Dumai, Tiraskita.com - Wakil walikota Dumai Eko Suharjo bersama sejumlah pimpinan daerah mengikuti kegiatan pembekalan kepemimpinan daerah bagi Bupati dan Walikota dilaksanakan Badan Pengembangan sumber Daya Manusia (BPSDM">
Senin, 20 Mei 2019  
 
Wawako : Pusat, Pembohong dan "Maling"

Yusadar Waruwu | RAPP
Jumat, 26 Mei 2017 - 14:03:12 WIB
Dumai, Tiraskita.com - Wakil walikota Dumai
Eko Suharjo bersama sejumlah pimpinan daerah mengikuti kegiatan
pembekalan kepemimpinan daerah bagi Bupati dan Walikota dilaksanakan
Badan Pengembangan sumber Daya Manusia (BPSDM) Gedung F lantai 4
Kemendagri Kalibata, 22-24 Mei 2017.

Kegiatan
pembekalan kepemimpinan yang menghadiri Mendagri Cahyo Kumolo ini
membahas masalah percepatan pembangunan infrastruktur sebagai fokus
utama pemerintah, namun bukan berarti bidang pembangunan lain tidak
digarap dengan serius. Semua digesa dari Sabang sampai Merauke, dari
pelosok hingga ke kota, sampai ke perbatasan.

"Pembangunan
tak semata terkait dengan anggaran, salahsatu yang paling penting untuk
mendukung roda pembangunan bisa dipacu maksimal dan stabilitas daerah
yang terjaga. Membangun butuh situasi yang damai, aman dan terkendali,
bukan keriuhan atau kegaduhan" Ucap Mendagri Tjahyo Kumolo SH.

Pada
proses audiensi Wakil Walikota Dumai sempat mengkritik kepada
narasumber dirjen kementrian ESDM, kementrian keuangan, dan BPSDM ,
badan pemberdayaan sumber daya manusia, "Jika kami ditanya mengenai
kendala didaerah  tentunya sangat banyak namun siapkah pemerintah pusat
mendengarkan beberapa kebijakan pusat terhadap daerah khususnya dumai
yang dinilai tidak memihak dan merugikan Kota Dumai," tanya Eko.

Eko
Suharjo juga mengkritik kebijakan pusat yang dinilai sangat merugikan
daerah dalam mengambil suatu kebijakan yang dituangkan dalam undang
undang dan berharap pemerintah pusat merevisi beberapa undang undang
yang menghambat perkembangan daerah dan berdampak langsung kepada
masyarakat Dumai khusunya.

Menjamurnya
perusahan besar di Dumai tumbuh dan berkembang seakan akan Dumai adalah
daerah yang kaya, namun disebalik dampak lingkungan sangat dirasakan
kota Dumai berupa pencemaran lingkungan yang diakibatkan perusahaan
tersebut. Tidak ada pemasukkan berupa kas daerah untuk pembangunan
dengan berdirinya perusahaan perusahaan itu.

"Pemerintah
pusat pembohong dan Maling," ujar Eko Suharno kesal usai mengikuti
kegiatan pembekalan kepemimpinan daerah bagi Bupati dan Walikota yang
berakhir Rabu (24/5/2016) di Jakarta.

Dikatakan
dirinya sangat memprotes keras kebijakan dana bagi hasil (DBH) Kota
Dumai kepada Pemerintah pusat. Bayangkan saja Kota Dumai memiliki
pelabuhan internasional dengan kegiatan ekspor CPO terbesar di Indonesia
dengan menyumbang 40 persen APBN namun DBH nya tidak adil, perlu ada
revisi formulasi DBH ditambah persentase bagi hasilnya.

"Selama
ini Kota Dumai hanya mendapat limbah dan polusi berupa merkuri, timbal
dan kalium akibat dari kegiatan sejumlah perusahaan berskala
internasional di Kota Dumai ini," kesal Eko.

Tidak
hanya itu lingkungan hidup juga mengalami kerusakan serta anak autisme
mangkin banyak lalu penderita ispa dan penyakit dal bertambah selain
rusaknya infrastruktur jalan, pungkas Eko.


(Red)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Menkumham Yasonna Laoly Copot Seluruh Petugas Lapas Narkotika Langkat.
  • Kakanwilkumham Sumut Dewa Putu Gede Minta WBP Segera Kembali, Jamin Tidak Ada Kekerasan Dari Petuga
  • Masyarakat Perlu Tahu, Penyaluran Dana Desa
  • Hendropriyono : Kudeta Sipil Tidak Berhasil Tanpa Dukungan Militer.
  • Roy Charly Calon Terkuat Bakal Calon Ketua FKWI 2019 - 2022
  • Tokoh Pemuda Kemuning Beri Himbauan Tolak Wacana People Power
  • Eggi Sudjana Ditahan
  • Puqn Maharani Calon Kuat Ketua DPR, Nasdem Mendukung
  • Wagubri Edy Natar Ingatkan Disiplin Waktu
  •  
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved