Selasa, 17 Juli 2018  
 
Warga Mengeluh, Lahannya Dicaplok oleh PT. Musim Mas

Redaksi | Ekbis
Minggu, 17 September 2017 - 22:03:07 WIB
LINGKNUGAN, TIRASKITA.COM - Masyarakat Kelurahan Pangkalan Lesung, kabupaten Pelalawan masih mengeluhkan lahannya dicaplok hingga masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Musim Mas.

"Sejak izin HGU dikeluarkan pemerintah pada era 90-an, belum ada upaya kongkrit mengembalikan secara utuh lahan warga masyarakatdesa disini oleh perusahaan Musim Mas," kata Gurun Syahro, tokoh pemuda dan mantan aktivis mahasiswa asal Pangkalan Lesung.

Gurun menceritakan upaya yang sudah dilakukan yakni, pernah mahasiwa dan pemuda setempat tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pangkalan Lesung (Hipmapales) melakukan unjuk rasa dan sekaligus mempertanyakan persoalan itu, namun disayangkan perusahaan pemegang konsesi itu terkesan ingin mempertahankan status HGU di atas lahan warga.

"Sampai saat ini, PT Musim Mas masih belum mau enclave. Padahal masyarakat ingin kepastian hukum atas kepemilikan lahan," tutur Gurun Syahro, tokoh pemuda dan mantan aktivis mahasiswa asal Pangkalan Lesung menceritakan pada awak media melalui ponselnya, Sabtu (16/9/2017).

Menurutnya, ada ratusan hektare lainnya berada di wilayah barat wilayah di Pangkalan Lesung, terdapat perkebunan karet dan kelapa sawit masyarakat, perladangan dan perkuburan ini sudah hancur dan tak kelihatan lagi yang berimbas pada perekonomian warga yang seret.

"Masyarakat sudah menguasai lahantersebut secara turun-temurun selama ratusan tahun. Ada sebagian warga masih dapat memguasai fisik lahan, tapi warga tidak bisa mengurus sertipikat hak milik," teranngnya.

Gurun menilai kasus ini bisa memicu konflik antara perusahaan dan warga. Selain itu warga tidak bisa memanfaatkan lahan sebagai agunan bank.

"Pembiaran kasus ini oleh pihak perusahaan dan pemerintah, memicu kekhawatiran semua kalangan. Dalam jangka panjang isu lahan ini tetap jadi ganjalan hubungan masyarakat dengan perusahaan. Yang kedua, sertipikat itu kan surat berharga, ini berkaitan dengan hak publik. Dan berkait dengan program ekonomi kerakyatan. Artinya kalau status lahan jelas, warga bisa pakai dana bank untuk usaha", tuturnya.

Sementara para mahasiswa Hipmapales juga mempersoalkan lahan yang masuk HGU berada di Dusun Tambun, yang diperkirakan mencapai lebih 2000 hektare juga belum enclave. Dusun yang dihuni ratusan kepala keluarga itu seluruhnya termasuk dalam areal HGU PT Musim Mas.

Warga dan mahasiswa menilai permasalahan dialami sebaiknya cepat diselesaikan oleh pemerintah dan perusahaan. Pemuda dan mahasiswa setempat siap memberikan dukungan untuk mendorong penyelesaian komprehensif yang berujung pada enclave sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau ada itikad baik perusahaan, pasti sudah selesai. Kita harapkan pemerintah ikut campur menyelsaikan, mahasiswa akan mendukung," ujar Bukhori majasiswa Hipmapales.

Humas PT Musim Mas Galingging dikontak ponselnya ditanya mengenai hal ini belum bisa menjelaskan. (Sef).

Sumber : kabarriau.com

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sekjen NasDem Yakin Cawapres Jokowi Bisa Buat Gempar
  • Alvyman: Pembangunan Infrastuktur Kecamatan Alasa Sangat Minim
  • Wanita Anggota DPRD dari PKS Selingkuh dengan Anggota Fraksi PKB, Ini Pengakuannya
  • Gereja di Pekanbaru Ditutup Paksa oleh Kelompok Intoleran
  • Tanpa Mahar, DPD Partai NasDem Kabupaten Nias Buka Pendaftaran Bacaleg
  • Wanita ini Dipaksa Melayani Nafsu Seksual Polisi Bringas di Dalam Mobil
  • Berkunjung ke Nias, Edy Rahmayadi Himbau Masyarakat Sumut Melawan Fitnah
  • Panglima TNI dan Kapolri Terima Bintang Kehormatan
  • Dihadiri Wabub, Musda LAMR Kuansing Lancar, Sri Abrinal Jadi Ketua MKA
  •  
    Kamis, 01 Juni 2017 - 15:59:29 WIB
    Sri Mulyani: Ada Pancasila dalam Kebijakan Fiskal dan Pajak
    Kamis, 23 Februari 2017 - 23:58:07 WIB
    Bupati Nias Hadiri Pengukuhan Saber Pungli Kepulauan Nias
    Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:26:26 WIB
    Fenomena Lambang Negara Dibalik, Mahasiswa ABN Kecam Pemerintah Malaysia
    Senin, 26 Juni 2017 - 14:50:57 WIB
    Barack Obama Tiba di Bali, Takjub Keindahan Alam Indonesia
    Rabu, 31 Mei 2017 - 12:48:22 WIB
    Bupati Nias: Mari Pertahankan Pelayanan Sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat
    Jumat, 26 Januari 2018 - 13:23:59 WIB
    Surat Sakti Mentri Kehutanan RI Membawa Keresahan Bagi Masyarakat Kemuning
    Rabu, 09 Agustus 2017 - 23:02:27 WIB
    Lapor Pak Presiden, Pemda Kepulauan Meranti Tidak Mau Bayar Gaji Guru Honorer
    Minggu, 04 Juni 2017 - 22:30:34 WIB
    Menko PMK: Sukseskan Asian Games dengan Cara Gotong Royong
    Sabtu, 11 Februari 2017 - 16:47:56 WIB
    Aniaya Wartawan Metro TV, IJTI Kecam Aksi Anarkis Massa 112
    Sabtu, 21 Januari 2017 - 21:05:33 WIB
    Polisi Tewas Saat Bertemu Informan Jual-Beli Sabu di Jakarta
    Senin, 09 Januari 2017 - 07:06:57 WIB
    Sejak 8 Bulan Mengabdi, Bupati Klaim Telah Banyak Berbuat Membangun Nias Barat
    Rabu, 01 November 2017 - 20:17:29 WIB
    Alex Noerdin Tetapkan UMP Sumsel 2018 Sebesar Rp2.595.994
    Minggu, 01 Januari 2017 - 07:08:54 WIB
    Perayaan Tahun Baru 2017
    Walikota Gunungsitoli Open House di Rumah Pribadinya di Desa Dahana
    Jumat, 30 Desember 2016 - 12:50:16 WIB
    Uraian Penggunaan dan Pengelolaan APBDesa Tahun 2016 di Desa Siforoasi
    APBDes Tahun 2016 Mengubah Wajah Desa Siforoasi Kecamatan Somolo-Molo
    Selasa, 20 Juni 2017 - 00:44:17 WIB
    LSM Penjara Indonesia Optimis, Kapolres Nias Baru Segera Tuntaskan Kasus Penembakan
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved