Minggu, 21 April 2019  
 
Jaksa KPK: Uang Kasus Korupsi Siti Fadilah Mengalir ke Amien Rais

Yusadar Waruwu | Nasional
Jumat, 02 Juni 2017 - 15:20:25 WIB
Jakarta, Tiraskita.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menilai mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, terbukti
menyalahgunakan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes)
guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat
Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai perbuatan Siti menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6,1 miliar.

Dalam surat tuntutan jaksa, sejumlah
uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke
rekening mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) amien rais.

Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan
alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat
rekomendasi mengenai penunjukan langsung.

Ia juga meminta agar kuasa pengguna
anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung
PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa.

Awalnya, pada September 2005, Siti
beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika
dan Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki
merupakan adik ipar dari mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional,
Sutrisno Bachir.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta
persidangan, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT
Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap Partai Amanat Nasional
(PAN).

Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah.

"Terdakwa sendiri menjadi menteri karena
diusung oleh Ormas Muhammadiyah yang kadernya banyak menjadi pengurus
PAN pada saat itu," kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu
(31/5).

Berdasarkan surat tuntutan jaksa, Nuki
Syahrun memerintahkan Sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk
memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma kepada
pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah. Salah
satunya adalah amien rais.

Menurut jaksa KPK, rekening amien rais enam kali menerima transfer uang. Setiap kali transfer, Amien menerima Rp 100 juta.

Rekening amien rais tercatat pertama
kali menerima pada 15 Januari 2007. amien rais terakhir menerima pada 2
November 2007.



(Tri)

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • PMKRI Ajak Milenial Ambil Bagian dalam Pemilu 2019
  • PT. Riau Melayu Makmur Diduga Abaikan Syarat Pertamina, YLPK Inhil Akan Laporkan
  • Indonesia Menangkan Arbitrase , Ini Penjelasan Menteri Yasonna Laoly
  • Pengembangan Landasan Pacu Bandara Binaka Nias Terbengkalai
  • Diduga Kelainan Jiwa, Seorang Ayah Ditikam Anak Kandung Hingga tewas
  • Jajaran Polda Banten Tak Henti Berbagi kepada Masyarakat
  • Komitmen Berantas Narkoba, GRANAT Inhil Kunjungi Imigrasi Inhil
  • Bupati Kampar Lantik Pejabat Eselon 4 dan 3
  • Kali Ini Terduga Teroris Wanita Ditangkap
  •  
    Selasa, 17 Januari 2017 - 20:58:24 WIB
    Hari Jadi Kabupaten Nias, Bagian I
    Jumat, 09 Juni 2017 - 12:07:57 WIB
    Kader Partai NasDem ini, Turun ke Jalan Demon Bersama Warga
    Selasa, 11 September 2018 - 08:15:12 WIB
    Begini Blusukan Presiden Jokowi di Kota Seoul
    Rabu, 06 Februari 2019 - 16:52:38 WIB
    Single Ke 3 Wulan Yee Dirilis, Ceritakan Tentang Kekaguman Seorang Wanita Terhadap Pria Idaman
    Kamis, 11 Mei 2017 - 16:09:56 WIB
    Bupati Nias Buka TMMD Ke-98 Kodim 0213-Nias
    Selasa, 10 Januari 2017 - 11:15:19 WIB
    Berikut Nama-Nama Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kota Gunungsitoli
    Rabu, 04 Januari 2017 - 22:38:15 WIB
    Mulai Tanggal 6, Gedung Kampus IKIP Gunungsitoli Ditempati Mahasiswa STIE Pembna Nias
    Selasa, 07 Februari 2017 - 07:29:57 WIB
    Pemkot Gunungsitoli Gelar Rapat Kerja Pembahasan Aset Milik Pemkab Nias di Wilayah Pemkot
    Sabtu, 03 Juni 2017 - 00:25:45 WIB
    Seven Indonesian Citizen Involved Terrorism in Marawi
    Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:14:57 WIB
    Pembangunan DAM Parit Persawahan Hilimbowo Diduga Mark-Up, Masyarakat Surati Bupati Nias Utara
    Sabtu, 11 Februari 2017 - 17:11:46 WIB
    Dinilai Boroskan Anggaran APBD
    Tinjau Proyek Dinas PU di Botomuzoi, Komisi B DPRD Minta BPK RI Audit Anggaran Proyek Pemkab Nias
    Senin, 18 Maret 2019 - 18:12:52 WIB
    Jajaran Polda Banten Tak Henti Berbagi kepada Masyarakat
    Jumat, 09 Juni 2017 - 21:37:16 WIB
    Oknum Brimob Penganiaya Yosia Gulo Ditetapkan Sebagai Tersangka
    Kamis, 14 September 2017 - 09:39:34 WIB
    Mahasiswa ABN dan Masyarakat Kota Tangerang Merajut Ukhuwah Islamiyah
    Jumat, 08 September 2017 - 20:18:14 WIB
    Sebelum Dicabuli, Driver Ojek Online Janji Nikahi Korban
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved