Rabu, 03 Maret 2021  
 
Aktivis : Sarankan Masyarakat Minta Instansi Tentukan Status Kawasan Sebelum Buka Lahan Pertanian

Sefi Zai | Ekbis
Rabu, 09 September 2020 - 15:35:40 WIB
PEKANBARU - Menanggapi permasalahan lahan di kabupaten Rokan hilir antara kelompok tani dengan salah satu pemegang izin konsesi di kabupaten Rokan hilir - Dumai seharusnya tidak perlu berlanjut dan berkepanjangan, dimana semua pihak  perlu memberikan pencernaan kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Mutiara Batu Teritip bersinar untuk memahami arti dari kawasan hutan, yaitu  status kawasan yang di tentukan berdasarkan peruntukannya maupun sesuai izin kementerian lingkungan hidup dan kehutanan baik berdasarkan Perda yang mengatur tentang tata ruang, maka setiap warga negara tidak diperbolehkan untuk menduduki, menguasai dan apalagi merusak hutan sesuai dengan UU no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Kita sebagai aktivis tidak melihat apakah itu milik atau dalam penguasaan perusahaan tetapi kita melihat tentang peruntukan dan perlindungan Hutan, tidak melihat siapa dan oleh siapa tetapi terkait kawasan hutan harus dilestarikan dan tidak boleh dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit, diminta kepada ketua kelompok tani menyurati Dinas lingkungan hidup dan kehutanan propinsi Riau untuk ploting lahan tersebut apakah dalam kawasan atau tidak, kalau lahan merupakan Area peruntukan Lain ( APL) kita dukung sepenuhnya dan kami dapat turut memperjuangkannya, namun bila ternyata masuk dalam kawasan hutan dikawatirkan akan tersandung hukum, bisa saja dilaporkan ataupun di gugat oleh pihak lain, maka nantinya bisa terseret keranah pidana khusus lingkungan maupun pidana perusakan kawsan hutan, apalagi pihak masyarakat di dampingi oleh penashat hukum maka kita Sarankan agar memberikan pencerahan dan pengertian hukum kepada masyarakat, agar tidak tersandung hukum , apalagi lahan tersebut baru akan dibuka lebih baik di perjelas dulu apa status lahan tersebut bisa atau tidak dijadikan perkebunan sawit, kami tidak mau masyarakat tersandung hukum akibat mereka kurang tau tentang  peraturan, semoga kedepannya bisa diselesaikan dengan baik sesuai dengan peruntuka dan undang undang yang berlaku, demikian disampaikan Ir. Ganda Mora. M.Si aktivis lembaga Independen Pembawa suara pemberatas, korupsi, kolusi, kriminal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI), alumnus pasca sarjana lingkungan universitas Riau Senin ( 7/9/20) kepada awak media.


Ia menambahkan bahwa  terkait dalam pengajuan perhutanan sosial  adalah hal yang baik namun sebelum keluar izin dari KLHK sebaiknya jangan dikerjakan dulu, sebab pengajuan perhutanan sosial itu boleh pada peta indikatif perhutanan sosial yang telah di tentukan oleh kementerian KLH-K, jadi bila ingin dijadikan perhutanan sosial maka tidak boleh ditanami sawit namun tanaman kehutanan yang berdaya ekonomi kepada masyarakat, urus dulu izin perhutanan sosial baru dikelola, Ucap Ganda Mora mengakhiri.


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • FGD Pemkab Sergai Kemensos Gelar Tusi Stakeholder Dalam Penyaliran Sembako
  • Bupati Sergai Hadiri HUT ke-2 Vihara Tridharma Buddha Pantai Cermin
  • Pemkot Cimahi Vaksin Para Wartawan
  • Kapolresta Pekanbaru Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Rumbai
  • Polantas Polres Sragen Menolak Suap Sopir Truk yang Melanggar Batas Muatan
  • Plt. Walikota Buka Rakerda Dewan Pimpinan MUI Kota Cimahi Tahun 2021
  • 32 Honorer Terima SK P3K dari Bupati Siak
  • Pemkab Inhil Serahkan LKPD Tahun 2020 ke BPK
  •  
     
     
    Kamis, 02 Juli 2020 - 19:58:20 WIB
    H. Catur Sugeng Melihat Perkembangan Masyarakatnya
    Pola Hidup Bersih dan Sehat Solusi Tekan Angka Stunting
    Minggu, 27 September 2020 - 21:51:40 WIB
    Ferdinand: Cuma Orang Bodoh yang Lebih Takut Kebangkitan PKI Ketimbang HTI
    Kamis, 18 Februari 2021 - 09:53:21 WIB
    Kapolri Instruksikan Jajarannya Tak Ragu Usut Tuntas Mafia Tanah
    Rabu, 08 Juli 2020 - 16:22:55 WIB
    Pemkab Bengkalis Salurkan BLT PMI
    Senin, 28 September 2020 - 12:31:36 WIB
    BIN Angkat Suara soal Beda Hasil Tes Swab Covid
    Sabtu, 19 Desember 2020 - 11:44:35 WIB
    Jokowi: Vaksin Corona Gratis untuk Semua Warga, Tidak Ada Kaitan Dengan BPJS
    Jumat, 22 Mei 2020 - 16:10:19 WIB
    LAWAN COVID-19
    Kembali Mahasiswa Bangkinang Santuni Anak Yatim
    Sabtu, 08 Agustus 2020 - 12:19:52 WIB
    LAWAN KORUPSI
    Kejari Pekanbaru Disebut "Mati Kutu" Usut Dugaan KKN Firdaus dan Kroninya
    Kamis, 01 Oktober 2020 - 23:30:16 WIB
    Duh, Rumah Meli Nuryani Juara LIDA 2020 Tak Punya Kamar Mandi
    Sabtu, 06 Februari 2021 - 07:50:55 WIB
    Audiensi Dengan Komisi A,
    SPRI Diminta Menyiapkan Naskah Akademik Belanja Iklan
    Selasa, 13 Oktober 2020 - 17:08:25 WIB
    Badan Amil Zakat Nasional Kota Cimahi Menyalurkan Santunan Kepada Fakir Miskin
    Jumat, 29 Mei 2020 - 08:09:13 WIB
    LAWAN COVID-19
    Jawa Barat Perpanjang PSBB 14 Hari, Kecuali Bodebek , Ini Alasan nya
    Rabu, 15 Januari 2020 - 07:23:28 WIB
    Perkuat kualitas Kampus
    STAIN Bengkalis jalin kerjasama dengan Pemerintah Desa Wonosari
    Senin, 22 Februari 2021 - 07:33:39 WIB
    Hendak Bertransaksi Shabu , 2 Pelaku Diciduk Resnarkoba Polres Kampar
    Jumat, 12 Februari 2021 - 22:43:13 WIB
    Kasus Covid-19 di Riau Capai 30.027 Orang
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved