Kementerian pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan akhirnya mengeluarkan edaran tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran / Perdagangan Daging Anjing
Kementerian pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan akhirnya mengeluarkan edaran tentang Peningkatan Pen" />
Minggu, 15 09 2019  
 
Anjing Bukan Makanan, Waspada ....Ini Aturannya

| Kesehatan
Kamis, 04 Oktober 2018 - 08:07:15 WIB
JAKARTA   -  Kementerian pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan akhirnya mengeluarkan edaran tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran / Perdagangan Daging Anjing


Surat edaran ini dikeluarkan  pada tanggal 25 September 2018 lalu akan menjadi payung hukum untuk melarang setiap tindakan perdagangan anjing untuk dijadikan bahan makanan.

Surat edaran dari Kementerian Pertanian Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan No 9874/SE/PK.420/F/09/2018 ditujukan kepada stakeholder terkait yakni seluruh  Kepala Dinas Provinsi, Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, Kepala Balai Besar Veteriner, Kepala Balai Veteriner, Kepala Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan.

Dalam Surat Edaran ini  menegaskan bahwa: 
Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku bahwa daging Anjing  tidak termasuk dalam defenisi bahan makanan.

Selanjutnya ditegaskan bahwa dinas terkait  diminta untuk mengawasi lalu lintas peredaran daging anjing dan veteriner  untuk TIDAK MEMBERIKAN SURAT KESEHATAN HEWAN PANGAN (SKHP) BAGI DAGING ANJING DAN ANJING HIDUP UNTUK DIKONSUMSI.

Surat keterangan kesehatan hewan hanya boleh diberikan kepada anjing hidup dengan peruntukannya sebagai hewan peliharaan kesayangan atau untuk berburu.

Tujuan surat edaran ini  untuk menjamin Kesejahteraan Hewan Domestik dan Satwa Dilindungi dan untuk menjamin kesehatan hewan nasional dan menjamin ketentraman bathin masyarakat dalam mendapatkan pangan yang sehat dan halal.

Melalui Surat edaran ini diharapkan tercapainya  Kesejaheraan hewan domestik dan menghindari anjing menjadi korban    Kekerasan manusia. 

Surat edaran ini disambut dengan sukacita oleh masyarakat baik pencinta  anjing maupun masyarakat luas yang menginginkan bahan makanan terbebas dari unsur2 tidak halal. ***


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas, TNI - Polri Yogya Gowes Bareng
  • Bergulir Di PN Pekanbaru, Terdakwa Diduga Menilep 400 Juta
  • Sail Nias Momentum Tepat Buat Revitalisasi Pariwisata Nias
  • Sekda Inhil : APBD Perubahan Untuk Membayar Kegiatan 2018
  • Adrianus Zega, Warek 3 IKIP Gunungsitoli Minta Maaf Dihadapan Mahasiswa
  • Kakesdam IV dan Karumkit RST Magelang Menjadi Anggota Delegasi 5th Thainesia Militart Medicine Meet
  • Danramil 07/Alasa Sampaikan Sambutan Pada Acara Pengukuhan FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa
  • Pengurus FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa Resmi Dikukuhkan
  • Babinsa Koramil 07/Alasa, Kodim 0213/Nias Laksanakan Gotong Royong Memperbaiki Jembatan Belu
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved