Senin, 17 Juni 2024  
 
KONFLIK PALESTINA-ISRAEL

Oke | Pendidikan
Senin, 10 Juni 2024 - 14:18:32 WIB

Konflik
TERKAIT:
   
 
Sejarah konflik : Palestina-Israel bermula dari awal abad ke-20, ketika kesultanan ottoman dikalahkan Inggris dalam perang dunia I, wilayah Palestina diambil alih oleh Inggris. 

Pada tahun 1917, Deklarasi Balfour mendukung pendirian rumah nasional Yahudi di Palestina. 

Hal ini mendorong bangsa Yahudi dari berbagai belahan dunia datang ke tanah Palestina. 

Selama periode ini, imigrasi Yahudi meningkat, dan ketegangan antara komunitas Yahudi dan Arab Palestina tumbuh. 

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil alih mandat atas Palestina yang sebelumnya dikuasai oleh Inggris. 

PBB membagi wilayah tersebut menjadi dua negara, satu untuk orang Arab Palestina dan satu untuk bangsa Yahudi.

Pembagian tersebut diadopsi sebagai Resolusi PBB Nomor 181 pada tahun 1947. Namun, Arab Palestina menolak pembagian tersebut, memicu Perang Arab-Israel pertama pada tahun 1948 yang dimenangkan oleh Israel, yang mengakibatkan pembentukan negara Israel dan pengungsian rakyat Palestina.


Akar Historis

Akar konflik Israel-Palestina dapat ditelusuri kembali ke akhir abad ke-19 dan awal abad ke- 20 ketika gerakan Zionisme, yang berusaha untuk membangun tanah air Yahudi, mulai mendapatkan momentum. 

Pamphlet The Jewish State yang ditulis oleh Theodor Herzl (1860- 1904), seorang Yahudi Austria-Hungaria, sering dilihat sebagai dokumen dasar Zionisme politik modern. 

Tujuan gerakan ini adalah untuk membangun tanah air Yahudi di Palestina, yang pada saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman.

Penyebab terjadinya konflik Israel-Palestina

Konflik dipicu kebijakan sepihak Israel yang akan menggusur warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem, yang kemudian memunculkan aksi kekerasan dan berujung pada pertempuran antara Hamas dan Militer Israel. 

Tulisan ini mengkaji mengapa konflik Palestina-Israel terjadi dan bagaimana seharusnya disikapi masyarakat internasional.

Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel


Upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel telah ada selama puluhan tahun, diantaranya Perjanjian Oslo pada tahun 1993 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), serta perundingan Camp David pada tahun 2000 yang hampir mencapai kesepakatan tetapi akhirnya gagal. 

Selain itu, banyak negara dan organisasi internasional telah mencoba berperan sebagai mediator dalam konflik ini, termasuk negara-negara Arab, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Uni Eropa. Meskipun upaya-upaya ini telah dilakukan, konflik Palestina-Israel masih berlanjut. 

Tantangan besar meliputi masalah pembangunan pemukiman Israel, keamanan Israel, hak Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri, dan upaya untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Peran PBB dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina


Upaya PBB dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina adalah dengan melakukan serangkaian perundingan dan negosiasi yang melibatkan kedua negara.
Dalam upaya mendamaikan Israel-Palestina, PBB berperan sebagai mediator yang berusaha untuk memediasi kepentingan antara Palestina dan Israel.

Adapun mediasi yang dilakukan PBB adalah usaha diplomatik yang ditujukan untuk menyelesaikan sengketa yang sudah terjadi selama lebih dari 100 tahun ini.

Adapun mediasi yang dilakukan PBB adalah usaha diplomatik yang ditujukan untuk menyelesaikan sengketa yang sudah terjadi selama lebih dari 100 tahun ini. 

Selain itu, ada juga sejumlah resolusi yang dikeluarkan PBB yang memengaruhi konflik yang terjadi antara Israel-Palestina.

Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, PBB telah terlibat dalam setiap upaya negosiasi Israel-Palestina secara tidak langsung.

Keterlibatan PBB sudah terjadi sejak 1947, yakni pemisahan tanah Palestina menjadi negara Yahudi, Arab, dan Yerusalem melalui dikeluarkannya Resolusi 181.

Peran Indonesia dalam upaya perdamaian antara Palestina-Israel


Peran Indonesia dalam upaya perdamaian antara Israel-Palestina melibatkan dukungan politik, bantuan kemanusiaan, dan advokasi internasional untuk solusi dua negara. Indonesia telah menekankan pentingnya dialog, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam penyelesaian konflik.
Indonesia juga memberikan dukungan secara moral kepada rakyat palestina dalam berbagai kesempatan Untuk mendukung kemerdekaan, inilah Contoh nyata dari pemerintah Indonesia yang diberikan atas kepercayaan kedua negara tersebut. Pemerintah Indonesia juga sering mendukung Palestina melalui beberapa organisasi Internasional & gerakan.

Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk mengajak negara-negara anggota seperti PBB, OKI, GNB dan ASEAN melalui jalur diplomasi untuk terus mengingat apa yang sedang terjadi di negara Palestina. Tujuan pemerintah indonesia dalam upacaya ini telah tecantum
Dalam alinea pertama dan keempat pembukaan UUD 1945 yaitu untuk menghapus penjajahan global dan menjaga ketertiban global.

                                                                              Penulis 

                                                                                           Kelompok 6 mahasiswa Universitas Riau


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tantangan Penerapan Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar
  • Sekretariat DPRD Jawa Barat Terima Kunjungan Kerja DPRD Jambi dan Kab Cirebon
  • Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Pemkot Cimahi lakukan Monitoring Ke Pasar Tradisional
  • Pemkot Cimahi Siapkan Generasi Emas Dan Integritas Pelayanan KBKR
  • Pemkot Cimahi Resmi Meluncurkan Call Center Campernik 112
  • Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pemkot Cimahi Gelar Uji Emisi Gratis
  • Pansus DPRD Jabar Berharap Kebutuhan Petani Organik, Pemerintah Harus Hadir
  • Kabag Sekretariat DPRD Jabar Iman Tohidin Menerima Studi Banding DPRD Sumatera Utara
  • KONFLIK PALESTINA-ISRAEL
  •  
     
     
    Senin, 22 Mei 2023 - 12:38:41 WIB
    Satgas TMMD 116 Kodim 0319/Mtw, Terus Kebut Pekerjaaan Fisik
    Senin, 10 Oktober 2022 - 07:45:04 WIB
    DPP GPSH: KAPAN OKNUM BPN KARANG ASEM BALI DIGEBUG & DICOPOT ?
    Rabu, 30 Desember 2020 - 15:03:33 WIB
    Ridwan Kamil Minta Antara Sumbang Hak Cipta Foto untuk Monumen Pahlawan COVID-19
    Selasa, 19 Januari 2021 - 12:49:04 WIB
    Tren Kepatuhan Pakai Masker dan Jaga Jarak di Jabar Meningkat
    Selasa, 06 April 2021 - 09:16:02 WIB
    Kapolda Riau Dukung Penuh Program Strategis Nasional Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat
    Jumat, 02 Februari 2024 - 19:09:58 WIB
    350 Ton Lebih Bantuan CPP Di Salurkan Ke Masyarakat Kota Cimahi
    Senin, 29 Juni 2020 - 12:42:16 WIB
    LAWAN COVID-19
    Covid-19, Bupati Kampar Irup Apel Penyemprotan Disinfektan Secara Massal
    Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:46:50 WIB
    Wagub Jabar Sebut Pangandaran Juga Punya Potensi Wisata Gunung
    Jumat, 25 November 2022 - 08:04:03 WIB
    6 Bulan Buron, Otak Pelaku Perusak Hutan Tesso Nilo Ditangkap KLHK dan Polda Riau
    Senin, 21 Desember 2020 - 12:06:11 WIB
    Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Rapat Empat Mata, Tidak Libatkan Jajaran Menteri
    Rabu, 07 September 2022 - 10:07:18 WIB
    Polda Riau Gagalkan Pengiriman 40 Kilogram Sabu Asal Malaysia ke Bengkalis
    Senin, 01 Februari 2021 - 17:03:03 WIB
    Kondisi Telungkup,
    Wagiran Warga Desa Simpat Empat Ditemukan Tewas
    Senin, 12 April 2021 - 09:05:26 WIB
    Kasus Sengketa Lahan di Pelalawan Riau Jadi Atensi Jokowi
    Sabtu, 19 Desember 2020 - 11:39:06 WIB
    Puluhan Napi Kasus Narkoba Riau di Pindahkan ke Nusakambangan
    Rabu, 26 Oktober 2022 - 12:26:06 WIB
    Hakim Tolak Keberatan Ferdy Sambo, Sidang Lanjut ke Pembuktian!
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved