Rabu, 26 09 2018  
 
FORMASI Gelar Aksi di Kejari Gunungsitoli, Minta Penyidik Tetapkan Tersangka Baru Kasus RAL

Fesiyanus Ndraha | Hukrim
Jumat, 27 Oktober 2017 - 00:34:10 WIB
Gunungsitoli, Tiraskita.com - Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formasi) Kepulauan Nias yang tergabung Dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat gelar aksi damai di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli (26/10) sekitar pukul 10.00 wib dalam hal mendukung Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk menetapkan tersangka baru dalam proses penanganan kasus dugaan korupsi Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT. Riau Airlines TA 2007 yang merugikan kerugian negera sebesar Rp. 6 Milyar, dan saat ini mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha telah di tahan sebagai terdakwa.

Massa Formasi melalui pimpinan aksi Sekretaris Lembaga Swdaya Masyaraka Nias Corruption Wacth (NCW) Samabudi Zendrato mengatakan diduga perbuatan Mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha bersama dengan Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dan penyalahgunaan jabatan, wewenang, kesempatan atau sarana yang ada padanya dengan tujuan mengutungkan diri sendiri atauorang lain yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomia negara dan atau melakukan percobaan, pembantuan dan pemufakatan jahat untuk tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan korupsi Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT. Riau Airlines TA 2007 sebesar Rp.6 milyar rupiah, menegaskan bahwa peran mantan ketua DPRD kabupaten nias M. Ingati Nazara ditetapkan tersangka akibat surat sakti nomor 050/4474/DPRD, Tanggal 19 November 2007 dan telah menanda tangani MOU tanpa Dasar Hukum atau Perda Kabupaten Nias.

Samabudi mengatakan, Bila Penyidik ada kemauan menetapkan tersangka baru seharusnya tim anggara dan pimpinan sidang pada pelaksanaan Paripurna PAPBD Kabupaten Nias tahun Anggara 2007 di panggil sebagai saksi, sehingga dari keterangan saksi-saksi tersebut penyidik bisa menyimpulkan bahwa Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias jadi tersangka baru.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (DPD LSM) Perlahan Ferdinan Ndraha menyampaikan dalam orasinya mengatakan diminta kepada penyidik agar segera menetapkan tersangka baru atas kasus dugaan korupsi Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT. Riau Airlines TA 2007 dimana uang pemerintah Kabupaten Nias sampai sekarang belum dikembalikan ke kas daerah.

Lebih lanjut ia mengatakan oknum Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias diduga sengaja menyalahgunakan wewenang dan jabatannya dalam memperkaya diri sendiri atau orang lain yang mengakibatkan kerugian negara kasus dugaan korupsi Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT. Riau Airlines TA 2007 sebesar Rp.6 Milyar rupiah, karena sebelumnya panitia anggaran DPRD Kabupaten Nias tidak pernah membahas dan menetapkan Peraturan Daerah (perda) baik dalam APBD maupun PAPBDA Tahun Anggaran 2007.

Aksi Forum Anti Korupsi (Formasi) KepulauanNias diterima oleh Plh Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Rifqi Laksono, SH bersama Fatizaro Zai, SH selaku Tim Penyidik dalam kasus Riau Airlines mengatakan bahwa terdakwa Binahati B. Baeha sedang menjalani sidang perdana hari ini di Pengadilan Tipikor Medan.

Selanjutnya diminta agar di pantau persidanganya sehingga Pengadilan Tipikor Medan dalam pengembangannya akan menetapkan tersangka baru, karena Jaksa Penuntut Umum dalam hal ini hanya sebagai penuntut dan penyelidikan dan penyidikan kasus ini adalah penyidik polres nias.

Dalam pantauan Tim Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM-KCBI) Wilayah Sumatera Utara melalui seluler Ketua Pimpina wilayah LSM KCBI Sumatera Utara Oliver Sirait kepada media mengatakan bahwa, Sidang Perdana mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha dijalan Pengadilan Nomor 8-10 Kota Medan Sumatera Utara sekitar pukul 14.00 wib berjalan dengan baik.

Dihadapan Majelis Hakim yang di pimpin oleh Ahmad Sayuti serta Tim Jaksa Penuntut Yus Iman dan rekan-rekan, Dakwaan yang di bacakan kepada Mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha yang di duga telah melakukan korupsi.Melalui kuasa hukum mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha mengatakan seluruh dakwaan yang dibacakan jaksa Penuntut umum menolak, "dakwaan Jaksa penuntut Umum dalam kasus dugaan korupsi atas Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT.Riau Airlines di Tolak". Pantauan wartawan di lapangan massa aksi foemasi berjalan lancar dan aman tekendali.



(Fesianus)

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Anotona Nazara , Ketua DPW IMO Indonesia Provinsi Riau Pastikan Hadiri Munas IMO Indonesia
  • 6 Polwan Korban Unjukrasa Mahasiswa
  • Di Gunungsitoli, Dana Desa Jadi Kesempatan Memperkaya Diri Kepala Desa
  • KPU Apresiasi Langkah NasDem Coret Caleg Eks Napi Koruptor
  • Kades Sihareƶ II Tabaloho Diduga Korupsikan DD 2018
  • Seorang Kasek Didemo Siswanya Sendiri, Disdik Provsu Datangi Lokasi Kejadian
  • Ini Sipir Masukkan Narkoba ke Lapas.
  • FH Unilak - Peradi Laksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advocat ( PKPA ) ke XV
  • Indra Pomi Kadis PUPR Turun Lapangan
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved