Sabtu, 04 Juli 2020  
 
Nasabah Kembali Jadi Korban
Kasus Jiwasraya Salah Siapa

zai | Hukrim
Sabtu, 28 Desember 2019 - 07:46:59 WIB
JAKARTA,Tiraskita.cim - Bencana  First Travel sebenarnya pesan buat kita semua bahwa mengelola uang tidak pada tempatnya akan menuai nestapa. Tidak mengenal tempat dan pelaku, baik swasta maupun negara, yang menjadi korban adalah rakyat  kebanyakan.

Kini Jiwasraya yang berjubah asuransi tapi sebenarnya telah menghimpun uang dengan iming-iming tertentu. Jika First Travel mengandaikan bisa berangkat ke tanah suci dengan harga murah, tapi yang satu ini adalah yang bisa memberi keuntungan.

Kedua harapan model berbeda tersebut akhirnya tidak terpenuhi. Jauh sebelum First Travel, Jiwasraya sejak tahun 2006 telah mengalami sakit keuangan, tapi entah kenapa baru terbongkar kala menembus angka kerugian negara 13,7 Triliun.

Sebelumnya juga kita semua masih merasakan rasa pahit getir asuransi Bumiputra, yang tidak memenuhi kewajiban pada nasabanya sekira 2 triliun. Tapi prestasi buruk itu dipungkasi dengan tragedi Jiwasraya hampir 7 kali lipat dari Bumiputra.

Entah apa yang terjadi dalam pengelolaan uang publik tersebut dan entah sampai kapan itu terjadi. Jika yang dilakukan First Travel adalah segelintir masyarakat sipil yang luput dari OJK, tapi yang terjadi pada Jiwasraya adalah dilakukan oleh korporasi raksasa dengan pengawasan OJK.

Kejahatan keuangan ini menjadi sangat memprihatinkan di tenah kondisi ekonomi yang belum baik. Tidak bisa membayangkan dana sebesar itu yang tadinya recehan dari sejumlah nasabah yang berharap mendapat keuntungan.

Logika berharap cepat dapat dan besar keuntungan yang menimpa banyak nasakah Jiwasraya menjadi sangat memprihatinkan. Ia bukan soal sederhana cara berfikir mudah, tapi juga soal mengukur sesuatu secara rasional dan sistematis karena backing Jiwasraya adalah negara.

Bagaimana mungkin korporasi besar milik negara yang nyata-nyatanya diawasi OJK akhirnya tersungkur di medan judi para tengkulak uang negara. Sudah menjadi rahasia umum bahwa BUMN telah dan akan menjadi bancakan individu dan atau kelompok yang punya akses pada kekuasaan.

Mimpi buruk tata kelola aset negara ini sepertinya masih jauh dari siuman. Pasalnya, dalam beberapa kejadian penunjukan para petinggi BUMN ditengarai bagian dari balik budi pada individu dan atau kelompok yang telah berandil melahirkan kekuasaan di tanah air.

Kita semua tidak terlalu kaget jika kotak pandora Jiwasraya terbuka menganga. Serapih-rapih menyembunyikan bangkai keuangan akan terendus oleh para pemilik penuh kekuasaan tersebut. Yang sebelumnya dilindungi, tapi ketika rakyat merasakan sakit akan terbuka dengan sendirinya.

Dalam waktu depan Jokowi akan mengalami masa suram menjelaskan ke publik prihal gagal bayar Jiwasraya. Mengingat akhrinya bukan hanya soal menyediakan dana untuk menambal bolongnya, tapi ternyata harapan membuat BUMN bersih tetap saja membentur ruang hampa.

Problem Jiwasraya bukan soal mengganti kerugian, tapi komitmen semua pihak, terutama yang pada praktiknya berkuasa untuk menjaga aset negara; dalam mengelola uang publik secara bertanggung jawab.

Boleh jadi bolong itu akan ditutupi oleh pemerintah, tapi belum tentu di tempat lain yang bolong tersebut tidak terjadi. Karena yang paling sulit adalah mengantisipasinya dengan platform rektruitmen pengelola BUMN bersih dari balas budi.

Penentuan petinggi BUMN yang menurut publik jauh dari rasa professional, akhirnya menjadi bom waktu, meskipun pada akhirnya kasus Jiwasraya selesai bayar pada semua nasabah. Upaya penyelematan Jiwasraya boleh jadi obat pening kepala yang tidak bisa menyentuh akar problem pengelolaan uang negara.

Bom waktu tersebut hanya nunggu waktu selepas prahara publik yang satu saat lenyap, tapi yang lainnya akan lahir entah kapan. Rakyat akhirnya hanya akan menjadi korban, bukan subyek penerima keadilan dan kesejahteraan sebagaimana amanah konstitusi kita.

Sumber : Katadata.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sekda Kampar ; Jangan Gengsi Jadi Petani
  • Bupati Kampar ; Mari Ciptakan Negeri Yang Sejuk Menuju Kampar Baldatun Tayyibatun Warobbun Ghofur
  • Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
  • Raih Penghargaan di Hari Bhayangkara Kepala Perwakilan Ombudsman RI Beri Selamat Ke IWO Soppeng
  • Kapolres Samarinda Benarkan KPK Periksa Pejabat Daerah
  • Kapolri Idham Azis: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati karena Sudah Tahu Hukum
  • Ini Nostalgia Saya Dulu, Pangdam I/BB Yang Putra Seorang Prajurit Brimob Berkunjung Ke Polda Riau
  • Ibu Hetty Andika Perkasa Gelar Bhakti Sosial Di Magelang
  • Jum'at Berkah, PIA Ardhya Garini Cab. 6/D.I Lanud Sugiri Sukani, Kembali Gelar Baksos
  •  
     
    Rabu, 24 Juni 2020 - 12:47:41 WIB
    Hut Bhayangkara Ke – 74
    Koramil 03/Idanogawo & Polsek Laksanakan Baksos Di Mesjid AL- Abrar Di Desa Tetehosi
    Selasa, 14 April 2020 - 11:17:09 WIB
    AKIBAT WABAH COVID-19
    40 Ribu Warga Pekanbaru akan Terima Rp 300 Ribu Tiap Bulan Selama PSBB
    Rabu, 22 April 2020 - 22:59:16 WIB
    LAWAN COVID-19
    Ketua DPRD Pekanbaru Minta Wako Firdaus Segera Eksekusi
    Sabtu, 23 Mei 2020 - 14:00:51 WIB
    BELASAN NARKOTIKA JENIS SABU
    Ditengah Pandemi Covid-19, Polisi Berhasil Menangkap Pengedar Narkoba Jaringan Internasional
    Jumat, 17 April 2020 - 23:16:25 WIB
    Pendataan Warga Berdampak Covid-19
    Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, T. Azwendy Fajri, Minta Warga Segera Isi Formulir
    Senin, 25 November 2019 - 22:04:35 WIB
    IPDN Dalam Pusaran Kemerosotan Manajemen
    Jumat, 10 April 2020 - 13:35:54 WIB
    Personel Polda Sumatera Utara, yang meninggal dunia dinyatakan positif hasil pemeriksaan rapid tes
    Perwira Polda Sumut Meninggal Rapid Testnya Positif
    Rabu, 27 Mei 2020 - 20:24:04 WIB
    LAWAN COVID-19
    Sejumlah LSM Beri Bantuan Kepada Warga Yang Jalani Karantina Mandiri
    Senin, 18 Mei 2020 - 13:09:12 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Beserta Tim Gugus Tugas Laksanakan Pengawasan di Perbatasan
    Senin, 03 Februari 2020 - 00:39:38 WIB
    Evakuasi WNI Dari Wuhan
    PEMERINTAH RI BERHASIL PULANGKAN 243 ORANG DARI WUHAN, TIONGKOK
    Senin, 15 Juni 2020 - 04:29:12 WIB
    Narkoba VS Corona......mana yang lebih hebat ?
    30 kg Shabu Ditangkap Di Dumai, Kapan Kapan Berhentinya ?
    Minggu, 19 April 2020 - 14:06:08 WIB
    TENAGA MEDIS BANYAK TERINFEKSI COVID-19
    46 Tenaga Medis RS dr Kariadi Positif Corona dan Pentingnya Kejujuran Pasien
    Sabtu, 13 Juni 2020 - 15:45:32 WIB
    Rangka Mepertahankan Juara Umum Dalam Pekan Olahraga Provinsi Riau
    Ramah Tamah Dan Halal Bihalal Keluarga Besar KONI Kabupaten Bengkalis
    Selasa, 16 Juni 2020 - 12:34:22 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Himbau masyarakat Patuhi Protokoler kesehatan
    Minggu, 16 Februari 2020 - 14:21:23 WIB
    Perdagangan Harimau Sumatera
    Polda Riau Mengukap Kasus Perdagangan Kulit dan Organ Harimau Sumatera Di Indragiri Hulu
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2019 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved