Jum'at, 21 Februari 2020  
 
Nasabah Kembali Jadi Korban
Kasus Jiwasraya Salah Siapa

zai | Hukrim
Sabtu, 28 Desember 2019 - 07:46:59 WIB
JAKARTA,Tiraskita.cim - Bencana  First Travel sebenarnya pesan buat kita semua bahwa mengelola uang tidak pada tempatnya akan menuai nestapa. Tidak mengenal tempat dan pelaku, baik swasta maupun negara, yang menjadi korban adalah rakyat  kebanyakan.

Kini Jiwasraya yang berjubah asuransi tapi sebenarnya telah menghimpun uang dengan iming-iming tertentu. Jika First Travel mengandaikan bisa berangkat ke tanah suci dengan harga murah, tapi yang satu ini adalah yang bisa memberi keuntungan.

Kedua harapan model berbeda tersebut akhirnya tidak terpenuhi. Jauh sebelum First Travel, Jiwasraya sejak tahun 2006 telah mengalami sakit keuangan, tapi entah kenapa baru terbongkar kala menembus angka kerugian negara 13,7 Triliun.

Sebelumnya juga kita semua masih merasakan rasa pahit getir asuransi Bumiputra, yang tidak memenuhi kewajiban pada nasabanya sekira 2 triliun. Tapi prestasi buruk itu dipungkasi dengan tragedi Jiwasraya hampir 7 kali lipat dari Bumiputra.

Entah apa yang terjadi dalam pengelolaan uang publik tersebut dan entah sampai kapan itu terjadi. Jika yang dilakukan First Travel adalah segelintir masyarakat sipil yang luput dari OJK, tapi yang terjadi pada Jiwasraya adalah dilakukan oleh korporasi raksasa dengan pengawasan OJK.

Kejahatan keuangan ini menjadi sangat memprihatinkan di tenah kondisi ekonomi yang belum baik. Tidak bisa membayangkan dana sebesar itu yang tadinya recehan dari sejumlah nasabah yang berharap mendapat keuntungan.

Logika berharap cepat dapat dan besar keuntungan yang menimpa banyak nasakah Jiwasraya menjadi sangat memprihatinkan. Ia bukan soal sederhana cara berfikir mudah, tapi juga soal mengukur sesuatu secara rasional dan sistematis karena backing Jiwasraya adalah negara.

Bagaimana mungkin korporasi besar milik negara yang nyata-nyatanya diawasi OJK akhirnya tersungkur di medan judi para tengkulak uang negara. Sudah menjadi rahasia umum bahwa BUMN telah dan akan menjadi bancakan individu dan atau kelompok yang punya akses pada kekuasaan.

Mimpi buruk tata kelola aset negara ini sepertinya masih jauh dari siuman. Pasalnya, dalam beberapa kejadian penunjukan para petinggi BUMN ditengarai bagian dari balik budi pada individu dan atau kelompok yang telah berandil melahirkan kekuasaan di tanah air.

Kita semua tidak terlalu kaget jika kotak pandora Jiwasraya terbuka menganga. Serapih-rapih menyembunyikan bangkai keuangan akan terendus oleh para pemilik penuh kekuasaan tersebut. Yang sebelumnya dilindungi, tapi ketika rakyat merasakan sakit akan terbuka dengan sendirinya.

Dalam waktu depan Jokowi akan mengalami masa suram menjelaskan ke publik prihal gagal bayar Jiwasraya. Mengingat akhrinya bukan hanya soal menyediakan dana untuk menambal bolongnya, tapi ternyata harapan membuat BUMN bersih tetap saja membentur ruang hampa.

Problem Jiwasraya bukan soal mengganti kerugian, tapi komitmen semua pihak, terutama yang pada praktiknya berkuasa untuk menjaga aset negara; dalam mengelola uang publik secara bertanggung jawab.

Boleh jadi bolong itu akan ditutupi oleh pemerintah, tapi belum tentu di tempat lain yang bolong tersebut tidak terjadi. Karena yang paling sulit adalah mengantisipasinya dengan platform rektruitmen pengelola BUMN bersih dari balas budi.

Penentuan petinggi BUMN yang menurut publik jauh dari rasa professional, akhirnya menjadi bom waktu, meskipun pada akhirnya kasus Jiwasraya selesai bayar pada semua nasabah. Upaya penyelematan Jiwasraya boleh jadi obat pening kepala yang tidak bisa menyentuh akar problem pengelolaan uang negara.

Bom waktu tersebut hanya nunggu waktu selepas prahara publik yang satu saat lenyap, tapi yang lainnya akan lahir entah kapan. Rakyat akhirnya hanya akan menjadi korban, bukan subyek penerima keadilan dan kesejahteraan sebagaimana amanah konstitusi kita.

Sumber : Katadata.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • 36 Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Dihentikan KPK
  • Pimpinan PT Bukara Lakukan Pembohongan Publik. DLH : Pastikan Belum Amdal yang Dimiliki PT Bukara
  • Bertolak ke Riau dan Aceh, Presiden Akan Resmikan Pabrik Hingga Tinjau Jalan Tol
  • Besok Presiden Jokowi Datang ke Riau
  • Besok Presiden Jokowi Datang ke Riau
  • DPC PERMAHI Pekanbaru mengikuti RAPIMNAS PERMAHI Di Palembang
  • Asisten III Setda Kampar Pimpin Musrenbangcam di Kecamatan Kampar
  • Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pekanbaru Berikan Bantuan Untuk Bayi Yang Ditemukan Dietalase Warung
  • Misteri Asal Usul Radiasi Nuklir di Serpong, Ini Analisis Ketua HIMNI
  •  
    Rabu, 25 Desember 2019 - 12:01:10 WIB
    Tiga Petinggi Jateng Pantau Perayaan Natal
    Jumat, 20 Desember 2019 - 07:47:01 WIB
    BNI Raih Penghargaan Penyalur KUR Terbaik 1 Tahun 2019
    Sabtu, 14 Desember 2019 - 07:22:57 WIB
    Pertama Sepanjang Sejarah, Negeri Jiran Libur Nasional Di Hari Natal
    Minggu, 10 November 2019 - 18:03:44 WIB
    Kemendikbud Bahas Bahas PKN , Gubri Diundang Khusus
    Rabu, 05 Februari 2020 - 16:54:29 WIB
    Bupati Pelalawan Resmikan Penggunaan Listrik 24 Jam Di 3 Desa Di Kecamatan Teluk Meranti
    Minggu, 26 Januari 2020 - 18:01:55 WIB
    Proyek Besar Dikerjakan Asal-Asalan , Penegak Hukum Diminta Turun Kelapangan
    Senin, 03 Februari 2020 - 00:39:38 WIB
    Evakuasi WNI Dari Wuhan
    PEMERINTAH RI BERHASIL PULANGKAN 243 ORANG DARI WUHAN, TIONGKOK
    Kamis, 09 Januari 2020 - 12:40:19 WIB
    Babinsa Koramil 02 Gido Kodim 0213 Nias Jalin Hubungan Dengan Babinkam Tibmas Polsek Gido.
    Minggu, 19 Januari 2020 - 12:14:39 WIB
    DPD GRANAT Riau, Minta Kapolres INHU Serius Tindak Bandar Narkoba
    Jumat, 14 Februari 2020 - 15:59:52 WIB
    Dewan Minta PT WJT Segera Realisasikan Janji CSR Ke Masyarakat Cerenti
    Sabtu, 28 Desember 2019 - 10:33:25 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa dan Warga Bergotong Royong Laksanakan Pembersihan Jalan
    Minggu, 10 November 2019 - 14:33:17 WIB
    Ketum PWI Atal Depari Apresiasi UKW MOI dengan PWI Jaya
    Minggu, 02 Februari 2020 - 13:33:26 WIB
    Hari Bhakti Imigrasi ke 70 Tahun 2020, Menkumham Yasonna H.Laoly : Tingkatkan Kualitas Kinerja
    Kamis, 21 November 2019 - 13:39:51 WIB
    Disutradarai Ponti Gea, Film Sang Prawira Segera Tayang
    Yasonna Laoly, Tito Karnavian dan Ganjar Pranowo Adu Akting Dalam Film Sang Parwira
    Rabu, 04 Desember 2019 - 12:52:57 WIB
    Bahas Perkembangan Riau, DPD Projo Riau Silahturahmi dengan Gubernur Riau
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2019 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved