Minggu, 15 09 2019  
 
Modus Proyek 6 Miliar
Bergulir Di PN Pekanbaru, Terdakwa Diduga Menilep 400 Juta

Sefi | Hukrim
Rabu, 04 September 2019 - 10:51:26 WIB
PEKANBARU - Persidangan kasus penggelapan dengan modus proyek 6 Miliar bergulir dipengadilan. Dengan agenda mendengarkan keterangan saksi  pelapor, Sokhiatulo Laia, Selasa (03/09/19),

Sidang majelis hakim  di ketuai  Iwan Irawan SH ini berlangsung biasa saja. Diawali dengan pengambilan sumpah pelapor terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan Majelis Hakim atas kronologis penggelapan hingga bergulir di pengadilan.

Didepan Majelis Hakim yang dihadiri puluhan pengunjung tersebut, pelapor menceritakan berawal ketika terdakwa PS menawarkan proyek pekerjaan tanah timbun senilai Rp 6 miliar di Pelintung Dumai tahun 2017 silam dengan iming-iming keuntungan proyek 60 persen buat pelapor dan 40 persen untuk terdakwa.

Namun dalam perkembangannya proyek tersebut tidak ada sehingga pelapor meminta terdakwa mengembalikan uang modal proyek Rp 400 juta yang ia serahkan pada 8 Januari 2018. Akan tetapi hingga November 2018 terdakwa tak kunjung mengembalikan.

Dinilai tak koperatif, pelapor akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Riau. Dalam perkembangannya, penyidik Polda Riau melakukan serĂ ngkaian pemeriksaan terhadap Sokhiatulo Laia (saksi), Yoserizal (saksi), Budi Barnabas (saksi), dan PS (terlapor).

Menjawab Ketua Majelis Hakim Iwan Irawan siapa saja yang hadir saat uang tersebut diserahkan, pelapor pun menjawab ada 6 orang. Hanya saja diantara 6 orang tersebut ada yang tak ia kenal.

Usai mendengar keterangan pelapor oleh Majelis Hakim dan Jaksa penuntut Wilsariani SH, Penasehat Hukum (PH) terdakwa PS, Sarmon Silitonga SH dipersilahkan bertanya kepada pelapor, dengan mengingatkan agar PH tidak menanyakan lagi apa yang sudah ditanyakan hakim dan Jaksa.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, PH terdakwa yang berupaya membela kepentingan kliennya itu tampak pede penuh semangat. Hal ini terbukti ketika Sarmon memulai pertanyaan kepada pelapor, suaranya cukup menggelegar seisi ruangan sidang.

Namun, entah karena lupa dengan apa yang sudah diingatkan Hakim sebelumnya dan melontarkan panggilan kamu terhadap pelapor, anggota Majelis Hakim Basman menghardik PH Sarmon.

Sambil memukul meja, Basman mengingatkan Sarmon agar mematuhi aturan persidangan. Pengunjung pun tampak tegang akibat akibat kesalahan yang dibuat PH tersebut.

Sadar atas kekeliruannya, PH Sarmon meminta maaf kepada Majelis Hakim. Ia pun kembali melancarkan berbagai pertanyaan kepada pelapor.

Namun, entah karena terlalu bersemangat, Sarmon kembali membuat kesalahan dengan panggilan kamu terhadap pelapor dan menanyakan kembali apa yang sudah ditanyakan Hakim dan Jaksa.

Alhasil, Hakim Basman kembali menghardik PH Sarmon sambil memukul meja. Basman mengingatkan Sarmon, agar mematuhi etika persidangan.

Usai mendengar keterangan, Ketua Majelis Hakim Iwan Irawan mengatakan, sidang kasus penggelapan ini akan dilanjutkan pekan depan. (fin).


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas, TNI - Polri Yogya Gowes Bareng
  • Bergulir Di PN Pekanbaru, Terdakwa Diduga Menilep 400 Juta
  • Sail Nias Momentum Tepat Buat Revitalisasi Pariwisata Nias
  • Sekda Inhil : APBD Perubahan Untuk Membayar Kegiatan 2018
  • Adrianus Zega, Warek 3 IKIP Gunungsitoli Minta Maaf Dihadapan Mahasiswa
  • Kakesdam IV dan Karumkit RST Magelang Menjadi Anggota Delegasi 5th Thainesia Militart Medicine Meet
  • Danramil 07/Alasa Sampaikan Sambutan Pada Acara Pengukuhan FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa
  • Pengurus FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa Resmi Dikukuhkan
  • Babinsa Koramil 07/Alasa, Kodim 0213/Nias Laksanakan Gotong Royong Memperbaiki Jembatan Belu
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved