Jakarta, Tiraskita.com - Di hadapan kita makin terasa pengaruh globalisasi. Kemajuan tekhnologi transportasi, komunikasi, dan informasi semuanya serba super cepat. Pagi di Jakarta, siang di Hongkong, sore di Jepang, ">
Rabu, 19 Juni 2019  
 
Indonesia Diprediksi Negara Industri Terbesar ke 4 Dunia Tahun 2045, Benny: Ayo Bangkit Indonesia

Yusadar Waruwu | Ekbis
Sabtu, 20 Mei 2017 - 18:10:09 WIB
Dr. Benny Pasaribu, (Komite Ekonomi dan Industri Nasional)
TERKAIT:
Jakarta, Tiraskita.com - Di hadapan kita makin terasa pengaruh
globalisasi. Kemajuan tekhnologi transportasi, komunikasi, dan informasi
semuanya serba super cepat. Pagi di Jakarta, siang di Hongkong, sore di
Jepang, malam di Paris, paginya di New York, dan seterusnya.

Kita sudah makin terbiasa bicara dengan
video call dengan melihat langsung teman bicara kita lewat layar
handphone. Kalau mau beli sesuatu tidak perlu keluar rumah, cukup buka
bisnis online, pilih barang, bayar, dan tunggu diantar ke rumah dalam
tempo tidak terlalu lama. Semuanya dikerjakan dengan cepat melalui
handphone kita.

Industri kita bisa berkembang dengan
memakai mesin dari Jerman yang dibuat di China, bahan penolong dari
Jepang, dan bahan baku 100% dari dalam negeri.

Itulah ciri nasionalisme dalam kerangka
globalisasi saat ini. Kita harus membangun industri di wilayah Indonesia
dengan semaksimal mungkin menggunakan potensi sumberdaya yang kita
miliki.

Hasil produksi industrinya selanjutnya bisa dipasarkan sesuai kebutuhan di dalam dan bahkan ekspor.

Industri juga telah menghadapi berbagai
perubahan yang super cepat. Saat ini telah memasuki tahap revolusi
industri 4.0. Industri makin tergantung pada kemajuan teknologi digital
dan wifi broadband yang semuanya super cepat.

Intinya teknologi super cepat. Manusia
terpaksa merubah mindset dan perilaku. Selama ini kita masih bisa
mencapai tujuan dengan tradisi misalnya "biar lambat asal selamat".
Sekarang semuanya berubah, siapa cepat dia dapat. Kecepatan waktu
menjadi prasyarat untuk berhasil.

Dengan revolusi industri 4.0, kecepatan
saja tidak cukup. Ketepatan atau presisi juga diperlukan. Intinya cepat
dan tepat. Semua proses produksi, delivery, dan penyimpanan harus
dilakukan dalam waktu yang cepat dan tepat.

Sebagai contoh tukang paku, dulu sudah
hebat kalau bisa memukul paku dengan tepat misalnya 100 butir per jam.
Sekarang sudah harus 500 butir paku per jam.

Contoh lain, umur padi yang biasanya antara 100-120 hari sudah mulai
diganti dengan umur 70 hari, atau 3 kali panen setahun dengan produksi
per musim tanam bisa mencapai 7-8 ton per ha (HKTI yang dipimpin
Jenderal (purn) Muldoko sedang aktif sosialisasikan bibitnya kepada
petani).

Sekali lagi kata kuncinya adalah kecepatan dan ketepatan.

Bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari
perubahan yang terjadi di dunia. Bangsa-bangsa sudah saling tergantung.
Kita tidak banyak pilihan. Imbas globalisasi dan kemajuan teknologi
super cepat harus diantisipasi dengan cepat dan tepat.

Memang akhir-akhir ini kita masih
menyaksikan banyaknya warga bangsa ini yang sibuk dan membuang waktunya
untuk mempersoalkan berbagai penyakit lama yang hampir tidak bisa
disembuhkan, seperti intoleransi antarSARA, Sektarian versus
Nasionalisme, monopoli kebenaran oleh sekelompok tertentu, dan
sebagainya. Penyakit ini telah ada di jaman jahiliah dan masih akan ada
hingga dunia ini kiamat.

Sebagian warga memang masih sibuk
membahas dan mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pilar-pilar
kebangsaan lainnya. Sementara kelompok lain merasa sudah final dan tidak
perlu dibahas lagi menyangkut dasar negara dan pilar-pilar kebangsaan.

Pada saat memperingati hari KEBANGKITAN
NASIONAL, kita diingatkan kembali sebagai warga, sesama anak bangsa
Indonesia tercinta agar kembali pada persatuan tanpa mempersoalkan SARA.
Kebangkitan tidak akan bermakna jika tidak diikuti dengan Persatuan
nasional.

Dengan persatuan nasional sejatinya kita
mampu bangkit kembali dengan semangat baru. Kita masih harus belajar
banyak tentang kerja cepat dan tepat. Hanya dengan persatuan yang
diikuti dengan kerja cepat dan tepat kita bisa mencapai tujuan bersama,
yaitu masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Kita harus yakin bahwa Indonesia sangat
mampu menjadi negara industri terbesar ke 4 dunia pada tahun 2045,
setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Dunia berubah dengan cepat. Kita butuh
kerja cepat dan tepat memasuki era industrialisasi generasi 4.0. Ke
depan metode produksi sangat berubah, sarat dengan proses produksi
mengaplikasikan teknologi otomasi dan digitalisasi yang mampu
mengintegrasikan mulai dari kebutuhan konsumen hingga proses manufaktur,
sistem kontrol dan delivery dengan kecepatan dan ketepatan yang sangat
tinggi. Suatu kemajuan teknologi yang mengutamakan efisiensi dan
fleksibilitas dalam proses produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen
(customized) dengan harga sangat kompetitif.

Itulah sebabnya Komite Ekonomi dan
Industri Nasional (KEIN) telah melakukan kajian dan segera akan
mengajukan kepada Presiden sebuah dokumen penting mengenai Strategi
Industrialisasi 2045.

Substansi pokoknya adalah bahwa
Indonesia harus berani memilih 4 sektor industri sebagai prioritas yang
akan mampu menjadi lokomotif dan motor penggerak ekonomi bangsa yang
perlu diikuti dengan kebijakan industri yang out of the box.

Semua ini merupakan ikhtiar kita bersama yang ingin melihat indonesia menjadi Negara Industri Terbesar ke 4 Dunia. Semoga!

Ayolah.. kita Bangkit! Mari merajut persatuan dan bangkit bersama demi negeri tercinta.

Semuanya tergantung KITA. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan KITA, siapa lagi?

Ayo BANGKIT….. 5 x

(Penulis adalah anggota KEIN dan mantan Ketua KPPU RI)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Panglima Kodam I/ BB, Buka Secara Resmi Latihan Pratugas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132 Bang
  • YARA Himbau Napi yang Lari untuk Kembali
  • Permasalahan Rekrutmen Sekdes Banua Sibohou II di Alasa Sudah Diselesaikan
  • Ini Daftar Game Online Yang Dapat Merusak Masa Depan Anak
  • PDI Perjuangan Percepat Kongres V , Ini Alasannya
  • 20 % Wajib Untuk Masyarakat Sekitar HGU
  • Ini Penjelasan Menkumham Pada Komisi III DPR RI
  • Politisi Muda NasDem Prihatin Pembangunan Kabupaten Nias Sangat Lamban
  • Penjaringan Sekertaris Desa Banua Sibohou II Diduga Tidak Sesuai Prosedur
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved