Kamis, 15 November 2018  
 
Serukan Dialog, China Minta AS Berhenti Ancam Korut

Muhaimin | Internasional
Sabtu, 16 September 2017 - 17:37:38 WIB
WASHINGTON, TIRASKITA.COM - Pemerintah China
meminta Amerika Serikat (AS) berhenti mengancam Korea Utara (Korut) dan
beralih menjadi berdialog dengan negeri komunis tersebut. Seruan ini
disampaikan Duta Besar Beijing untuk Washington, Cui Tiankai.

"Sejujurnya,
saya kira Amerika Serikat seharusnya melakukan jauh lebih banyak dari
sekarang, sehingga ada kerja sama internasional yang efektif untuk
masalah ini," kata Cui Tiankai kepada wartawan di sebuah acara kedutaan
pada hari Jumat waktu Washington.

"Mereka harus menahan diri
untuk tidak mengeluarkan lebih banyak ancaman. Mereka harus berbuat
lebih banyak untuk menemukan cara yang efektif untuk melanjutkan dialog
dan negosiasi," lanjut diplomat Beijing tersebut, seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/9/2017).

Menteri
Keuangan AS Steven Mnuchin pada awal pekan ini memperingatkan bahwa
Washington dapat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Beijing jika tidak
menerapkan sanksi baru terhadap rezim Kim Jong-un yang berkuasa di
Pyongyang. Ancaman sanksi itu termasuk pemotongan akses China ke sistem
keuangan AS.

"Perang ekonomi Korea Utara berhasil," katanya di
Delivering Alpha Conference di New York City. "Kami mengirim pesan bahwa
siapapun yang ingin berdagang dengan Korea Utara, kami akan menganggap
mereka tidak berdagang dengan kami," ujarnya.

"Jika China tidak
mematuhi sanksi ini, kami akan memberikan sanksi tambahan terhadap
mereka dan mencegah mereka mengakses sistem dollar AS dan
internasional," imbuh Mnuchin.

AS, yang mengalami defisit
perdagangan tahunan sebesar USD350 miliar dengan China,  enggan
menjatuhkan sanksi ekonomi kepada China karena khawatir dengan tindakan
pembalasan dan konsekuensinya bisa membuat bencana bagi ekonomi global.

Pada
hari Senin, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui sebuah
resolusi baru mengenai sanksi terhadap Korea Utara atas uji coba nuklir
keenam dan paling kuat yang dilakukan pada 3 September 2017. Sanksi
terbaru itu melarang Korut mengekspor tekstil dan impor minyak negara
itu dibatasi ketat.


(mas)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Ketua DPRD Pelalawan : Beritakanlah Kalau Mau Hidup di Pelalawan Ini
  • Raup Suara Terbanyak Belum Tentu Duduk di Kursi DPR
  • Dinas PUPR Riau, Ajukan Tambahan Dana Bangun Gedung Kejati Rp39 M
  • Pasangan Suami Istri Tewas Seketika
  • Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari TNI Ke-73
  • DPW MOI Riau Segera Dikukuhkan
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved