KEPULAUAN NIAS. TIRASKITA.COM - Sebelum 15 tahun terakhir, tidak banyak yang diingat oleh masyarakat Indonesia tentang Nias kecuali dua hal yaitu (1) Nias memiliki tempat pariwisata yang bagus dan indah te">
Rabu, 19 Juni 2019  
 
Nias Dalam Tuaian Generasi 50-70 dan Tantangan Generasi 80-Milinealnya

Yusadar Waruwu | Advertorial
Jumat, 15 September 2017 - 09:04:35 WIB
KEPULAUAN NIAS. TIRASKITA.COM - Sebelum 15 tahun terakhir, tidak banyak yang diingat oleh masyarakat Indonesia tentang Nias kecuali dua hal yaitu (1) Nias memiliki tempat pariwisata yang bagus dan indah tetapi masih dalam bentuk "po-ten-si" dan (2) Gempa maha dahsyat 8,7 SC yang meluluh-lantakan pulau Nias. Selebihnya pulau Nias bisa dianggap termasuk daerah (terkondisikan) yang lapar dan haus akan asupan "makanan dan vitamin" dalam bentuk kontribusi hampir 100% APBN untuk mengisi kekosongan kinerja PAD dalam figur APBDnya.

Seharusnya kalau kayu tidak ada, rotan pun tidak jadilah, itupun belum bisa diwujudkan saat itu. Tetapi fenomena ini lambat laun mulai bergeser ke arah yang lebih baik walaupun setelah pulau Nias dimekarkan menjadi 5 Kabupaten/Kota dalam urusan kinerja PADnya belum dapat berharap banyak, tetapi dari sumber daya manusianya, Nias mulai menunjukkan kemampuan, menegakkan kepalanya yang bisa disejajarkan dengan daerah lain yang turut berkontribusi membangun Negara tercinta ini.

Adalah generasi Nias yang lahir tahun 50-70an yang saat ini, boleh dikatakan menopang keterwakilan masyarakat Nias dengan jabatan prestisius di birokrasi, politik, ekonomi dan profesi lainnya saat ini. Mereka-mereka ini menjadi "generasi perintis" sekaligus menjadi referensi dan inspirasi untuk generasi 80-Milenial yang akan melimpah, yang dimiliki oleh Pulau Nias dalam 10-20 tahun kedepan.

Dari birokrasi, Generasi 50 (Gen-50) Nias, pernah menempatkan alm. Dr. Hekinus Manao, Ak., M.Acc., CGFM menjadi Inspektur Jenderal di Kementerian Keuangan RI pada tahun 2008 (Eselon 1) bahkan kemudian "Go international" dengan Executive Director World Bank tahun 2010. Beliau tercatat menjadi orang Nias pertama yang menduduki pos jabatan tersebut. Tongkat estafet ini kemudian diteruskan oleh Gen-70 Nias, Prof. Dr. Suahasil Nazara, SE., M.Sc., dengan terpilih menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI hingga saat ini melalui seleksi terbuka. Kedua tokoh ini, juga tercatat dosen dan Ekonom dari UI.

Dari politik, terpilih menjadi anggota DPR RI, tidak begitu mengejutkan karena dari Nias pasti kirim wakilnya, jadi tidak perlu dibahas. Tetapi menjadi anggota DPR RI, orang Nias tetapi terpillihmya di luar pulau Nias tepatnya di Tangerang, Banten, maka Gen-70 Nias, Marinus Gea - MrG., SE., M. Ak., menjadi yang pertama. Saat ini beliau menjadi Ketum HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia). Lompatan lebih tinggi dari politik, Nias mengejutkan Indonesia dengan terpilihnya, Gen-50 Nias, Dr. Yasonna H. Laoly, SH., M.Sc sebagai Menteri Hukum dan HAM RI hingga saat ini. Ini menteri dari Nias, satu-satunya saat ini, 17 Agustus 2017 kemarin dapat sepeda pula dari Presiden Jokowi, karena juara 1 "busana adat" terbaik.

Kurangnya informasi di daerah Nias peluang-peluang dari berbagai displin ilmu yang tersedia, mengakibatkan kebanyakan anaknya dicondongkan mengambil kuliah-kuliah yang lulusnya banyak dan kecenderung tidak susah (mainstream). Toh, kan mau cita-citanya jadi PNS juga, sebuah paradigma yang masih sulit dihilangkan disana. Akibatnya profesi-profesi penunjang ekonomi dan bisnis jarang dilirik. Seperti profesi Akuntan Publik di Indonesia. Bahkan banyak yang tidak tau, apa itu Akuntan Publik. Tetapi meskipun demikian, Gen-50 Nias, mencatat Alm. Dr. F. Zebua, Ak., CPA menjadi Akuntan Publik pertama orang Nias. Untungnya setelah beliau tidak praktek lagi maka tahun 2009, Gen-60 Nias, yaitu Florus Daeli, SE., Ak., MM., CTI., CLI., CA., CPA., melanjutkan tongkat estafet itu. Pada tahun 2014, Gen-70 Nias, yaitu Barugamuri Dachi, SE., Ak., M. Ak., CA., CPA., menjadi yang ketiga. Kebetulan 2 nama terakhir, berpraktek dan berkantor di tempat yang sama di Jakarta saat ini. Profesi notaris dan PPAT yang praktek di luar Nias, tepatnya di daerah Tangerang - Banten, saat ini oleh Gen-70 Nias yaitu Kurniawati Zagoto, SH., M.Kn, yang juga menjadi salah satu pengurus GAPNINDO.

Dari akedemisi, pada tahun 2012, Gen-60 Nias yaitu Prof. Dr. Fakhili Gulo, M.Si, dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Sriwijaya, sehingga saat ini Profesor/ Guru Besar aktif putra Nias ada 2 orang. Sebelum mereka ini, tercatat Alm. Prof. Dr. Taliziduhu Ndraha, menjadi profesor pertama Nias di Indonesia.


Dari TNI/Polri, saat ini Gen-50 dan Gen-60 Nias melahirkan penyandang Jenderal bintang satu dan dua yaitu Brigjen Pol. (Purn) Faulu Aro Zalukhu, Brigjen Pol. (Purn) Peniel Luther Harefa, Mayjen TNI (Purn) Christian Zebua, Laksamana Pertama TNI Enuar Mendrofa, Brigjen Pol. Immanuel Harefa, Prestasi ini akan bertambah dengan terpilihnya Kolonel CHK TNI Hidayat Manao sebagai Hakim Agung Militer lewat fit and proper test di DPR RI yang secara otomatis pangkatnya akan naik menjadi Brigjen TNI. Peluang menjadi Mayjen (bintang 2) sangat terbuka mengingat Hakim Agung Militer yang ada saat ini, berpangkat Mayjen dan segera akan pensiun.

Kalau mencoba mengecek data base GAPNINDO (Gabungan Pengusaha Nias Indonesia) maka disana kita akan melihat jumlah pengusaha/ entrepreneur Nias yang tersebar di Indonesia dengan jumlah lumayan dan akan terus bertambah. Belum lagi data base organisasi-organisasi masyarakat Nias seperti HIMNI dan FORNISEL, HIMASGO. Saya sangat meyakini masih banyak yang tidak terpublikasi dan juga yang sedang dalam proses menuju puncak karir saat ini. Tetapi kalau dilihat lebih dalam lagi, hampir semuanya tergolong dalam Gen 50-70.

Seiring dengan waktu, harapannya SDM Nias akan terus bergerak maju, menjaga kualitas dan integritas serta semakin bertambah secara kuantitas, sehingga tongkat estafet, regenerasi itu tidak terputus. Tantangan ini akan terjawab dalam Gen 80-Milenial yang secara kuantitas melimpah dalam 10-20 tahun ke depan.

Khusus generasi milenial, para stakeholders di Nias harus terus menerus mempersiapkan jalan, memfasilitasi dan mempermudah akses kepada SDM potensialnya. Kebutuhan dalam era globalisasi yang serba hi-tech dan menuntut perubahan serba cepat, maka ini menjadi tantangan yang berat.

Paradigma lama, "gantungkanlah cita2mu setinggi PNS" ini harus dirubah kalau kita mau SDM Nias masuk dalam persaingan global. Pendekatannya sederhana, bahwa "Tidak ada negara maju di dunia karena jumlah PNSnya lebih banyak dari profesi lainnya".

Ketika APBD Nias di masing-masing 5 Kabupaten/Kota diperuntukkan 70-80% sebagai belanja pegawai dan %tase kontribusi PADnya dalam postur APBDnya dibawa 10%, maka sesungguhnya para Nahkoda kepemimpinan daerah di Nias, hanya melanjutkan kebiasaan "nina bobo" dari jaman ke jaman yang minim kreatifitas dan inovasi yang mudah terukur.

Karena masih dalam suasana bahagia, pada kesempatan terupdate kali ini, penulis mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Kolonel TNI (CHK) Hidayat Manao, SH., MH., yang terpilih sebagai Hakim Agung Militer RI. Indonesia bangga memilikimu, Nias bangga memilikimu, Keluarga bangga memilikimu. Tetap mengandalkan Tuhan.

Prestasi-prestasi yang sedikit dipaparkan diatas, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi milenial Nias agar terpacu untuk menjaga eksistensi.
#OnoNihaTola.


Oleh :
Barugamuri Dachi, CA., CPA.

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Panglima Kodam I/ BB, Buka Secara Resmi Latihan Pratugas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132 Bang
  • YARA Himbau Napi yang Lari untuk Kembali
  • Permasalahan Rekrutmen Sekdes Banua Sibohou II di Alasa Sudah Diselesaikan
  • Ini Daftar Game Online Yang Dapat Merusak Masa Depan Anak
  • PDI Perjuangan Percepat Kongres V , Ini Alasannya
  • 20 % Wajib Untuk Masyarakat Sekitar HGU
  • Ini Penjelasan Menkumham Pada Komisi III DPR RI
  • Politisi Muda NasDem Prihatin Pembangunan Kabupaten Nias Sangat Lamban
  • Penjaringan Sekertaris Desa Banua Sibohou II Diduga Tidak Sesuai Prosedur
  •  
    Jumat, 03 Februari 2017 - 00:53:19 WIB
    Menjadi Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Lahomi
    Bupati Nias Barat Resmikan Peningkatan Status Puskesmas Rawat Jalan
    Sabtu, 10 Juni 2017 - 11:24:42 WIB
    Sang Istri Alami Hal Mengejutkan, Setelah Berhubungan Intim Dua Malam Berturut-Turut
    Selasa, 31 Januari 2017 - 06:10:23 WIB
    Pemkot Gunungsitoli Lantik 359 Pejabat Eselon III dan IV
    Selasa, 14 Mei 2019 - 06:48:53 WIB
    Puqn Maharani Calon Kuat Ketua DPR, Nasdem Mendukung
    Senin, 29 Mei 2017 - 10:47:25 WIB
    IWO Akan Berkibar di NTT
    Rabu, 21 Juni 2017 - 20:51:35 WIB
    Adakah Hubungannya Beras Rastra dengan Program Bupati Nias Santunan Kematian?
    Rabu, 14 Juni 2017 - 15:32:55 WIB
    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Trenggiling ke Malaysia
    Jumat, 24 Februari 2017 - 00:13:29 WIB
    Wabup Nias Laksanakan Sertijab Camat Botomuzoi
    Jumat, 21 September 2018 - 22:57:58 WIB
    Di Gunungsitoli, Dana Desa Jadi Kesempatan Memperkaya Diri Kepala Desa
    Minggu, 01 Januari 2017 - 08:43:35 WIB
    Pemerintah Kabupaten Nias Utara Siap Lawan Praktek Pungli
    Rabu, 04 Januari 2017 - 07:37:49 WIB
    Begini Rahasia Cantik Wanita Korea
    Rabu, 25 Oktober 2017 - 21:08:26 WIB
    PSP Center dan KBRI Bantu Pulangkan Dermawan ke Indonesia
    Sabtu, 03 Juni 2017 - 20:24:26 WIB
    Wali Kota Medan Ingin Ramadhan Fair Memuaskan Pengunjung
    Minggu, 17 September 2017 - 22:03:07 WIB
    Warga Mengeluh, Lahannya Dicaplok oleh PT. Musim Mas
    Sabtu, 11 Mei 2019 - 15:03:41 WIB
    Soniwati Wau Kembali Duduk di Kursi DPRD Prov Riau.
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved