Rabu, 19 Desember 2018  
 
Jaksa KPK: Uang Kasus Korupsi Siti Fadilah Mengalir ke Amien Rais

Yusadar Waruwu | Nasional
Jumat, 02 Juni 2017 - 15:20:25 WIB
Jakarta, Tiraskita.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menilai mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, terbukti
menyalahgunakan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes)
guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat
Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai perbuatan Siti menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6,1 miliar.

Dalam surat tuntutan jaksa, sejumlah
uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke
rekening mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) amien rais.

Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan
alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat
rekomendasi mengenai penunjukan langsung.

Ia juga meminta agar kuasa pengguna
anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung
PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa.

Awalnya, pada September 2005, Siti
beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika
dan Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki
merupakan adik ipar dari mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional,
Sutrisno Bachir.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta
persidangan, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT
Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap Partai Amanat Nasional
(PAN).

Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah.

"Terdakwa sendiri menjadi menteri karena
diusung oleh Ormas Muhammadiyah yang kadernya banyak menjadi pengurus
PAN pada saat itu," kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu
(31/5).

Berdasarkan surat tuntutan jaksa, Nuki
Syahrun memerintahkan Sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk
memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma kepada
pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah. Salah
satunya adalah amien rais.

Menurut jaksa KPK, rekening amien rais enam kali menerima transfer uang. Setiap kali transfer, Amien menerima Rp 100 juta.

Rekening amien rais tercatat pertama
kali menerima pada 15 Januari 2007. amien rais terakhir menerima pada 2
November 2007.



(Tri)

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Ketua DPRD Pelalawan : Beritakanlah Kalau Mau Hidup di Pelalawan Ini
  • Raup Suara Terbanyak Belum Tentu Duduk di Kursi DPR
  • Dinas PUPR Riau, Ajukan Tambahan Dana Bangun Gedung Kejati Rp39 M
  • Pasangan Suami Istri Tewas Seketika
  • Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari TNI Ke-73
  • DPW MOI Riau Segera Dikukuhkan
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved