Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meyakini gerakan people power"> Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meyakini gerak" />
Minggu, 15 09 2019  
 
Hendropriyono : Kudeta Sipil Tidak Berhasil Tanpa Dukungan Militer.

| Nasional
Jumat, 17 Mei 2019 - 08:27:17 WIB
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meyakini gerakan people power tak akan terjadi jelang pengumuman resmi hasil Pemilu oleh KPU, pada 22 Mei 2019. Menurut dia, pemerintahan yang sah tidak akan bisa digulingkan dengan tindakan inkonstitusional.

"Enggak ada. Apapun namanya, kalau mau capai kekuasaan, tidak mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku dan konstitusi. Itu namanya kudeta. Tapi kudeta sipil, itu enggak boleh. Kudeta sipil pun enggak pernah ada sejarahnya," ujar Hendropriyono di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Mantan Ketum PKPI itu meminta agar masyarakat tak terpengaruh dengan seruan-seruan people power. Sebab, dia meyakini selama TNI-Polri tak mendukung, maka gerakan people power tak akan terjadi.

Kudeta sipil pun enggak pernah ada sejarahnya berhasil kecuali didukung TNI Polri. Selama tidak didukung, maka tidak mungkin (terjadi), jauh panggang dari api," jelasnya.

Hendropriyono menilai saat ini masyarakat dalam kondisi tenang dan tak terpengaruh dengan isu-isu negatif jelang 22 Mei.

"Saya yakin, kita semua masih, bagaimana pun di lubuk hati di tiap kita adalah nasionalis. Masa kita enggak mau jadi bangsa Indonesia lagi, kan enggak mungkin. Ini hanya retorika saja," kata dia.

Dikutip dari merdeka, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agum Gumelar juga mengatakan, revolusi dan people power tak bisa dilakukan di era Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal ini lantaran banyak masyarakat yang puas atas kinerja pemerintahan Jokowi.

"Kita lihat sekarang ini dong,  Pak Jokowi ini Presiden dengan pemerintahannya, di mata masyarakat kita, 70 persen lebih puas dengan apa yang dikerjakan. Jadi tidak mungkin bisa dilakukan tindakan, langkah-langkah yang sifatnya begitu," kata Agum di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/5).

Menurut dia, revolusi dapat dilakukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajah dan melumpuhkan rezim otoriter alias diktator. Sementara itu, people power dapat dilakukan jika lebih dari 80 persen masyarakat tak puas dengan pemerintah.

Dia pun mencontohkan people power yang terjadi di era Presiden Soeharto tahun 1998. Di mana, kata Agum, mayoritas masyarakat saat itu tak puas dengan kinerja pemerintahan Soeharto.

"Jadi sangat sulit untuk bisa mengatasnamakan rakyat untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak konstitusional," sambung Agum.

Dia menilai yang terjadi saat ini hanyalah sebatas ekspresi ketidakpuasan sekelompok orang dengan hasil Pemilu 2019. Agum meminta agar TNI-Polri solid sehingga masyarakat tak perlu khawatir dengan upaya kelompok tertentu yang ingin melakukan gerakan people power.***


Sumber : merdeka.com




comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas, TNI - Polri Yogya Gowes Bareng
  • Bergulir Di PN Pekanbaru, Terdakwa Diduga Menilep 400 Juta
  • Sail Nias Momentum Tepat Buat Revitalisasi Pariwisata Nias
  • Sekda Inhil : APBD Perubahan Untuk Membayar Kegiatan 2018
  • Adrianus Zega, Warek 3 IKIP Gunungsitoli Minta Maaf Dihadapan Mahasiswa
  • Kakesdam IV dan Karumkit RST Magelang Menjadi Anggota Delegasi 5th Thainesia Militart Medicine Meet
  • Danramil 07/Alasa Sampaikan Sambutan Pada Acara Pengukuhan FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa
  • Pengurus FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa Resmi Dikukuhkan
  • Babinsa Koramil 07/Alasa, Kodim 0213/Nias Laksanakan Gotong Royong Memperbaiki Jembatan Belu
  •  
    Senin, 30 Januari 2017 - 23:45:02 WIB
    Warga AS Patungan Bangun Kembali Masjid yang Terbakar
    Sabtu, 24 Agustus 2019 - 17:03:52 WIB
    LPJ DPP HIMNI DI TERIMA SEMUA PESERTA MUNAS V
    Hampir semua Ketua DPD HIMNI Memuji Kinerja DPP HIMNI dibawah Kepemimpinan Marinus Gea
    Senin, 31 Desember 2018 - 18:31:36 WIB
    Hujan Tidak Menjadi Halangan
    Ditpolairud Lakukan Penyisiran Korban Tepi Pantai
    Sabtu, 03 Juni 2017 - 01:13:47 WIB
    Pengacara Ancam Masa Akan Marah Jika Rizieq Ditahan, Kapolda: Kita Negara Hukum Bukan Negara ISIS
    Jumat, 19 Juli 2019 - 11:28:53 WIB
    Kiruh IMO dan MOI
    Ketua MOI Riau Anotona Nazara , Sampaikan Hak Jawab Dan Bantah Saudara Hondro
    Sabtu, 15 Juli 2017 - 11:24:56 WIB
    Usai Aksi Damai, LSM Surati Kapolda Riau
    Minggu, 01 Januari 2017 - 07:08:54 WIB
    Perayaan Tahun Baru 2017
    Walikota Gunungsitoli Open House di Rumah Pribadinya di Desa Dahana
    Senin, 10 Juli 2017 - 19:20:54 WIB
    Tak Bayar Gaji Guru Honor, Tanggal 13 Pembda Meranti Akan Didemo Aktifis
    Kamis, 01 Juni 2017 - 15:06:50 WIB
    Pemkab Nias Salurkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Kepada Kelompok Tani
    Sabtu, 17 Agustus 2019 - 12:57:03 WIB
    Natasya Destika Putri Hulu, Paskibraka Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Nias Utara
    Kamis, 19 Januari 2017 - 22:18:17 WIB
    Singkirkan Baghdatis dengan Mudah, Nadal Jejak 32 Besar
    Rabu, 26 Juni 2019 - 21:23:22 WIB
    Penerimaan Siswa Baru SMA Sederajat
    Para Orang Tua Wajib Baca, Informasi Akurat Zonasi PPBD SMA di Pekanbaru
    Kamis, 04 Mei 2017 - 12:38:27 WIB
    Ayu Ting Ting Ingin Statusnya Disahkan, Raffi Ahmad: Nanti Saya Kabulkan
    Kamis, 09 Februari 2017 - 13:27:02 WIB
    Diduga Korupsi, Anggota DPRD Nias Minta Bupati Copot Jabatan Kasek SDN Siforoasi Bawolato
    Senin, 02 Januari 2017 - 17:02:25 WIB
    Syukuran Tahun Baru, Sujiatmi Cerita Soal Masa Kecil Jokowi
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved