Senin, 18 Desember 2017  
 
Warga Mengeluh, Lahannya Dicaplok oleh PT. Musim Mas

Redaksi | Ekbis
Minggu, 17 September 2017 - 22:03:07 WIB
LINGKNUGAN, TIRASKITA.COM - Masyarakat Kelurahan Pangkalan Lesung, kabupaten Pelalawan masih mengeluhkan lahannya dicaplok hingga masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Musim Mas.

"Sejak izin HGU dikeluarkan pemerintah pada era 90-an, belum ada upaya kongkrit mengembalikan secara utuh lahan warga masyarakatdesa disini oleh perusahaan Musim Mas," kata Gurun Syahro, tokoh pemuda dan mantan aktivis mahasiswa asal Pangkalan Lesung.

Gurun menceritakan upaya yang sudah dilakukan yakni, pernah mahasiwa dan pemuda setempat tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pangkalan Lesung (Hipmapales) melakukan unjuk rasa dan sekaligus mempertanyakan persoalan itu, namun disayangkan perusahaan pemegang konsesi itu terkesan ingin mempertahankan status HGU di atas lahan warga.

"Sampai saat ini, PT Musim Mas masih belum mau enclave. Padahal masyarakat ingin kepastian hukum atas kepemilikan lahan," tutur Gurun Syahro, tokoh pemuda dan mantan aktivis mahasiswa asal Pangkalan Lesung menceritakan pada awak media melalui ponselnya, Sabtu (16/9/2017).

Menurutnya, ada ratusan hektare lainnya berada di wilayah barat wilayah di Pangkalan Lesung, terdapat perkebunan karet dan kelapa sawit masyarakat, perladangan dan perkuburan ini sudah hancur dan tak kelihatan lagi yang berimbas pada perekonomian warga yang seret.

"Masyarakat sudah menguasai lahantersebut secara turun-temurun selama ratusan tahun. Ada sebagian warga masih dapat memguasai fisik lahan, tapi warga tidak bisa mengurus sertipikat hak milik," teranngnya.

Gurun menilai kasus ini bisa memicu konflik antara perusahaan dan warga. Selain itu warga tidak bisa memanfaatkan lahan sebagai agunan bank.

"Pembiaran kasus ini oleh pihak perusahaan dan pemerintah, memicu kekhawatiran semua kalangan. Dalam jangka panjang isu lahan ini tetap jadi ganjalan hubungan masyarakat dengan perusahaan. Yang kedua, sertipikat itu kan surat berharga, ini berkaitan dengan hak publik. Dan berkait dengan program ekonomi kerakyatan. Artinya kalau status lahan jelas, warga bisa pakai dana bank untuk usaha", tuturnya.

Sementara para mahasiswa Hipmapales juga mempersoalkan lahan yang masuk HGU berada di Dusun Tambun, yang diperkirakan mencapai lebih 2000 hektare juga belum enclave. Dusun yang dihuni ratusan kepala keluarga itu seluruhnya termasuk dalam areal HGU PT Musim Mas.

Warga dan mahasiswa menilai permasalahan dialami sebaiknya cepat diselesaikan oleh pemerintah dan perusahaan. Pemuda dan mahasiswa setempat siap memberikan dukungan untuk mendorong penyelesaian komprehensif yang berujung pada enclave sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau ada itikad baik perusahaan, pasti sudah selesai. Kita harapkan pemerintah ikut campur menyelsaikan, mahasiswa akan mendukung," ujar Bukhori majasiswa Hipmapales.

Humas PT Musim Mas Galingging dikontak ponselnya ditanya mengenai hal ini belum bisa menjelaskan. (Sef).

Sumber : kabarriau.com

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Seminar Pendidikan Politik, DPD NasDem Nias Tampilkan 3 Narasumber Kader Muda NasDem
  • Mahasiswa Paya Bakong di Banda Aceh Akan Adakan MUBES
  • Tari Perang dan Tari Maena Nias Semarakkan Inagurasi AMN Cilacap
  • Marhaenisme
  • Inspektorat Kabupaten Nias Dinilai Sengaja Memperlambat Audit Dugaan Kasus Pertapakan
  • ABN Gelar Aksi Donor Darah "Trust Us We Care"
  • Tingkatkan Kemampuan Alutsista, TNI AU Tambah Pesawat F-16 dan Hercules
  • Alex Noerdin Tetapkan UMP Sumsel 2018 Sebesar Rp2.595.994
  • Pembunuh PNS Cantik Sempat Kabur saat Diperiksa di Bandara Halim
  •  
    Minggu, 15 Januari 2017 - 20:00:13 WIB
    Pemkab Nias Utara Tinjau Kondisi Jalan Rusak Akibat Longsor
    Senin, 16 Januari 2017 - 23:21:40 WIB
    HD Hadiri Acara Pelepasan Mahasiswa STKIP STIE Nias Selatan
    Selasa, 08 Agustus 2017 - 13:18:01 WIB
    Pentingnya Nasionalisme dan Patriotisme
    Menko Puan Berikan Kuliah Umum Kepada Mahasiswa ABN
    Kamis, 04 Mei 2017 - 12:34:21 WIB
    Dr. Benny Pasaribu: Ekonomi Indonesia Tumbuh Tertinggi Ke – 3 diantara Negara G20
    Senin, 22 Mei 2017 - 21:00:12 WIB
    Timnas Futsal Indonesia U-20 Gugur di Babak Perempat Final
    Jumat, 06 Januari 2017 - 08:19:54 WIB
    Australia Lecehkan Pancasila, Begini Pernyataan Politikus PDIP
    Sabtu, 11 Februari 2017 - 15:29:29 WIB
    Rapat Koordinasi Pemkot Gunungsitoli Dihadiri Guru-guru Sekolah Se-kecamatan Gunungsitoli
    Rabu, 20 September 2017 - 13:49:52 WIB
    Status Gunung Agung Siaga, Pariwisata Bali Belum Terpengaruh
    Selasa, 20 Juni 2017 - 00:44:17 WIB
    LSM Penjara Indonesia Optimis, Kapolres Nias Baru Segera Tuntaskan Kasus Penembakan
    Rabu, 07 Juni 2017 - 18:28:46 WIB
    ISIS Klaim Serangan Teror London Bridge Pembunuh 7 Orang
    Sabtu, 31 Desember 2016 - 23:50:20 WIB
    Lantik 4 Pejabat Lingkup Kota Gunungsitoli
    Walikota Tegaskan Jangan Ada Pungli
    Rabu, 28 Juni 2017 - 16:28:11 WIB
    Ketangkap Basah Gadis Cantik Ngaku Ngamar Bersama Sang Ayah
    Rabu, 01 Maret 2017 - 08:09:25 WIB
    Kalah Taruhan, Bouchard Kencan dengan Pria Tak Dikenal
    Sabtu, 17 Juni 2017 - 11:19:57 WIB
    Apa Tujuan Pemberian Bea Siswa? Ini Penjelasan Bupati Nias
    Sabtu, 17 Juni 2017 - 11:41:13 WIB
    Bea Siswa Berprestasi Disalurkan di Kecamatan Hiliduho
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved