dorong BPSK Kabupaten/Kota Perkuat SDM
  • Ridwan Kamil Paparkan Inovasi Jabar dalam Pembangunan Daerah
  • Ridwan Kamil Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan Ekonomi Inklusif
  • Gubernur Jabar Lantik Lima Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2020
  •  
     
     
    Rabu, 10 Februari 2021 - 18:05:49 WIB
    Pembunuh Putri Kepala Desa di Nias Selatan Tertangkap
    Kamis, 25 Februari 2021 - 07:31:06 WIB
    Plt. Walikota Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid - 19 untuk Para Pedagang Pasar Melong
    Selasa, 23 Februari 2021 - 21:05:30 WIB
    Dishub Kota Cimahi Pasang Enam Belas Titik CCTV di Sekitar Jalan Raya
    Selasa, 05 Mei 2020 - 12:31:12 WIB
    LAWAN COVID-19
    Pemkab Bengkalis Salurkan Bantuan Kepada Masjid
    Selasa, 17 November 2020 - 17:59:12 WIB
    KPK Tahan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah
    Rabu, 20 Januari 2021 - 20:45:27 WIB
    Pekan Depan Bengkalis Terapkan Belajar Tatap Muka
    Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:16:34 WIB
    Lagi.....KPK Tangkap OTT Gubernur
    Senin, 02 Desember 2019 - 14:25:02 WIB
    BREAKING NEWS: Dewan Pers Tegaskan Tidak Ada Surat Edaran ke Pemda
    Minggu, 27 September 2020 - 21:51:40 WIB
    Ferdinand: Cuma Orang Bodoh yang Lebih Takut Kebangkitan PKI Ketimbang HTI
    Jumat, 15 Mei 2020 - 10:29:31 WIB
    TAJAM KEBAWAH TUMPUL KEATAS
    Bongkar Kasus Korupsi, Wartawan Dijatuhi Hukuman 12 Bulan Penjara
    Selasa, 14 Juli 2020 - 11:23:06 WIB
    Apel Kesiagaan Bencana, Upaya Bersama Untuk Membangun Komitmen Cegah Terjadi Bencana
    Jumat, 03 April 2020 - 09:11:40 WIB
    Tingkatkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19 Sampai 29 Mei
    Riau Tingkatkan Tanggap Darurat Terhadap Virus Corona Mulai Besok
    Minggu, 03 Mei 2020 - 07:15:34 WIB
    Hujan Deras Melanda
    10 Makam di TPU Cikutra Bandung Longsor, Beberapa Jenazah Hanyut
    Selasa, 05 Januari 2021 - 12:42:29 WIB
    Kritik Pemerintah China, Jack Ma dan 4 Konglomerat yang Dibungkam China
    Selasa, 07 Juli 2020 - 08:24:37 WIB
    Patuhi Protokol Kesehatan, Kasubbag Humas Polres Sergai Coffe Morning Dengan Wartawan
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved