Minggu, 05 Juli 2020  
 
Pembentukan Majelis Masyayikh Jabar Terus Dimatangkan

Riswan L | Jawa Barat
Senin, 29 Juni 2020 - 19:36:49 WIB
KOTA BANDUNG, Tiraskita.com - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum
menghadiri video conference Forum Pondok Pesantren (FPP) dan Kiai Sepuh
Pimpinan Pondok Pesantren di Jabar dalam rangka Rencana Pembentukan
Dewan Masyayikh Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (29/6/20).

Kang
Uu mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar mendukung penuh
pembentukan Majelis Masyayikh tingkat provinsi Jabar. Sebab, Majelis
Masyayikh dapat membangun komunikasi pondok pesantren (ponpes) di Jabar
dengan pemerintah.

“Jumlah pesantren yang tercatat di Provinsi
Jawa Barat sebanyak 12.000 lebih pesantren dengan jumlah santri sebanyak
3 sampai 4 juta santri, sedangkan catatan di Kementerian Agama sebanyak
8.500 lebih pesantren,” kata Kang Uu.

“Maka, sedikit kesulitan
membangun komunikasi. Padahal kami sangat membutuhkan masukan, dorongan
dan dukungan para kiai dan ulama. Terutama dalam menuju Jabar Lahir dan
Batin,” imbuhnya.

Menurut Kang Uu, dengan adanya Majelis
Masyayikh, pondok pesantren dapat memberikan masukan-masukan kepada
pemerintah maupun sebaliknya. Tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan
di pondok pesantren.

“Termasuk juga diharapkan para kiai
memberikan masukan, dan memberikan arahan-arahan pada pesantren yang
sudah sedikit melenceng atau tidak sesuai dengan harapan berdirinya
pondok pesantren, yang sudah prakarsai oleh para kiai puluh atau ratus
tahun kebelakang,” ucapnya.

Kang Uu berharap akan ada lagi video
conference atau pertemuan untuk membahas pembentukan Majelis Masyayikh
tingkat provinsi Jabar.

Perwakilan Kanwil Kementerian Agama
Provinsi Jabar yang hadir dalam vicon tersebut, Wildan, mengatakan,
pihaknya mendukung pembentukan Majelis Masyayikh di Jabar.

"Jadi
pada prinsipnya Kementerian Agaman mendukung sekali, bagaimanapun ini
akan menjadi ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren,"
kata Wildan. "Karena tidak ada yang tahu pesantren kecuali para kiai,
ajengan, dan masyayikh," tambahnya.

Menurut Wildan, Majelis
Masyayikh seperti Badan Nasional Standarisasi Pendidikan untuk pondok
pesantren. Nantinya akan menjadi wadah para kiai merumuskan standar
kerangka kurikulum sebagai acuan bagi pesantren - pesantren dalam proses
pembelajaran.***


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Camat Tapung Hulu Cabut SKGR , Kuasa Hukum Minta Kerugian Korban Diganti
  • Sekda Kampar ; Jangan Gengsi Jadi Petani
  • Bupati Kampar ; Mari Ciptakan Negeri Yang Sejuk Menuju Kampar Baldatun Tayyibatun Warobbun Ghofur
  • Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
  • Raih Penghargaan di Hari Bhayangkara Kepala Perwakilan Ombudsman RI Beri Selamat Ke IWO Soppeng
  • Kapolres Samarinda Benarkan KPK Periksa Pejabat Daerah
  • Kapolri Idham Azis: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati karena Sudah Tahu Hukum
  • Ini Nostalgia Saya Dulu, Pangdam I/BB Yang Putra Seorang Prajurit Brimob Berkunjung Ke Polda Riau
  • Ibu Hetty Andika Perkasa Gelar Bhakti Sosial Di Magelang
  •  
     
    Senin, 16 Maret 2020 - 17:01:40 WIB
    Sikapi Surat Edaran Gubernur
    Ketua DPRD Kuansing Tunda Sejumlah Agenda Kegiatan
    Senin, 25 November 2019 - 22:23:25 WIB
    HPN Sejumlah Guru Terima Penghargaan
    Jumat, 26 Juni 2020 - 13:43:10 WIB
    Kodim 0620/Kab Cirebon, gelar Komsos Dengan Aparat Pemerintahan
    Minggu, 17 Mei 2020 - 13:10:20 WIB
    TKPP Covid-19 Aras Sinodal dan Pemuda BNKP, Bagikan Ratusan Nasi Bungkus dan Masker
    Kamis, 12 Maret 2020 - 16:17:27 WIB
    Gubernur Riau Syamsuar mengikuti Rakornas Pengamanan Batas Negara
    Gubri Hadiri Rakornas Pengamanan Perbatasan Negara
    Senin, 25 Mei 2020 - 11:36:45 WIB
    Mengapresiasi Atas Pengorbanan Waktu, Tenaga Dan Fikiran
    Idul Fitri Ditengah Pendemi Covid-19, Bupati Kampar Apresiasi Tenaga Medis dan Petugas Pos Check Po
    Senin, 02 Maret 2020 - 11:50:13 WIB
    Pers Cukup Berbadan Hukum Bisa Profesional
    Ketua Dewan Pers Bantah Isu Terverifikasi Media
    Sabtu, 30 November 2019 - 21:48:54 WIB
    BREAKING NEWS : Bulog Mau Buang Beras Senilai, 160 Miliar
    Senin, 18 Mei 2020 - 08:54:54 WIB
    LAWAN COVID-19
    Bersama Bupati Kampar, Gubernur Riau Serahkan Bantuan APD kepada RSUD Bangkinang
    Minggu, 29 Maret 2020 - 17:05:56 WIB
    MEMUTUS MATA RANTAI VIRUS COVID-19
    Masyarakat Khawatir, TKI Asal Bengkalis Dari Malaysia Baru 5 Hari Dikarantina ODP Corona Dipulangkan
    Senin, 16 Maret 2020 - 23:46:58 WIB
    Gubernur Meminta Seluruh Tugas Ke-Luar Negeri Ditunda Sementara Dikarenakan Wabah Virus Corona
    Gubri Minta Tunda Perjalanan Dinas ke Luar Negeri
    Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:45:16 WIB
    Sempena Serahkan BLT DD
    Bupati Kampar ; Mari Ciptakan Negeri Yang Sejuk Menuju Kampar Baldatun Tayyibatun Warobbun Ghofur
    Jumat, 17 April 2020 - 12:29:17 WIB
    DUKUNGAN MOI UNTUK PENANGANAN COVID-19
    DPP MOI dan UKM IKM Nusantara mendukung Program Kemensos R.I. menanggulangi dampak Covid 19
    Selasa, 19 Mei 2020 - 07:38:31 WIB
    Diduga 3 Milliar Jadi Bancakan
    Bansos Kota Pekanbaru Terindikasi Disunat, Fungsi Pengawasan DPRD Dipertanyakan
    Jumat, 17 Januari 2020 - 01:59:20 WIB
    Suami Istri Ditangkap Kasus Narkoba
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2019 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved