Pemilu 2019 tentu berbeda dengan Pemilu 2014. Berbagai perubahan mengharuskan caleg beradaptasi dengan cara kampanyenya dan menyiapkan strategi"> Pemilu 2019 tentu berbeda dengan Pemilu 2014. Berbagai perubahan mengharuskan caleg beradaptasi dengan cara kampanyenya dan me" />
Senin, 26 08 2019  
 
Pasti dukungan anda duduk
Raup Suara Terbanyak Belum Tentu Duduk di Kursi DPR

Redaksi | Politik
Selasa, 09 Oktober 2018 - 12:32:06 WIB
Pemilu 2019 tentu berbeda dengan Pemilu 2014. Berbagai perubahan mengharuskan caleg beradaptasi dengan cara kampanyenya dan menyiapkan strategi pemenangannya lebih matang.

Salah satu syarat mutlaknya adalah, meraih suara mayoritas. Namun, hal itu belum menjamin caleg tersebut berhasil berkantor di kawasan Senayan pada 2019 mendatang.

Status partai, syarat parliamentary threshold, serta beberapa faktor pendukung harus benar-benar disiapkan secara matang oleh para caleg yang bertarung berebut kursi DPR RI.

Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), yang diparipurnakan pada Juli 2017 lalu, menghasilkan lima poin yang membedakan Pemilu 2019 dengan sebelumnya.

Salah satunya yakni system Parliamentary Threshold (ambang batas parlemen) yang telah diundangkan. Di mana system ini mengatur syarat partai politik lolos ke DPR yaitu memiliki suara sebesar 4 persen di suatu tingkatan wilayah. Batas ambang 4 persen tentunya adalah tantangan sendiri bagi partai kecil atau partai baru yang pertama kali ikut pemilu.

Dari berbagai pengalaman, ambang batas parlemen telah beberapa kali menggagalkan sebuah partai untuk lolos ke Senayan. Seperti contoh, PBB dan PKPI yang gagal ke Senayan setelah suara nasional yang mereka dapatkan tak mencapai 3,5 persen, syarat parliamentary threshold di Pemilu 2014 silam.

Hal ini seringkali membuat caleg DPR partai seperti ini kena apes. Pasalnya, sekalipun caleg mereka juara di suatu daerah pemilihan (dapil), namun karena aturan ambang batas parlemen tadi, membuat partainya tadi tidak boleh masuk ke DPR.

Selain system Parliamentary Threshold, ada juga, metode konvensi suara yang digunakan untuk menentukan caleg terpilih juga berubah. Apabila pada pemilu sebelumnya, KPU menggunakan sistem penghitungan Quote Harre. Namun pada pemilu 2019, KPU akan menggunakan sistem Saint League Murni.

Sistem Quote Harre dikenal dengan istilah bilangan pembagi pemilih (BPP). BPP digunakan untuk menetapkan suara sesuai dengan jumlah suara dibagi dengan jumlah kursi yang ada di suatu dapil. Metode ini cenderung merugikan partai besar dikarenakan hak untuk mendapat kursi secara maksimal harus terlempar pada partai bersuara kecil dikarenakan asas pembagian pemilih tersebut.

Sedangkan metode Saint League Murni, digunakan pada Pemilu 2019 ini, adalah metode penghitungan suara yang menggunakan angka pembagi untuk mengalokasikan kursi yang diperoleh setiap partai politik dalam sebuah dapil. Angka yang digunakan untuk pembagi adalah angka ganjil (1,3,5,7,dst). Jumlah suara yang telah dibagi oleh angka ganjil tersebut akan diperingkatkan dan menentukan siapa saja partai/caleg yang lolos.

Jumlah Perolehan Kursi Partai Politik di DPR RI

Sebanyak 575 kursi DPR RI akan diperebutkan oleh 14 partai politik yang lolos mengikuti kontestasi pada pemilihan umum 2019.

Jumlah kursi DPR RI pada pemilu 2019 bertambah 15 kursi menjadi 575 dibanding pemilu 2014 sebanyak 560 kursi. Penambahan ini terkait bertambahnya tiga daerah pilih (dapil), yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Sehingga jumlah dapil pada pemilu tahun depan menjadi 80 dapil dari sebelumnya hanya 77 dapil.***

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Sah......Ibukota Negara Pindah Ke Kaltim
  • Kasdam IV/Diponegoro Ramaikan Fun Bike HUT Jateng
  • Marinus Gea, Kembali Pimpin HIMNI 4 Tahun ke Depan
  • Kasdam IV : Dusun Porot Model Kampung Toleransi Beragama
  • Hampir semua Ketua DPD HIMNI Memuji Kinerja DPP HIMNI dibawah Kepemimpinan Marinus Gea
  • HIMNI harus Mampu Berdaptasi dalam Era Industri 4.0
  • Pangdam IV Hadiri Pembukaan Pesta Rakyat Jateng 2019
  • Keterbukaan Informasi Publik Melalui PPID Untuk Indonesia Yang Lebih Baik
  • KEMENTERIAN PPPA RI, Sosialisasikan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak di Riau
  •  
    Kamis, 09 Februari 2017 - 13:27:02 WIB
    Diduga Korupsi, Anggota DPRD Nias Minta Bupati Copot Jabatan Kasek SDN Siforoasi Bawolato
    Selasa, 17 Januari 2017 - 20:12:53 WIB
    Walikota Gunungsitoli Hadiri Rapat Paripurna Tahun 2017
    Kamis, 22 Juni 2017 - 18:41:14 WIB
    Kota Gunungsitoli Akan Menjadi Tuan Rumah Perayaan "Pesta Yaahowu Kepulauan Nias"
    Minggu, 21 Juli 2019 - 08:12:36 WIB
    Antara Pria Dan Wanita , Siapa Yang Suka Bohong....? Buat Kaget Ternyata Wanita, Ini Penjelasannya
    Minggu, 23 April 2017 - 21:48:06 WIB
    Terkait Dugaan Korupsi, Aktivis Terus Memburu DPRD Bengkalis
    Minggu, 26 Februari 2017 - 09:39:06 WIB
    Jokowi Nilai Estafet Kepemimpinan Harus Menunjang Pembangunan
    Minggu, 18 Agustus 2019 - 22:36:21 WIB
    Touring Merdeka Dalam Rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia
    Selasa, 03 Januari 2017 - 23:30:25 WIB
    Blusukan ke Pasar, Masyarakat Curhat Kepada Gubernur Riau
    Sabtu, 26 Agustus 2017 - 07:32:10 WIB
    Alami Penyakit Bocor Jantung, Bocah ini Butuh Uluran Tangan
    Jumat, 18 Januari 2019 - 15:52:23 WIB
    SU Sambut Komandan Kodim 0314 Inhil
    Senin, 31 Desember 2018 - 14:26:25 WIB
    AS SDM Polri Berikan Bantuan kepada Korban Pasca Tsunami Wilayah Banten
    Senin, 02 Januari 2017 - 11:08:48 WIB
    Sepanjang Tahun 2016, Pemkab Nias Barat Resufle 158 Pejabat Eselon II-IV
    Minggu, 01 Januari 2017 - 23:34:29 WIB
    Mulai Tahun 2017 Tarif Pengurusan STNK dan BPKB Naik 3 Kali Lipat
    Jumat, 03 Maret 2017 - 12:56:20 WIB
    Gubsu T. Erry Pimpin Apel Simpatik, 1.500 Personil Akan Tindak Pelanggar Lalulintas
    Selasa, 28 Februari 2017 - 00:16:33 WIB
    Lecehkan Napi Wanita, Kalapas Klas IIA Bukittinggi Dinonaktifkan
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
    Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved