Senin, 10 08 2020  
 
Kapolri Idham Azis: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati karena Sudah Tahu Hukum

Riswan L | Hukrim
Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:49:33 WIB
Jakarta, Tiraskita.com - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memimpin pemusnahan narkoba 
di halaman Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).

Adapun barang haram yang dimusnahkan kali ini antara lain 1,2 ton sabu, 35.000 butir ekstasi, dan 410 paket ganja.

Barang
bukti itu merupakan pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional
dari Iran-Pakistan-China-Aceh-Jakarta yang diungkap Satuan Tugas Khusus
(Satgasus) Polri pada priode Mei sampai Juni 2020.

Dalam acara
pemusnahan sabu-sabu itu, turut hadir Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua
Komisi III DPR Herman Herry, BNN, Kejaksaan Agung, dan sejumlah pihak
lainnya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengapresiasi kinerja
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana yang berkomitmen dalam upaya
pemberantasan narkoba.

"Saya mengapresiasi Bapak Kapolda Metro
Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana yang betul-betul memberikan atensi dan
perhatian pada penyalahgunaan narkoba," kata Idham di Jakarta pada Kamis
(2/7/2020).

Lebih lanjut, Idham mengatakan, dirinya meminta
hukuman berat bagi anggota Polri yang terlibat kasus narkoba. Adapun
hukuman yang pantas diberikan adalah hukuman mati.

"Kalau
polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati
sebenarnya, karena dia sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum, seperti
itu," ucap Idham.

"Kita harus bagus, bagaimana kita yang memberantas narkoba kalau kita sendiri bagian dari itu."

Idham
menjelaskan bahwa pernyataannya itu bukan tanpa alasan. Sebab, kata
dia, bahaya narkoba bisa timbul dari luar dan dalam internal kepolisian
sendiri.

"Bahaya narkoba itu bisa datang dari dua sisi, dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri,” ujar Idham.

Baca Juga: Kapolri Idham Azis Ganti 6 Kapolres, 3 di Antaranya Hendak Diperiksa, Berikut Nama-namanya

Idham
pun mengaku selalu menanyakan kepada Direktorat Narkoba jika berhasil
mengungkap sebuah kasus narkoba. Terutama mengenai barang bukti yang
harus betul-betul dijaga dan segera dimusnahkan.

Idham juga tak
menampik bisnis narkoba memang menjanjikan keuntungan besar. Karenanya,
bisa membuat banyak orang tergiur menjalankan bisnis haram tersebut.

"Kalau (barang bukti) tidak cepat dimusnahkan, iman bisa goyah, pegang segenggam bisa dapat miliaran,” ujarnya.

"Saya
kalau ngomong ini banyak yang tidak suka, karena saya terlalu berterus
terang. Tapi begitu Presiden kemarin sudah perintah, kita harus
reformasi total."

Baca Juga: Dukung New Normal, Kapolri Idham Azis Cabut Maklumat Penanganan Covid-19

Oleh
karena itu, Idham meminta pengawasan terhadap para anggota polisi yang
bersentuhan langsung dengan narkotika agar diawasi ketat.

Salah
satunya dengan mengadakan cek urine berkala. Jika terbukti menggunakan
narkotika, ia meminta hukuman yang dikenakan harus seberat
mungkin.***

Sumber:Kompas.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Buron Sejak Maret 2020, Plt Bupati Bengkalis, Muhammad, Diciduk Polisi
  • ASISTEN II, DISPERPUSIP DAN KADIN JATIM DUKUNG PENDIRIAN PERPUSTAKAAN PERS
  • Danlanud S Sukani Majalengka Vicon Dengan Pangkoopsau I
  • Heboh! Fenomena Langka Awan Mirip Gelombang Tsunami Muncul di Aceh
  • Gunung Sinabung Meletus, Senin 10 Agustus 2020, Erupsi 5 Kali Lebih Besar dari Letusan Sebelumnya
  • Lanud S Sukani Majalengka Adakan Tes Psikologi
  • HM Wardan Sambut Baik Kunjungan Kunker DPD RI Komite II Riau
  • Bupati Kampar Hadiri Musda Partai Golkar X
  • Pemkab Kampar Siapkan Inovasi Kecapi Ramkit ke Kemendagri
  •  
     
     
    Selasa, 14 Juli 2020 - 11:25:27 WIB
    Tahun Depan Pemda Kampar Agarkan Rp 21 Milyar Untuk Pelayanan Kesehatan
    Jumat, 28 Februari 2020 - 14:23:21 WIB
    Pemerintah Hormati Kebijakan Penangguhan Visa Umrah Arab Saudi
    Sabtu, 18 Juli 2020 - 11:03:09 WIB
    TNI Bangun MCK Dilokasi Pengungsian Banjir Bandang
    Selasa, 07 Juli 2020 - 12:55:58 WIB
    Brigjen Pol. Kennedy Jabat Ka.BNN Riau
    Minggu, 24 Mei 2020 - 13:06:47 WIB
    LAWAN COVID-19
    Diperketat, Sudah 1.500 an Kendaraan Disuruh Putar Balik di Perbatasan Riau-Sumbar
    Minggu, 09 Februari 2020 - 15:44:22 WIB
    Ditresnarkoba Polda Riau Kembali Mengamankan 35 Kg Jenis Sabu
    Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:49:33 WIB
    Kapolri Idham Azis: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati karena Sudah Tahu Hukum
    Jumat, 19 Juni 2020 - 21:31:14 WIB
    Pia Ardhya Garini Cab. 6/D.I Lanud S Sukani Bagikan Sembako
    Kamis, 25 Juni 2020 - 09:05:39 WIB
    PDI Perjuangan: Indonesia Negara Hukum
    Bendera PDI Perjuangan Dibakar, Ini Sikap Tegas DPP PDI Perjuangan
    Rabu, 15 April 2020 - 07:10:03 WIB
    VIRUS CORONA
    Komisi II - Mendagri - KPU Sepakati Pilkada Serentak 9 Desember 2020
    Kamis, 26 Maret 2020 - 12:17:14 WIB
    Menteri Kabinet Diminta Tak Melayat Ibunda Jokowi ke Solo
    Rabu, 20 Mei 2020 - 11:19:32 WIB
    77 Orang Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
    Rabu, 17 Juni 2020 - 16:06:38 WIB
    Sertu Anoita Giawa Dampingi Pemerintah Desa Awoni Lauso Salurkan BLT-DD Pada Masyarakat
    Minggu, 12 April 2020 - 12:16:34 WIB
    MUTASI PERWIRA TINGGI TNI
    Danrem 031/WB Ikut Bergeser, Panglima TNI Mutasi 329 Perwira Tinggi
    Minggu, 14 Juni 2020 - 15:16:16 WIB
    Protes Kebijakan Dana Publikasi Media di DPRD Pelalawan
    Pranseda S,SH: Pemangkasan Anggaran Publikasi Media Akan Mengundang Kekecewaan Media
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2019 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved