Rabu, 24 Juli 2019  
 
Inggris Siap Terbangkan Pesawat Dengan Bahan Bakar Olahan Sampah

Redaksi | Internasional
Rabu, 30 Agustus 2017 - 09:53:06 WIB
LONDON, TIRASKITA.COM - Jika di Indonesia masih dipusingkan dengan sampah, hal ini berbeda dengan di Inggris. Di Inggris, sampah mampu diolah jadi bahan bakar berkarbon rendah untuk pesawat dan lori.

Seperti dilansir dari Daily Mailmelaporkan, kerajaan United Kingdom (UK) di bawah satu sponsor baru menawarkan dana sebanyak 22 juta pound bagi membiayai kajian tersebut.

Mereka berharap dengan menggunakan sampah untuk teknologi baru yang dapat digunakan untuk menghasilkan bahan bakar untuk menerbangkan pesawat.

Langkah itu diambil untuk menggalakkan penggunaan kenderaan elektrik dan rancangan untuk mengharamkan semua kenderaan dalammenggunakan bensin dan diesel jelang tahun 2040.

Menurut Menteri Angkutan Inggris JesseNorman, pihaknya serius untuk mengurangkan pelepasan karbon dan mempromosikan bahan bakar baru yang rama dengan alam untuk masa depan.

"Kami menyediakan pembiayaan untuk teknologi yang inovatif untuk membangunkan bahan bakar api alternatif, di Inggris jelang 2040. Kini sudah tiba masa untuk menggalakkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan," ujarnya.

Dari aspek kimia, bahan bakar baru sangat mirip dengan bahan api konvensional, jadi boleh digunakan dalam pesawat tanpa memerlukan mengubah sistem mesin.


(wbs)

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • DPRD Kota Gunungsitoli Gelar RDP Dengan PT. PLN Area Nias
  • Persoalan Anak Adalah Persoalan Masa Depan Bangsa
  • KPU Akhirnya Tetapkan Napi Sebagai Anggota DPRD Kampar
  • Antara Pria Dan Wanita , Siapa Yang Suka Bohong....? Buat Kaget Ternyata Wanita, Ini Penjelasannya
  • Kejatisu Tetapkan Tersangka Kadis PU Madina
  • Kopassus Akan Terjun Hancurkan Perusak NKRI
  • Walikota Bogor Dukung Perizinan Gedung Imigrasi Lancar
  • 6 Mantan Dewan Kuasai Mobdin Secara Ilegal, Ini Namanya
  • Ketua MOI Riau Anotona Nazara , Sampaikan Hak Jawab Dan Bantah Saudara Hondro
  •  
    Selasa, 18 Juni 2019 - 20:32:56 WIB
    Panglima Kodam I/ BB, Buka Secara Resmi Latihan Pratugas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132 Bang
    Kamis, 14 September 2017 - 09:01:08 WIB
    Jamaah Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 438 Orang
    Minggu, 01 Januari 2017 - 00:49:17 WIB
    Menjelang Tahun Baru
    Dua Orang Pelajar Yang Hanyut Belum Ditemukan
    Selasa, 13 Juni 2017 - 23:15:10 WIB
    Kejari Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Dinas Tarukim Gunungsitoli
    Jumat, 09 Juni 2017 - 19:28:26 WIB
    Lawan Kelompok Intoleran, Tokoh bangsa Bentuk "Jaga Indonesia"
    Kamis, 01 Juni 2017 - 15:06:50 WIB
    Pemkab Nias Salurkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Kepada Kelompok Tani
    Rabu, 03 Mei 2017 - 17:50:08 WIB
    Intolerankah Indonesia?
    Sabtu, 20 Juli 2019 - 21:04:00 WIB
    Kejatisu Tetapkan Tersangka Kadis PU Madina
    Jumat, 24 Februari 2017 - 00:20:12 WIB
    Jelang HUT Gereja ONKP, Bupati Nias Barat Minta Semua Pihak Menjaga Kebersihan Lingkungan
    Kamis, 01 Juni 2017 - 16:28:57 WIB
    Polda Sumut Minta Kapolsek Mandrehe Serius Tangani Kasus Oknum Brimob Penganiaya YG di Nias Barat
    Minggu, 26 Mei 2019 - 19:50:53 WIB
    Penyebar HOAX Brimob Dari China Ditangkap, Pelaku : Saya Khilaf
    Jumat, 21 Juni 2019 - 16:30:44 WIB
    Ketum LBH Bernas : Kejaksaan Harus Eksekusi Putusan Mahkamah Agung
    Selasa, 31 Januari 2017 - 00:16:48 WIB
    Oknum PNS Dinkes Digerebek Suami Berduaan dengan Pria Lain
    Rabu, 30 Agustus 2017 - 09:53:06 WIB
    Inggris Siap Terbangkan Pesawat Dengan Bahan Bakar Olahan Sampah
    Minggu, 12 Februari 2017 - 07:42:46 WIB
    Proyek Mark-up
    Pimpinan DPRD Nisut Minta Inspektorat Audit Pembangunan DAM Parit Persawahan Hilimbowo Sitoluori
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved