Setelah ditingkatkan status dari tahap penyelidikan ke kepenyidikan, dugaan Korupsi pengadaan bibit karet okulasi PB 260 di Dinas Pertanian "> Setelah ditingkatkan status dari tahap penyelidikan ke" />
Minggu, 15 09 2019  
 
DPR-D Desak Kejari Gunungsitoli Tetapkan Siapa Tersangka Pengadaan Bibit Karet Dinas Pertanian Nias

Yusadar Waruwu | Hukrim
Rabu, 31 Mei 2017 - 14:05:34 WIB
Nias, Tiraskita.com - Setelah ditingkatkan status dari tahap penyelidikan ke kepenyidikan, dugaan Korupsi pengadaan bibit karet okulasi PB 260 di Dinas Pertanian Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2016 dengan pagu dana sebesar Rp 1.650.000.000, yang saat ini telah memasuki proses pemanggilan saksi-saksi dan menunggu hasil Audit BPK, akhirnya Komisi C DPRD Kabupaten Nias angkat bicara dengan meminta dan mendesak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli supaya segera menetapkan tersangka dalam Kasus tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nias Talizamuala Lawolo menuturkan, "kami sangat mengapresiasi Kinerja kejaksaan Negeri Gunungsitoli dalam membongkar dugaan Kasus Korupsi pada Pengadaan Bibit Karet TA 2016, karena itu merupakan hak-hak masyarakat yang wajib diperjuangkan bukan untuk ditiadakan dan dikorupsikan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," tuturnya diruang kerjanya dikantor DPRD Kabupaten Nias, senin (21/5).


"kita meminta perhatian serius Kepada Penegak Hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan juga Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar menuntaskan Kasus dugaan Korupsi ini dengan secepat mungkin dan apabila terdapat ada indikasi Kerugian Negara pada pengadaan bibit karet itu,harapan kita supaya segera ditetapkan siapa-siapa tersangkanya," sambungnya kepada wartawan.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nias, Yaredi Gulo,SE menyampaikan juga seandainya benar ada indikasi Korupsi pada Pengadaan Bibit Karet tersebut harapan kita kepada penegak hukum agar segera menetapkan siapa tersangkannya supaya proses hukumnya jelas dan tidak membuat dilema kepada publik.

"kita mengharapkan penegak hukum segera menetapkan siapa tersangka nya!" imbuh Yaredi kepada wartawan di ruang kerja Komisi C DPRD Kabupaten Nias, senin(21/5.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Yus Iman Harefa, SH, MH menyebutkan, kasus pengadaan Bibit karet tersebut sudah naik ketahap penyidikan dan, kini sedang dalam proses pemeriksaan saksi-aksi dimana pihak KPA, Kontraktor, PPK dan ULP telah selesai diperiksa sehingga kita lanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi lain yang terlibat didalamnya karna dalam kasus itu sudah pasti ada indikasi kerugian negara sesuai bukti yang ditemukan penyidik namun besar kerugian negara tersebut belum bisa kita sebutkan karena kita harus menunggu pemeriksaan dari tim ahli sembari proses hukumnya akan terus berlanjut.

Seperti diketahui bahwa proyek pengadaan bibit karet tersebut diadakan dua kali tender. pasalnya, Tender pertama dimenangkan oleh CV. PEROCI namun gagal karena tidak memenuhi syarat,

Akan tetapi pada tender kedua, CV. NODELA SOLAI dengan pelaksana berinisial "DTM" memenangkan proyek tersebut dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial "KZ",

Dimana nilai DPA Rp 2.040.000.000, dan nilai HPS Rp 1. 755.000.000, jadi nilai kontrak Rp 1.650.000.000, Tahun Anggaran 2016.


(YG/GH)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas, TNI - Polri Yogya Gowes Bareng
  • Bergulir Di PN Pekanbaru, Terdakwa Diduga Menilep 400 Juta
  • Sail Nias Momentum Tepat Buat Revitalisasi Pariwisata Nias
  • Sekda Inhil : APBD Perubahan Untuk Membayar Kegiatan 2018
  • Adrianus Zega, Warek 3 IKIP Gunungsitoli Minta Maaf Dihadapan Mahasiswa
  • Kakesdam IV dan Karumkit RST Magelang Menjadi Anggota Delegasi 5th Thainesia Militart Medicine Meet
  • Danramil 07/Alasa Sampaikan Sambutan Pada Acara Pengukuhan FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa
  • Pengurus FPK Ditingkat Desa Sekecamatan Alasa Resmi Dikukuhkan
  • Babinsa Koramil 07/Alasa, Kodim 0213/Nias Laksanakan Gotong Royong Memperbaiki Jembatan Belu
  •  
    Senin, 30 Januari 2017 - 22:43:57 WIB
    LSM Desak Inspektorat Nias Audit Dugaan Korupsi Pembangunan RKB SD Negeri Siforoasi Bawolato
    Jumat, 08 September 2017 - 20:18:14 WIB
    Sebelum Dicabuli, Driver Ojek Online Janji Nikahi Korban
    Rabu, 01 November 2017 - 20:14:39 WIB
    Pembunuh PNS Cantik Sempat Kabur saat Diperiksa di Bandara Halim
    Senin, 29 Mei 2017 - 11:14:44 WIB
    Pemerintah Ancam Spekulan Harga Pangan Dimiskinkan
    Rabu, 21 Juni 2017 - 11:58:33 WIB
    Polemik Beras Rastra Tak Layak Konsumsi, Ini Tanggapan Wakil Walikota Gunungsitoli
    Kamis, 01 Juni 2017 - 15:41:28 WIB
    Walikota Lantik Pengurus PBSI Kota Gunungsitoli
    Senin, 10 Juli 2017 - 19:20:54 WIB
    Tak Bayar Gaji Guru Honor, Tanggal 13 Pembda Meranti Akan Didemo Aktifis
    Rabu, 20 September 2017 - 13:15:02 WIB
    Target 800.000 Wisatawan ke DIY Cukup Berat
    Sabtu, 07 Januari 2017 - 00:40:01 WIB
    Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II. B, Administrator Eselon III dan Pengawas
    Selasa, 31 Januari 2017 - 10:36:01 WIB
    Natal Oikumene Nias Barat Berlangsung Meriah
    Sabtu, 14 Januari 2017 - 13:08:38 WIB
    Bupati Lantik Pejabat Struktural Lingkup Pemkab Nias Utara
    Rabu, 01 Februari 2017 - 17:30:40 WIB
    Polemik Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung RKB SDN Siforoasi, Bawolato
    Disdik Kabupaten Nias Sebut Kepala Sekolah SDN Siforoasi Bawolato Kurang Paham Aturan
    Senin, 29 April 2019 - 03:18:55 WIB
    ICW : Perangkat Desa Menjadi Pelaku Baru Korupsi
    Selasa, 30 Mei 2017 - 20:22:09 WIB
    Pemkab Nias Laksanakan Sosialisasi Tata Kelola Destinasi Wisata Kabupaten Nias
    Jumat, 09 Juni 2017 - 19:28:26 WIB
    Lawan Kelompok Intoleran, Tokoh bangsa Bentuk "Jaga Indonesia"
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved