Senin, 02 08 2021  
 
ENAM ASAL KOPI DAERAH INDONESIA DISUKAI DI DUNIA
Hari Kopi Nasional, Berikut 6 Kopi Indonesia yang Mendunia

Riswan L | Advertorial
Rabu, 11 Maret 2020 - 09:30:52 WIB

JAKARTA, Tiraskita.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu
penghasil biji kopi terbaik. Banyak biji kopi yang diekspor ke luar
negeri dan jadi primadona. Pada momen Hari Kopi Nasional pada 11 Maret
2020, Awak Media merangkum sejumlah biji kopi Indonesia yang mendunia.

Berikut enam kopi asal Indonesia yang dikenal dan disukai di dunia.

- Aceh

Gayo
Kopi Aceh Gayo jadi salah satu yang paling populer di dunia. Menurut
Cindy Herlin Marta, Co-Founder Shoot Me In The Head yang juga seorang
Licensed Q Arabica Grader, kopi ini jadi yang paling banyak diekspor
dari Indonesia.

Kopi
Aceh Gayo ini termasuk jenis arabika karena tumbuhnya di ketinggian
sekitar 1.000-1.200 mdpl. Selain itu, daerah Gayo juga sudah masuk
sebagai daerah komoditas kopi internasional. "Gayo juga sangat banyak
kopinya.

Bahkan di sana tanaman kopi bisa ditemukan di pinggir-pinggir jalan," jelas Cindy pada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

Sementara
itu, menurut Dadang Hendarsyah, selaku Unit Head da ICS Manager PT.
Olam Indonesia Sunda Cluster, karakteristik rasa dari kopi Aceh Gayo
adalah punya keasaman yang tinggi. Aromanya juga sangat kuat.

Selain
itu, menurut William Heuw, owner dari Kopi Kangen, kopi Aceh Gayo juga
punya rasa yang bold atau cenderung tajam. Biji kopi ini juga paling
disukai oleh masyarakat Jepang.

- Toraja

Kopi
Toraja asal Sulawesi jadi favorit masyarakat dari benua Eropa. Menurut
William, karakter rasa kopi Toraja cukup berat, dengan body tebal dan
tingkat keasaman rendah.


William melanjutkan, rasanya cenderung sangat pahit dan ada sedikit
rasa earthy di dalamnya. Kopi di Toraja ada yang merupakan jenis robusta
dan arabika.

- Kopi Kintamani

Kopi
Kintamani dari Bali jadi kopi Indonesia yang juga cukup populer di
dunia. Kopi Kintamani merupakan jenis kopi arabika, karena ditanam di
ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Letak kebunnya kebanyakan di dekat
Gunung Batur.

Menurut
William, kopi Kintamani memiliki rasa yang cenderung fruity atau terasa
segar seperti ada jejak rasa buah. Body dari kopi ini juga tak tebal
dengan aroma yang cukup kuat. Rasanya tak terlalu pahit.

- Jawa Barat

Kopi
Jawa Barat menurut Dadang sedang tren akhir-akhir ini. Menurutnya, kopi
Jawa Barat merupakan gabungan dari berbagai jenis biji kopi yang
ditanam di sana. Kopi Malabar, Pangalengan, dan lain-lain bersatu di
bawah nama Jawa Barat.


"Dulu tidak dikenal karena tidak promosi. Banyak juga pedagang kopi
yang ambil kopi dari Jawa Barat tapi pakai nama lain, kopi Aceh misalnya
atau kopi Sumatera," kata Dadang. "Makanya sekarang banyak petani yang
bersatu pakai nama Jawa Barat," ujar Dadang. Kopi Jawa Barat mulai
diekspor pada 2012 lalu.


Kini, negara-negara di benua Eropa dan Amerika jadi penikmat setia kopi
Jawa Barat. Menurut Dadang, kopi yang dihasilkan di Jawa Barat sebagian
besar adalah arabika. Karakteristik rasanya sendiri cenderung manis dan
punya tingkat keasaman yang cukup tinggi.


"Kopi Jawa Barat juga pada 2017 sempat menang kompetisi ya. Asal
kopinya dari Gunung Puntang, kompetisi SCAA (Specialty Coffee
Association of American)," tutur Dadang.

- Papua Rasa

kopi papua
berbeda-beda. Menurut William, rasa biji kopi dari satu origin yang
sama bisa saja jadi berbeda. Pasalnya, bergantung pada proses pengolahan
biji kopi dari mulai fermentasi, roasting, hingga penyeduhan.

Untuk
kopi Papua, rasanya ada yang cenderung beraroma seperti bunga dengan
rasa asam yang sedang. Ada juga yang punya body medium. Ada juga biji
kopi yang punya rasa sedikit manis.

Jenis
kopinya sendiri adalah kopi arabika. Pasalnya, daerah Papua memang cocok
ditanami kopi arabika karena datarannya cenderung tinggi. Semakin
tinggi tanah yang digunakan untuk menanam kopi, akan semakin baik hasil
kopi arabikanya.

- Sumatra


Gerai kopi Starbucks punya ragam pilihan biji kopi, mulai dari asal
Colombia, Ethiopia, Kenya hingga Sumatra. Dari banyak biji kopi, Sumatra
adalah paling digemari. "Kami menjual lebih dari 10 jenis biji kopi,
tapi kopi Sumatera selalu menjadi nomor satu.


Tak hanya di Indonesia, juga di seluruh dunia," kata Direktur Starbucks
Indonesia Anthony Cottan dalam temu media di Starbucks Oakwood,
Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Kopi
Sumatra diklaim paling seimbang karakternya, selain juga rasa kopinya
sangat kuat. Berbeda dengan kopi asal Amerika Latin yang ringan, dan
Afrika yang terlalu floral atau fruity.

Karakteristik
berbeda dari biji kopi Sumatra itu dianggap pas untuk campuran bahan
lain seperti gula dan susu, tanpa menghilangkan rasa dan aroma kopi.
"Sumatera sangat kuat dan bisa dinikmati dengan ragam cara," ungkap
Cottan.***





comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Afrizal Sintong Jadi Ketua GOLKAR Rohil, Lukai Hati Kader Partai Nasdem dan Para Simpatisan
  • Cegah Wabah Covid-19, Keluar Masuk Masyarakat ke Desa Sei Bamban Diperketat
  • Bupati dan Wabup Rohil Dampingi Gubernur Hadiri Pembukaan Musda Ke V Partai Golkar
  • 30 Tahun Mengabdi, Alumni Akpol 91 dan Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity
  • Gubernur Riau Serahkan Bantuan 10 Unit Mesin Kapal Untuk Nelayan Rohil
  • Disdik Bakal Tindak Tegas Sekolah yang Nekat Buka Saat PPKM Level 4
  • Jadi Sorotan! Tentara Injak Kepala Warga, 2 Pejabat Penting TNI AU Kehilangan Tongkat Komando
  • Bupati dan Wakil Bupati Sergai Hadiri Syukuran Pembangunan Jalan di Pantai Cermin
  • H. Zukri Pimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator Dan Jabatan Pengawas
  •  
     
     
    Selasa, 19 Mei 2020 - 11:51:07 WIB
    Diundang Ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu
    Bupati Rohul H.Sukiman Beri Perhatian kepada Pelajar yang Berprestasi
    Sabtu, 10 Juli 2021 - 07:18:52 WIB
    Buka Kejurda Sepak Takraw, Wagubri: Ini Bentuk Kepedulian Kita Terhadap Cabang Olahraga
    Minggu, 11 Oktober 2020 - 16:18:12 WIB
    Pemilik Rumah Melayang Cerita Detik-Detik longsor di Ciganjur
    Rabu, 26 Februari 2020 - 10:20:02 WIB
    Pemerintah Berikan Paket Insentif Untuk Akselerasi Kinerja Pariwisata di tengah Wabah Corona
    Rabu, 03 Maret 2021 - 14:02:46 WIB
    Pasca Dilantik,
    Bupati Sergai Hadiri HUT ke-2 Vihara Tridharma Buddha Pantai Cermin
    Kamis, 25 Februari 2021 - 14:54:30 WIB
    Ichan Ketua FKPLD : Pengusaha Lokal Dumai Harus Disertakan Dalam Program LBD
    Rabu, 30 September 2020 - 21:08:36 WIB
    Tersangka Kasus Rapid Test Bandara Dua Kali Lecehkan Korban
    Rabu, 09 Juni 2021 - 10:24:42 WIB
    Pemko Pekanbaru Banyak Terima Aduan Soal Pengerjaan Proyek IPAL
    Selasa, 24 Maret 2020 - 19:31:18 WIB
    H. Zukri : Pemerintah Harus Lengkapi Alat Pelindung Diri Tenaga Medis Secepatnya
    Selasa, 23 Februari 2021 - 15:36:19 WIB
    Peresmian PPKM & Posko Covid 19 Polsek Tenayan Raya,
    Kapolresta Pekanbaru Pimpin Pembagian Masker
    Selasa, 16 Juni 2020 - 06:55:21 WIB
    ada yang tidak beres
    Kabid bina Marga Dinas PUPR Simeulue,Bereuh Firdaus Kejar Wartawan
    Kamis, 19 Maret 2020 - 13:31:26 WIB
    PERSELINGKUHAN ANTARA ANGGOTA DEWAN
    Dituduh Selingkuh di Kamar Hotel, Dua Anggota DPRD PDI Perjuangan Dipecat
    Jumat, 19 Maret 2021 - 13:39:27 WIB
    DPRD Jawa Barat Terima Kunjungan Kerja DPRD DKI Jakarta dan DPRD Depok
    Senin, 13 Juli 2020 - 12:29:52 WIB
    LAWAN KORUPSI
    Tokoh LAM Riau Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Di UIN Suska Demi Kepastian Hukum
    Kamis, 06 Mei 2021 - 08:51:28 WIB
    Fraksi- Fraksi DPRD Jabar Sampaikan Sejumlah Catatan Terhadap 4 Raperda Pemprov Jabar
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved