Kamis, 18 Oktober 2018  
 
Warga Mengeluh, Lahannya Dicaplok oleh PT. Musim Mas

Redaksi | Ekbis
Minggu, 17 September 2017 - 22:03:07 WIB
LINGKNUGAN, TIRASKITA.COM - Masyarakat Kelurahan Pangkalan Lesung, kabupaten Pelalawan masih mengeluhkan lahannya dicaplok hingga masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Musim Mas.

"Sejak izin HGU dikeluarkan pemerintah pada era 90-an, belum ada upaya kongkrit mengembalikan secara utuh lahan warga masyarakatdesa disini oleh perusahaan Musim Mas," kata Gurun Syahro, tokoh pemuda dan mantan aktivis mahasiswa asal Pangkalan Lesung.

Gurun menceritakan upaya yang sudah dilakukan yakni, pernah mahasiwa dan pemuda setempat tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pangkalan Lesung (Hipmapales) melakukan unjuk rasa dan sekaligus mempertanyakan persoalan itu, namun disayangkan perusahaan pemegang konsesi itu terkesan ingin mempertahankan status HGU di atas lahan warga.

"Sampai saat ini, PT Musim Mas masih belum mau enclave. Padahal masyarakat ingin kepastian hukum atas kepemilikan lahan," tutur Gurun Syahro, tokoh pemuda dan mantan aktivis mahasiswa asal Pangkalan Lesung menceritakan pada awak media melalui ponselnya, Sabtu (16/9/2017).

Menurutnya, ada ratusan hektare lainnya berada di wilayah barat wilayah di Pangkalan Lesung, terdapat perkebunan karet dan kelapa sawit masyarakat, perladangan dan perkuburan ini sudah hancur dan tak kelihatan lagi yang berimbas pada perekonomian warga yang seret.

"Masyarakat sudah menguasai lahantersebut secara turun-temurun selama ratusan tahun. Ada sebagian warga masih dapat memguasai fisik lahan, tapi warga tidak bisa mengurus sertipikat hak milik," teranngnya.

Gurun menilai kasus ini bisa memicu konflik antara perusahaan dan warga. Selain itu warga tidak bisa memanfaatkan lahan sebagai agunan bank.

"Pembiaran kasus ini oleh pihak perusahaan dan pemerintah, memicu kekhawatiran semua kalangan. Dalam jangka panjang isu lahan ini tetap jadi ganjalan hubungan masyarakat dengan perusahaan. Yang kedua, sertipikat itu kan surat berharga, ini berkaitan dengan hak publik. Dan berkait dengan program ekonomi kerakyatan. Artinya kalau status lahan jelas, warga bisa pakai dana bank untuk usaha", tuturnya.

Sementara para mahasiswa Hipmapales juga mempersoalkan lahan yang masuk HGU berada di Dusun Tambun, yang diperkirakan mencapai lebih 2000 hektare juga belum enclave. Dusun yang dihuni ratusan kepala keluarga itu seluruhnya termasuk dalam areal HGU PT Musim Mas.

Warga dan mahasiswa menilai permasalahan dialami sebaiknya cepat diselesaikan oleh pemerintah dan perusahaan. Pemuda dan mahasiswa setempat siap memberikan dukungan untuk mendorong penyelesaian komprehensif yang berujung pada enclave sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau ada itikad baik perusahaan, pasti sudah selesai. Kita harapkan pemerintah ikut campur menyelsaikan, mahasiswa akan mendukung," ujar Bukhori majasiswa Hipmapales.

Humas PT Musim Mas Galingging dikontak ponselnya ditanya mengenai hal ini belum bisa menjelaskan. (Sef).

Sumber : kabarriau.com

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Raup Suara Terbanyak Belum Tentu Duduk di Kursi DPR
  • Dinas PUPR Riau, Ajukan Tambahan Dana Bangun Gedung Kejati Rp39 M
  • Pasangan Suami Istri Tewas Seketika
  • Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari TNI Ke-73
  • DPW MOI Riau Segera Dikukuhkan
  • Amin Rais Diperiksa Polisi
  •  
    Selasa, 09 Oktober 2018 - 12:32:06 WIB
    Pasti dukungan anda duduk
    Raup Suara Terbanyak Belum Tentu Duduk di Kursi DPR
    Kamis, 01 Juni 2017 - 16:45:19 WIB
    Menkumham Yasonna Kenakan Pakaian Adat Nias di Hari Lahir Pancasila
    Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:26:26 WIB
    Fenomena Lambang Negara Dibalik, Mahasiswa ABN Kecam Pemerintah Malaysia
    Senin, 05 Juni 2017 - 21:03:46 WIB
    Tanggapi Fenomena Beras Raskin Busuk, Ini Pernyataan Ketua Presiden Mahasiswa STIE Pembnas Nias
    Rabu, 03 Mei 2017 - 17:41:05 WIB
    Polisi Selidiki Bisnis Pelacuran Pelajar SMA
    Rabu, 07 Juni 2017 - 18:28:46 WIB
    ISIS Klaim Serangan Teror London Bridge Pembunuh 7 Orang
    Sabtu, 31 Desember 2016 - 18:33:40 WIB
    Polemik Listrik Yang Berkepanjangan di Nias
    Persoalan Listrik di Nias Belum Tuntas, Bupati Nias Sambangi PLTG Idanoi
    Senin, 22 Mei 2017 - 21:00:12 WIB
    Timnas Futsal Indonesia U-20 Gugur di Babak Perempat Final
    Rabu, 20 September 2017 - 13:46:36 WIB
    72 Anggota Bawaslu Periode 2017-2022 Provinsi Telah Dilantik
    Sabtu, 11 Februari 2017 - 15:35:49 WIB
    Pemkot Gunungsitoli Gelar "Hearing Public" Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan di Kota Gunungsi
    Minggu, 25 Februari 2018 - 21:13:17 WIB
    Polisi Gagalkan Penyelundupan Minyak Tanah Bersubsidi di Pelabuhan Angin Gunungsitoli
    Jumat, 08 September 2017 - 20:14:21 WIB
    Insiden Penembakan di Nias Akan Dibawa ke Ombudsman dan Kompolnas
    Rabu, 25 Januari 2017 - 09:31:24 WIB
    Korban Ngaku Dipukul Pakai Rotan, Rektor UII Sebut Hanya Ranting
    Senin, 02 Januari 2017 - 23:34:50 WIB
    Walikota Klaim Telah Bekerja Keras Membenahi Kota Gunungsitoli
    Jumat, 09 Juni 2017 - 12:07:57 WIB
    Kader Partai NasDem ini, Turun ke Jalan Demon Bersama Warga
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved