Selasa, 27 Oktober 2020  
 
Kapolri Idham Azis: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati karena Sudah Tahu Hukum

Riswan L | Hukrim
Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:49:33 WIB
Jakarta, Tiraskita.com - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memimpin pemusnahan narkoba 
di halaman Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).

Adapun barang haram yang dimusnahkan kali ini antara lain 1,2 ton sabu, 35.000 butir ekstasi, dan 410 paket ganja.

Barang
bukti itu merupakan pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional
dari Iran-Pakistan-China-Aceh-Jakarta yang diungkap Satuan Tugas Khusus
(Satgasus) Polri pada priode Mei sampai Juni 2020.

Dalam acara
pemusnahan sabu-sabu itu, turut hadir Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua
Komisi III DPR Herman Herry, BNN, Kejaksaan Agung, dan sejumlah pihak
lainnya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengapresiasi kinerja
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana yang berkomitmen dalam upaya
pemberantasan narkoba.

"Saya mengapresiasi Bapak Kapolda Metro
Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana yang betul-betul memberikan atensi dan
perhatian pada penyalahgunaan narkoba," kata Idham di Jakarta pada Kamis
(2/7/2020).

Lebih lanjut, Idham mengatakan, dirinya meminta
hukuman berat bagi anggota Polri yang terlibat kasus narkoba. Adapun
hukuman yang pantas diberikan adalah hukuman mati.

"Kalau
polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati
sebenarnya, karena dia sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum, seperti
itu," ucap Idham.

"Kita harus bagus, bagaimana kita yang memberantas narkoba kalau kita sendiri bagian dari itu."

Idham
menjelaskan bahwa pernyataannya itu bukan tanpa alasan. Sebab, kata
dia, bahaya narkoba bisa timbul dari luar dan dalam internal kepolisian
sendiri.

"Bahaya narkoba itu bisa datang dari dua sisi, dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri,” ujar Idham.

Baca Juga: Kapolri Idham Azis Ganti 6 Kapolres, 3 di Antaranya Hendak Diperiksa, Berikut Nama-namanya

Idham
pun mengaku selalu menanyakan kepada Direktorat Narkoba jika berhasil
mengungkap sebuah kasus narkoba. Terutama mengenai barang bukti yang
harus betul-betul dijaga dan segera dimusnahkan.

Idham juga tak
menampik bisnis narkoba memang menjanjikan keuntungan besar. Karenanya,
bisa membuat banyak orang tergiur menjalankan bisnis haram tersebut.

"Kalau (barang bukti) tidak cepat dimusnahkan, iman bisa goyah, pegang segenggam bisa dapat miliaran,” ujarnya.

"Saya
kalau ngomong ini banyak yang tidak suka, karena saya terlalu berterus
terang. Tapi begitu Presiden kemarin sudah perintah, kita harus
reformasi total."

Baca Juga: Dukung New Normal, Kapolri Idham Azis Cabut Maklumat Penanganan Covid-19

Oleh
karena itu, Idham meminta pengawasan terhadap para anggota polisi yang
bersentuhan langsung dengan narkotika agar diawasi ketat.

Salah
satunya dengan mengadakan cek urine berkala. Jika terbukti menggunakan
narkotika, ia meminta hukuman yang dikenakan harus seberat
mungkin.***

Sumber:Kompas.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tidak Tahan Bertahun-tahun Jadi Pemuas Nafsu Kakak Ipar, Akhirnya Gadis Ini Ungkap Kronologinya
  • Tuntut Kenaikan Upah Minimun, Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi Demo Besok
  • Jokowi Minta Harga Vaksin Covid-19 Terjangkau Oleh Masyarakat
  • Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Ridwan Kamil : Jadi Pelajaran Paslon Pilkada
  • Biadab !!! Gadis 15 Tahun Digilir 7 Pemuda Hingga Hamil 1 Bulan
  • Hari Ini Dua Daerah Melaporkan Nihil Kasus Covid-19
  • Arief Budiman Sembuh dari Covid-19, Besok Mulai Ngantor
  • Viral Pria di NTT Digantung Gara-Gara Bawa Lari Anak Gadis Orang, Sang Ibu : Mereka Sama-Sama Suka
  • Sadima Zebua Derita Kanker 9 Bulan, Eliyunus bersama istri berikan Tali Asih
  •  
     
     
    Minggu, 12 Juli 2020 - 09:55:27 WIB
    Lawan Mafia BUMN
    Bara JP Riau Apresiasi Penuh Erick Thohir “Bersihkan BUMN”
    Sabtu, 11 April 2020 - 12:28:52 WIB
    LAWAN VIRUS CORONA
    Kaderisman Minta PLH Bupati Bengkalis Evaluasi kinerja Disnakertrans
    Selasa, 13 Oktober 2020 - 16:29:43 WIB
    Polda Jabar Usut Demonstran yang Nyaris Aniaya Polantas di Bandung
    Selasa, 30 Juni 2020 - 11:15:41 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Gencar Melakukan Komsos Kepada Warganya
    Kamis, 06 Februari 2020 - 20:39:59 WIB
    Bupati Bengkalis Ditahan KPK
    Kamis, 16 Juli 2020 - 12:21:11 WIB
    Tokoh masyarakat Nilai Kepemimpinan Catur Sugeng Tak Ubah Seperti Mantan Bupati HR. Soebrantas
    Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:16:27 WIB
    6 Bangunan Bersejarah di Pekanbaru Ini Bangkitkan Kenangan Tempo Dulu
    Selasa, 15 September 2020 - 13:09:50 WIB
    MOI Jatim: Tak Ada Syarat Verifikasi Dewan Pers untuk Kerjasama Pemda
    Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:48:58 WIB
    Tim Sosialisasi Binpers TNI AU Kunjungi Lanud Sugiri Sukani
    Senin, 13 Januari 2020 - 02:55:26 WIB
    kabar Gembira
    Sriwijaya Air Group Tambah Jatah Bagasi Gratis Pelanggannya
    Jumat, 16 Oktober 2020 - 08:32:11 WIB
    Judi Togel Marak, Kapolda Diminta Atensinya
    Jumat, 05 Juni 2020 - 09:19:47 WIB
    ANGGARAN 100 JUTA COVID-19 UNTUK KELURAHAN
    Kini Terungkap Dana 100 Juta Bantuan Per RW Kota Pekanbaru Bermasalah
    Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:21:11 WIB
    LAWAN KORUPSI
    Beri Putrinya Jajan Rp 100 Juta Per Bulan, Sang Ayah Terdakwa Korupsi Jiwasraya
    Selasa, 14 April 2020 - 11:26:56 WIB
    Penyebaran Transmisi Lokal Covid-19
    Waspada, Riau Sudah Masuk Zona Merah Pandemi Covid-19
    Rabu, 15 April 2020 - 07:10:03 WIB
    VIRUS CORONA
    Komisi II - Mendagri - KPU Sepakati Pilkada Serentak 9 Desember 2020
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved