Jakarta, Tiraskita.com - Di hadapan kita makin terasa pengaruh globalisasi. Kemajuan tekhnologi transportasi, komunikasi, dan informasi semuanya serba super cepat. Pagi di Jakarta, siang di Hongkong, sore di Jepang, "> Jakarta, Tiraskita.com - Di hadapan kita makin terasa pengaruh globalisasi. Kemajuan tekhnologi transportasi, komunikasi, dan info" />
Senin, 26 08 2019  
 
Indonesia Diprediksi Negara Industri Terbesar ke 4 Dunia Tahun 2045, Benny: Ayo Bangkit Indonesia

Yusadar Waruwu | Ekbis
Sabtu, 20 Mei 2017 - 18:10:09 WIB
Dr. Benny Pasaribu, (Komite Ekonomi dan Industri Nasional)
TERKAIT:
Jakarta, Tiraskita.com - Di hadapan kita makin terasa pengaruh
globalisasi. Kemajuan tekhnologi transportasi, komunikasi, dan informasi
semuanya serba super cepat. Pagi di Jakarta, siang di Hongkong, sore di
Jepang, malam di Paris, paginya di New York, dan seterusnya.

Kita sudah makin terbiasa bicara dengan
video call dengan melihat langsung teman bicara kita lewat layar
handphone. Kalau mau beli sesuatu tidak perlu keluar rumah, cukup buka
bisnis online, pilih barang, bayar, dan tunggu diantar ke rumah dalam
tempo tidak terlalu lama. Semuanya dikerjakan dengan cepat melalui
handphone kita.

Industri kita bisa berkembang dengan
memakai mesin dari Jerman yang dibuat di China, bahan penolong dari
Jepang, dan bahan baku 100% dari dalam negeri.

Itulah ciri nasionalisme dalam kerangka
globalisasi saat ini. Kita harus membangun industri di wilayah Indonesia
dengan semaksimal mungkin menggunakan potensi sumberdaya yang kita
miliki.

Hasil produksi industrinya selanjutnya bisa dipasarkan sesuai kebutuhan di dalam dan bahkan ekspor.

Industri juga telah menghadapi berbagai
perubahan yang super cepat. Saat ini telah memasuki tahap revolusi
industri 4.0. Industri makin tergantung pada kemajuan teknologi digital
dan wifi broadband yang semuanya super cepat.

Intinya teknologi super cepat. Manusia
terpaksa merubah mindset dan perilaku. Selama ini kita masih bisa
mencapai tujuan dengan tradisi misalnya "biar lambat asal selamat".
Sekarang semuanya berubah, siapa cepat dia dapat. Kecepatan waktu
menjadi prasyarat untuk berhasil.

Dengan revolusi industri 4.0, kecepatan
saja tidak cukup. Ketepatan atau presisi juga diperlukan. Intinya cepat
dan tepat. Semua proses produksi, delivery, dan penyimpanan harus
dilakukan dalam waktu yang cepat dan tepat.

Sebagai contoh tukang paku, dulu sudah
hebat kalau bisa memukul paku dengan tepat misalnya 100 butir per jam.
Sekarang sudah harus 500 butir paku per jam.

Contoh lain, umur padi yang biasanya antara 100-120 hari sudah mulai
diganti dengan umur 70 hari, atau 3 kali panen setahun dengan produksi
per musim tanam bisa mencapai 7-8 ton per ha (HKTI yang dipimpin
Jenderal (purn) Muldoko sedang aktif sosialisasikan bibitnya kepada
petani).

Sekali lagi kata kuncinya adalah kecepatan dan ketepatan.

Bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari
perubahan yang terjadi di dunia. Bangsa-bangsa sudah saling tergantung.
Kita tidak banyak pilihan. Imbas globalisasi dan kemajuan teknologi
super cepat harus diantisipasi dengan cepat dan tepat.

Memang akhir-akhir ini kita masih
menyaksikan banyaknya warga bangsa ini yang sibuk dan membuang waktunya
untuk mempersoalkan berbagai penyakit lama yang hampir tidak bisa
disembuhkan, seperti intoleransi antarSARA, Sektarian versus
Nasionalisme, monopoli kebenaran oleh sekelompok tertentu, dan
sebagainya. Penyakit ini telah ada di jaman jahiliah dan masih akan ada
hingga dunia ini kiamat.

Sebagian warga memang masih sibuk
membahas dan mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pilar-pilar
kebangsaan lainnya. Sementara kelompok lain merasa sudah final dan tidak
perlu dibahas lagi menyangkut dasar negara dan pilar-pilar kebangsaan.

Pada saat memperingati hari KEBANGKITAN
NASIONAL, kita diingatkan kembali sebagai warga, sesama anak bangsa
Indonesia tercinta agar kembali pada persatuan tanpa mempersoalkan SARA.
Kebangkitan tidak akan bermakna jika tidak diikuti dengan Persatuan
nasional.

Dengan persatuan nasional sejatinya kita
mampu bangkit kembali dengan semangat baru. Kita masih harus belajar
banyak tentang kerja cepat dan tepat. Hanya dengan persatuan yang
diikuti dengan kerja cepat dan tepat kita bisa mencapai tujuan bersama,
yaitu masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Kita harus yakin bahwa Indonesia sangat
mampu menjadi negara industri terbesar ke 4 dunia pada tahun 2045,
setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Dunia berubah dengan cepat. Kita butuh
kerja cepat dan tepat memasuki era industrialisasi generasi 4.0. Ke
depan metode produksi sangat berubah, sarat dengan proses produksi
mengaplikasikan teknologi otomasi dan digitalisasi yang mampu
mengintegrasikan mulai dari kebutuhan konsumen hingga proses manufaktur,
sistem kontrol dan delivery dengan kecepatan dan ketepatan yang sangat
tinggi. Suatu kemajuan teknologi yang mengutamakan efisiensi dan
fleksibilitas dalam proses produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen
(customized) dengan harga sangat kompetitif.

Itulah sebabnya Komite Ekonomi dan
Industri Nasional (KEIN) telah melakukan kajian dan segera akan
mengajukan kepada Presiden sebuah dokumen penting mengenai Strategi
Industrialisasi 2045.

Substansi pokoknya adalah bahwa
Indonesia harus berani memilih 4 sektor industri sebagai prioritas yang
akan mampu menjadi lokomotif dan motor penggerak ekonomi bangsa yang
perlu diikuti dengan kebijakan industri yang out of the box.

Semua ini merupakan ikhtiar kita bersama yang ingin melihat indonesia menjadi Negara Industri Terbesar ke 4 Dunia. Semoga!

Ayolah.. kita Bangkit! Mari merajut persatuan dan bangkit bersama demi negeri tercinta.

Semuanya tergantung KITA. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan KITA, siapa lagi?

Ayo BANGKIT….. 5 x

(Penulis adalah anggota KEIN dan mantan Ketua KPPU RI)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sah......Ibukota Negara Pindah Ke Kaltim
  • Kasdam IV/Diponegoro Ramaikan Fun Bike HUT Jateng
  • Marinus Gea, Kembali Pimpin HIMNI 4 Tahun ke Depan
  • Kasdam IV : Dusun Porot Model Kampung Toleransi Beragama
  • Hampir semua Ketua DPD HIMNI Memuji Kinerja DPP HIMNI dibawah Kepemimpinan Marinus Gea
  • HIMNI harus Mampu Berdaptasi dalam Era Industri 4.0
  • Pangdam IV Hadiri Pembukaan Pesta Rakyat Jateng 2019
  • Keterbukaan Informasi Publik Melalui PPID Untuk Indonesia Yang Lebih Baik
  • KEMENTERIAN PPPA RI, Sosialisasikan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak di Riau
  •  
    Sabtu, 11 Mei 2019 - 15:03:41 WIB
    Soniwati Wau Kembali Duduk di Kursi DPRD Prov Riau.
    Rabu, 17 Mei 2017 - 16:21:44 WIB
    Walikota Gusit Hadiri Pembukaan Orientasi Pengenalan Tugas CPNS Program PTT Kementrian Kesehatan
    Jumat, 09 Juni 2017 - 21:37:16 WIB
    Oknum Brimob Penganiaya Yosia Gulo Ditetapkan Sebagai Tersangka
    Rabu, 14 Juni 2017 - 15:18:09 WIB
    Della/Rosyita Tantang Unggulan China di Babak Kedua
    Minggu, 17 September 2017 - 20:34:43 WIB
    JOIN Riau Dukung Polres Kampar Usut Kasus Penganiayaan Anak di PT. Ciliandra
    Sabtu, 09 September 2017 - 07:53:57 WIB
    Indonesia Rangkul Singapura Terapkan Pendidikan Vokasi Industri
    Jumat, 07 Juni 2019 - 21:30:16 WIB
    Jaksa Cantik Selingkuhi 3 Pria, 2 Diantaranya Buat Mencengangkan
    Sabtu, 17 Agustus 2019 - 08:58:16 WIB
    Peringati HUT KEMRI Ke 74 Tahun
    SMK N 2 Alasa Laksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih
    Sabtu, 28 Januari 2017 - 18:17:08 WIB
    Dari 172 Kabupaten/Kota, Kabupaten Nias Dapat Predikat CC Pada Evaluasi Kemenpan dan RB RI
    Minggu, 05 Februari 2017 - 23:36:15 WIB
    Hasil Pertandingan AC Milan vs Sampdoria: Skor 0-1
    Minggu, 22 Januari 2017 - 19:25:01 WIB
    Polda Metro Selidiki Kematian Anggotanya di Hotel Feodora
    Jumat, 23 Juni 2017 - 12:04:18 WIB
    Macet Parah, Tol Jakarta-Cikampek Berlakukan Contra Flow
    Sabtu, 17 Juni 2017 - 11:49:40 WIB
    Berbuka Puasa, Pemkot Gunungsitoli Santunin Anak Yatim dan Janda
    Rabu, 03 Mei 2017 - 18:09:45 WIB
    Tyson Fury Sesumbar Kalahkan Joshua dengan Satu Tangan
    Kamis, 11 Mei 2017 - 15:53:24 WIB
    Napi Inggris Minta Boneka Seks untuk Akhiri Kenakalan di Penjara
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved