Sabtu, 26 Mei 2018  
 
Lecehkan Napi Wanita, Kalapas Klas IIA Bukittinggi Dinonaktifkan

Wahyu Sikumbang | Hukrim
Selasa, 28 Februari 2017 - 00:16:33 WIB
Kalapas Klas II A Bukittinggi Lisabetha Hardiarto, dinonaktifkan dari jabatannya karena terbukti dengan sengaja melakukan tindak pelecehan seksual terhadap tahanan wanita
TERKAIT:
BUKITTINGGI, Tiraskita.com  - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas)
Klas IIA Bukittinggi, akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya. Dari hasil
investigasi tim Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumatera Barat,
Kalapas Lisabetha Hardiarto terbukti dengan sengaja melakukan tindak
pelecehan seksual terhadap tahanan wanita.

Kepala Kanwil
Kemenkumham Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso di Padang, menyebutkan,
terhitung sejak satu hari usai kejadian Jumat (24/2/2017), yang
bersangkutan telah dinonaktifkan. Tugas Kalapas Bukittinggi digantikan
oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Rivan
menjadi pelaksana tugas.

Menurut Dwi, dari hasil investigasi tim
Kanwil, Kalapas Klas II Bukittinggi Lisabetha Hardiarto terbukti dengan
sengaja melakukan tindak pelecehan seksual terhadap tahanan wanita
bernama Vani (18 tahun).

Tim investigasi juga menemukan bahwa pelecehan dilakukan dengan
terencana oleh pelaku terhadap korban. Indikasi ini berdasarkan tindakan
Kalapas yang menjadikan Vani sebagai tahanan pendamping (tamping) dan
ini melanggar aturan.

Berdasarkan standar operasional prosedur
(SOP) Lapas, Kalapas laki-laki tidak boleh menggunakan tamping
perempuan. Begitu juga sebalinya. SOP ini telah disalahgunakan oleh yang
bersangkutan sebagai Kepala Lapas.

Vani diketahui telah menjadi
tamping bagi Kalapas selama satu bulan. Menurut Dwi, faktor kedekatan
Kalapas dengan korban selama satu bulan dapat menimbulkan hasrat dan
terjadi tindakan pelecehan. Apalagi keluarga yang bersangkutan yang jauh
di Aceh diduga membuat yang bersangkutan kesepian.

Sementara
kronologis terungkapnya kejadian menurut data tim investigasi,
menyebutkan, saat kejadian Kamis siang (23/2/2017) Vani tidak bersedia
membantu Kalapas yang disuruh mencuci peralatan piring dan gelas yang
kotor di ruang Kalapas.

Karena terus diminta, akhirnya Vani
menyanggupi, hingga pelecehan pun terjadi saat dia berada di toilet
dekat ruang Kalapas. Saat itu, Vani tengah jongkok mencuci gelas.
Tiba-tiba pelaku mendekatinya dari belakang.

Vani yang berteriak dan menangis menerima perlakuan tak senonoh dari
pelaku membuat teman-teman satu selnya meradang. Pernyataan Vani ini
juga didengar napi lain hingga seluruh napi yang berjumlah 492 orang ini
protes terhadap tindakan Kalapas.

Aksi protes pun memicu suasana
kericuhan di dalam lapas. Para napi dan tahanan berteriak-teriak sambil
menggedor-gedor teralis besi sel.

Menurut Dwi, perwakilan napi
menuntut tidak ingin lagi Kalapas Lisabetha Hardiarto bertugas di Lapas
Bukittinggi. Jika dipertahankan napi mengancam akan membuat aksi protes
yang lebih besar dari sebelumnya.



(pur)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Wanita Anggota DPRD dari PKS Selingkuh dengan Anggota Fraksi PKB, Ini Pengakuannya
  • Gereja di Pekanbaru Ditutup Paksa oleh Kelompok Intoleran
  • Tanpa Mahar, DPD Partai NasDem Kabupaten Nias Buka Pendaftaran Bacaleg
  • Wanita ini Dipaksa Melayani Nafsu Seksual Polisi Bringas di Dalam Mobil
  • Berkunjung ke Nias, Edy Rahmayadi Himbau Masyarakat Sumut Melawan Fitnah
  • Panglima TNI dan Kapolri Terima Bintang Kehormatan
  • Dihadiri Wabub, Musda LAMR Kuansing Lancar, Sri Abrinal Jadi Ketua MKA
  • Bersumber Dari DD, Pembangunan Pagar PAUD TA 2017 di Desa Limau Manis Mangkrak
  • Polisi Gagalkan Penyelundupan Minyak Tanah Bersubsidi di Pelabuhan Angin Gunungsitoli
  •  
    Selasa, 30 Mei 2017 - 19:46:52 WIB
    Polda Sumut Menyanggah Adanya Oknum Polisi Pukuli Imam Sholat Tarawih Pada Tahun 2017
    Rabu, 25 Januari 2017 - 20:47:13 WIB
    Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan, Wabup Nias Barat Tegaskan Akan Beri Sanksi Saat Sidak
    Selasa, 31 Januari 2017 - 10:36:01 WIB
    Natal Oikumene Nias Barat Berlangsung Meriah
    Selasa, 07 Februari 2017 - 12:21:22 WIB
    Sekda Nias Sebut Mutasi dan Promosi Jabatan Merupakan Konsekuensi dan Hal yang Wajar
    Jumat, 25 Agustus 2017 - 22:20:55 WIB
    Ratusan Guru Honorer Kepulauan Meranti Akan Demo lagi
    Sabtu, 04 Maret 2017 - 17:07:12 WIB
    Ayah Meninggal dan Ibu Kawin Lagi, Epi Tafonao Menangis Karena Terpaksa Berpisah dari Kakak dan Adik
    Jumat, 03 Februari 2017 - 00:11:26 WIB
    Rugikan Negara Hingga Milyaran Rupiah
    Anggota DPRD Provinsi Sumut Minta UPTD Bina Marga Tinjau Proyek Jurusan Nias Barat di Afulu
    Minggu, 01 Januari 2017 - 09:58:36 WIB
    Resufle Pejabat Eselon II dan III
    Gerakan Perubahan, Bupati Nias Barat Terus Evaluasi Kinerja Para Pejabat
    Kamis, 29 Juni 2017 - 12:46:22 WIB
    5 Persamaan Suzy Bae dan Song Hye Kyo
    Selasa, 16 Mei 2017 - 10:44:23 WIB
    Korut Disebut Terkait dengan Serangan Cyber Ransomware
    Kamis, 29 Juni 2017 - 12:39:30 WIB
    Idul Fitri 1438 H, Pemkot Gunungsitoli dan PHBI Kabupaten Nias Gelar Pawai Takbiran
    Rabu, 07 Juni 2017 - 12:36:49 WIB
    Demon Bulog Gunungsitoli, Ketua LSM KCBI Himbau Masyarakat tidak Canggung Ikut di Barisan Alpenas
    Rabu, 03 Mei 2017 - 17:50:08 WIB
    Intolerankah Indonesia?
    Selasa, 20 Juni 2017 - 00:44:17 WIB
    LSM Penjara Indonesia Optimis, Kapolres Nias Baru Segera Tuntaskan Kasus Penembakan
    Selasa, 07 Februari 2017 - 07:56:06 WIB
    Lee Min Ho Pria Idaman Suzy Bae
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved