Jum'at, 05 Maret 2021  
 
Modus Dukun Pengganda Uang Tipu Korban, Ada yang Ngaku Punya Ilmu Hilang

Arif Hulu | Hukrim
Sabtu, 26 September 2020 - 21:48:47 WIB
Tiraskita.com

Zaman modern seperti sekarang masih ada masyarakat yang mempercayai dukun – dukun yang diklaim bisa memberikan kekayaan, tanpa harus kerja keras. Alhasil, para dukun ini leluasa melakukan aksinya dengan memanfaatkan warga yang terperdaya untuk melancarkan aksi penggelapan atau penipuan bermodus menggandakan kekayaan.

Umumnya para dukun ini mengaku bisa memberikan kekayaan hingga triliunan rupiah. Bewberapa kejadian   aksi dukun bermodus menggandakan uang, namun akhirnya melakukan penggelapan terjadi di sejumlah di Indonesia.

Berikut 5 rangkuman dukun penggandaan uang di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber :

1. Dukun Tak Pernah Mandi Tipu Tetangga hingga Rp18 Miliar

Ulah Atim Hariyono dalam melakukan aksi penggandaan uang berkedok praktik perdukunan tergolong unik. Atim mengaku memiliki ilmu bisa menghilang dari kebiasannya yang tidak pernah mandi.

"Jadi korban saat dimintai keterangan mengaku pelaku ini bisa menghilang. Makanya, korban ini percaya," ujar Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama.

Korban sendiri lanjut Harviadhi merupakan tetangga korban yang mengaku tertipu hingga Rp18 miliar oleh korban. “Korban ini terperdaya, pelaku meminta uang selama kurang lebih empat tahun sejak 2016. Total akumulasi uang yang dikirim mencapai Rp18 miliar. Dan bila uang itu tidak dikirim maka pelaku beralasan ritual gagal, sehingga samurainya yang dijanjikan bisa dijual dengan harga triliunan tak bisa muncul," ujar Harviadhi.

2. Ritual Berniat Gandakan Uang Malah Kehilangan Uang

Maksud hati ingin menambah kekayaan dengan cara praktis, namun Harim Brava (52) justru harus kehilangan uang ratusan juta rupiah. Warga Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sleman Yogyakarta pada 21 September 2020 lalu.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan, pelaku ditangkap setelah menipu korban Harim Bhava (52). Pelaku memperdayai korban mampu melakukan penggandaan uang dengan menggunakan ritual.

“Jadi korban ini diajak ritual dengan janji bisa menggandakan uang,” kata Hariyanto di Mapolsek Mlati, pada Senin 21 September 2020

Pelaku berinisial SYD (52) berhasil diamankan petugas Reskrim Polsek Mlati karena melakukan penipuan berkedok penggandaan uang. Pelaku ditangkap setelah Harim Bhava melapor polisi dengan kerugian sebesar Rp 337,5 juta.

3. Dukun Ngaku Bisa Ubah Uang Palsu Jadi Asli


Seorang dukun ditangkap karena menyimpan uang palsu dan mengaku bisa mengubahnya menjadi uang asli dengan berdoa. Nasoka langsung diamankan oleh Satreskrim Polres Kendal berkat laporan warga. Selain Nasoka, polisi menangkap tiga orang lainya yakni Suradi (51), Intan Nurmawati (23) dan Joko Yatmo (52) pada 3 Maret 2019 lalu.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho mengatakan terungkapnya kejadian itu atas tertangkapnya Nasoka yang menyimpan uang palsu yang hendak di doakan menjadi uang asli menggunakan kekuatan magis atas laporan warga. Uang palsu yang disimpan itu merupakan uang dari pelaku Intan dan Suradi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa ada warga yang menyimpan uang palsu di Desa Banyuurip Ngampel, dan benar saja di rumah Saudara Nasoka ditemukan uang palsu senilai 37.900.000," kata Nanung di Mapolres Kendal.

Keempat pelaku sendiri diamankan di tiga lokasi yang berbeda. Nasoka ditangkap di rumahnya di Desa Banyuurip Ngampel, Suradi dan Intan ditangkap di Kalipancur Ngaliyan, dan Joko Yatmo ditangkap di Purwosari, Semarang Utara.

Dari tangan empat pelaku, pihak kepolisian mengamankan uang palsu senilai Rp40 juta uang palsu yang terdiri dari 542 lembar uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu uang rupiah palsu.

4. Dukun Penggandaan Uang ala Dimas Kanjeng di Bekasi

Kasus penipuan penggandaan uang yang sempat viral di Indonesia beberapa waktu lalu, dengan tersangka Kanjeng Dimas Taat Pribadi terjadi lagi, di daerah Kota Bekasi. Kedua pelaku Suhendi (29) dan Kardiono (21) yang langsung dijebloskan ke sel tahanan.

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Parjana mengatakan, saat kasus ini dibongkar petugas setelah mendapatkan laporan dari dua orang korban yang mengalami kerugian hingga Rp85 juta. Menurut Parjana, dua korban itu masing-masing, IM (40) dengan kerugian Rp25 juta, dan BK yang mengalami kerugian senilai Rp60 juta.

"Modus para tersangka ini mengaku bisa mendatangkan uang dalam jumlah yang banyak. Bahkan, sampai berani menjanjikan uang kepada korbannya, hingga triliunan rupiah," kata Parjana

5. Dukun Cabul Bermodus Gandakan Uang


Bambang Harianto (38), pria yang mengaku sebagai dukun pengganda uang diringkus tim Ditreskrimum Polda Jambi di rumahnya di kawasan Paal VII, RT 12, Desa Rawa Pudak, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Tidak hanya bermodus bisa menggandakan uang, tetapi pelaku juga dikenal sebagai dukun cabul. Setidaknya, ada 4 korban yang menjadi lampiasan nafsu bejatnya. Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Benedictus Anies Purnawan, dalam melakukan aksinya pelaku dikenal bisa menggandakan uang.

"Dengan ritualnya tersebut, banyak warga berdatangan dan minta bantuan. Namun, bukannya uang berlipat ganda yang didapat, korban malah dicabuli," kata Anies, Rabu 8 Agustus 2018.

Di antara korban-korban tersebut, yakni DR (20) warga Kota Jambi, AZ warga Kota Jambi, MS (25) warga Sungai Gelam dan HT (26) warga Kota Jambi. (AH**)






comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Polda Riau Sita 40 KG Shabu dan 50 Ribu Butir Pil Ekstasi
  • Ayah Penggal Putrinya dan Jinjing Kepalanya ke Kantor Polisi
  • Satreskrim Polres Kampar Gelar Kegiatan Jumat Barokah
  • BREAKING NEWS: Gempa M 5.8 Guncang Mentawai Siang Ini
  • Pemkot Cimahi / BPBD Bersama Forum Perangkat Daerah Bidang Kebencanaan
  • Kongres Luar Biasa Partai Demokrat Hari ini
  • H. Zukri Coffee Morning dengan Pimpinan dan Anggota Fraksi DPRD Riau
  • Misteri Robohnya Turap Danau Tajwid
  • Dafid Herman Minta Tinjau Kembali Surat Mandat Yang Dikeluarkan DPP PJI-D
  •  
     
     
    Senin, 28 September 2020 - 12:31:36 WIB
    BIN Angkat Suara soal Beda Hasil Tes Swab Covid
    Sabtu, 06 Februari 2021 - 17:04:29 WIB
    Unit Reskrim Polsek Perhentian Raja Tangkap Pengedar Shabu di Desa Lubuk Sakat
    Minggu, 10 Januari 2021 - 15:18:48 WIB
    Kabidhumas Polda Banten : Dukung dan Aspresiasi Terbitnya Surat Edaran Bupati Tangerang tentang PSBB
    Jumat, 08 Januari 2021 - 14:08:25 WIB
    Polda Riau Tangkap Buronan Korupsi Sistem Informasi Kesehatan
    Senin, 05 Oktober 2020 - 18:19:50 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Kodim 0213/Nias Dampingi Penyemprotan Disinfektan di Desa Ombolata
    Jumat, 02 Oktober 2020 - 09:42:19 WIB
    Lawan Mafia Lahan
    Kuasa Hukum Pajaruddin Somasi PT.Cahaya Amal Gemilang
    Rabu, 10 Juni 2020 - 15:07:11 WIB
    Rapat Awal LPTQ, Kesra Dan Kamenag Kampar Terkait MTQ Disituasi New Normal
    Minggu, 01 November 2020 - 05:57:06 WIB
    Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Perancis, Ini Pernyataan Lengkapnya
    Senin, 07 September 2020 - 18:26:34 WIB
    Babinsa Koramil 07 Alasa Kawal pembagian BLT DD di Desa Banuasibohou III
    Jumat, 17 Juli 2020 - 12:19:53 WIB
    Polda Jatim Bongkar Kasus Intersepsi dan Manipulasi Dokumen Elektronik Senilai Rp 8,6 M
    Rabu, 27 Mei 2020 - 10:43:01 WIB
    67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !
    Minggu, 27 September 2020 - 21:51:40 WIB
    Ferdinand: Cuma Orang Bodoh yang Lebih Takut Kebangkitan PKI Ketimbang HTI
    Selasa, 05 Mei 2020 - 17:11:13 WIB
    Menjadikan Sejarah Kabupaten Rohul
    Polres Rohil Tetapkan 3 Orang Tersangka Dugaan Korupsi Dana Media Massa
    Rabu, 10 Februari 2021 - 18:03:23 WIB
    Belajar Tatap Muka Berjalan Lancar
    Sabtu, 31 Oktober 2020 - 02:48:10 WIB
    Ayah Bejat Perkosa Anak Kandung 6 Kali, Dibekuk Polisi Karena Laporan Rekaman Tetangga
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved