Minggu, 15 09 2019  
 
Dr. Benny Pasaribu: Ekonomi Indonesia Tumbuh Tertinggi Ke – 3 diantara Negara G20

Web Mata Nurani | Ekbis
Kamis, 04 Mei 2017 - 12:34:21 WIB
Tiraskita.com - Menanggapi informasi yang ramai beredar
di Media Sosial pada hari ini dan seolah-olah ada pernyataan Presiden
Jokowi dalam kunjungan kerja ke Hongkong yang dimuat di South China
Morning Post (SCMP) dan dikutip serta ditanggapi oleh pengamat ekonomi
Jake Van der Kamp. Berikut tanggapan Dr Benny Pasaribu, anggota Komite
Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) kepada wartawan matanurani Simon
Andar, Rabu (3/5), di Jakarta.

Benny mengungkapkan bahwa informasi yang
beredar tersebut tidak layak untuk dipercaya. Viral tersebut sengaja
diedarkan untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi dan mengadu domba antara
Presiden dan Pembantunya. Ini pasti berita bohong atau hoax yang dibuat
oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Memang, Presiden Joko Widodo saat
berkunjung ke Hongkong bertemu dengan sejumlah pengusaha di Hongkong
beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi tidak pernah
mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada urutan ke – 3
terbesar di dunia setelah India dan China. Dan saya telah
berulang-ulang memutar videonya untuk memastikan bahwa Presiden Jokowi
tidak pernah mengucapkan kata-kata seperti itu.

Menurut Benny pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang berada di kisaran 5,02 persen, berada di urutan ke – 3 di
antara negara-negara G20, setelah India dan China. Dari data yang
dikeluarkan oleh bank dunia jelas menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi
Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi terbesar ke – 3 diantara
negara-negara G20.

"Saya melihat isu-isu yang berkembang di
media sosial itu memang cenderung untuk nyeleneh dan mencari-cari
kesalahan dan juga bermaksud mengadu domba antara Presiden dan tim
ekonominya. Karenanya, kita harus lebih berhati-hati untuk mengedarkan
pernyataan-pernyataan atau informasi yang akurasinya sangat rendah. Dan
saya menganggap informasi yang beredar sepulangnya Presiden dari
Hongkong tersebut adalah hoax dan tidak patut untuk disebarluaskan." Tuturnya.

Seperti diketahui Indonesia telah
dijadikan sebagai negara tujuan investasi dari negara-negara maju baik
dari Eropa, Amerika, China, Jepang, dan Korea Selatan. Hal ini tentu
menandakan bahwa prospek ekonomi Indonesia itu sangat besar, potensi
ekonomi Indonesia itu luar biasa besar, dan kita hanya membutuhkan
adanya stabilitas politik dan keamanan yang kondusif untuk berinvestasi.
Kalau ada gangguan-gangguan politik, keamanan misalnya dengan
radikalisme dan intoleransi maka investor kita tentu akan menunda
investasinya di Indonesia. Dan tentu saja yang dirugikan adalah rakyat
Indonesia.

Karenanya, Indonesia berpotensi sekali
atau sangat besar potensinya untuk menjadi negara terbesar ke – 4 di
dunia berdasarkan PDB pada tahun 2045. Sekarang saja sudah masuk dalam
anggota negara G20 di urutan ke – 8 berdasarkan Purchasing Power Parity
(PPP) dari sisi PDB perkapita.

World Economic Forum (WEF) telah merilis
analisisnya atau laporannya tahun 2017 bahwa Indonesia berpotensi
menjadi negara terbesar ke – 5, atau naik dari urutan ke – 8 menjadi ke –
5 di dunia pada tahun 2030. Sementara perusahaan konsultan terbesar di
dunia (Price Waterhouse Coopers) juga merilis laporannya pada tahun 2017
bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara terbesar ke – 4 di dunia pada
tahun 2050.

Artinya, dunia mengakui adanya kemajuan
pembangunan yang signifikan selama pemerintahan Presiden Jokowi dan
bahkan dunia luar yakin Indonesia bisa mencapai negara terbesar ke – 4
dunia pada tahun 2050. Kenapa kita harus gontok-gontokan diantara sesama
anak bangsa? Tentu saja pemerintahan sekarang masih menghadapi berbagai
kelemahan dan tantangan. Masalah kemiskinan, pengangguran, dan
kesenjangan sosial masih cukup tinggi. Semua itu memerlukan stabilitas
politik, keamanan, dan kerja bersama antara pemerintah dan seluruh
komponen masyarakat. Selanjutnya Indonesia harus fokus pada pengembangan
sumber daya manusia, riset dan teknologi.


(Yusadar)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas, TNI - Polri Yogya Gowes Bareng
  • Bergulir Di PN Pekanbaru, Terdakwa Diduga Menilep 400 Juta
  • Sail Nias Momentum Tepat Buat Revitalisasi Pariwisata Nias
  • Sekda Inhil : APBD Perubahan Untuk Membayar Kegiatan 2018
  • Adrianus Zega, Warek 3 IKIP Gunungsitoli Minta Maaf Dihadapan Mahasiswa
  • Kakesdam IV dan Karumkit RST Magelang Menjadi Anggota Delegasi 5th Thainesia Militart Medicine Meet
  • Danramil 07/Alasa Sampaikan Sambutan Pada Acara Pengukuhan FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa
  • Pengurus FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa Resmi Dikukuhkan
  • Babinsa Koramil 07/Alasa, Kodim 0213/Nias Laksanakan Gotong Royong Memperbaiki Jembatan Belu
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved