Jum'at, 17 09 2021  
 
Ridwan Kamil Samakan Gerak Pengendalian COVID-19 di Bodebek

Arif Hulu | Jawa Barat
Rabu, 07 Oktober 2020 - 08:19:52 WIB

DEPOK | Tiraskita.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) sekaligus Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar Ridwan Kamil menggelar pertemuan secara daring dengan lima kepala daerah di wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) di Kantor Wali Kota Depok, Kota Depok, Selasa (6/10/20).

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyamakan gerak wilayah Bodebek dalam mengendalikan COVID-19. Apalagi, penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bodebek masih tinggi.

"Ini minggu kedua saya bertugas rutin di Depok. Di pertemuan tadi, saya melakukan koordinasi dengan para kepala daerah Bodebek untuk memastikan kesamaan gerak (dalam kendalikan COVID-19)," kata Kang Emil.

Menurut Kang Emil, ada beberapa hal yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Pertama, fokus menangani klaster keluarga. Ia melaporkan, terdapat 200 Kepala Keluarga (KK) yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Bogor. Rata-rata ada tiga anggota keluarga positif COVID-19 dalam satu KK. Situasi yang sama terjadi pula di Kota Bekasi.

"Kita menyepakati di Bodebek ini klaster keluarga sedang tinggi, karena itu kita harus fokus (menangani klaster keluarga)," ucapnya. Baca juga : Status Kota Cimahi Menurun Dari Zona Merah Ke Zona Oranye Covid-19

Kang Emil mengatakan, klaster keluarga berasal dari klaster perkantoran. "Jadi, kalau di Kota Bogor misalnya, apakah klaster kantor yang kantornya memang di Kota Bogor atau Jakarta. Itu sedang kita teliti," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Kang Emil, dilakukan sinkronisasi kebijakan pembatasan kegiatan sampai pukul 18:00 WIB. Sinkronisasi ini dilakukan karena pembatasan kegiatan di setiap daerah berbeda.

"Contohnya di perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor. Di kanannya tutup, tapi kirinya masih buka. Itu sedang kita samakan," ucapnya.

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Bodebek

Kang Emil melaporkan, rata-rata tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Bodebek berada di angka 70 persen. Angka tersebut melebihi standar keterisian rumah sakit Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 60 persen.

Oleh karena itu, Kang Emil menginstruksikan rumah sakit rujukan COVID-19 di Bodebek untuk meningkatkan kapasitas ruang perawatan pasien COVID-19.

"Tadi kita instruksikan semua rumah sakit di Bodebek tolong menyumbang lagi lantai-lantai perawatannya," ucapnya.

Selain itu, kata Kang Emil, pasien tanpa gejala yang berasal dari klaster keluarga akan diisolasi ke pusat isolasi nonrumahsakit, seperti gedung negara atau hotel. Hal itu dilakukan karena potensi penularan dari klaster keluarga tergolong tinggi apabila melakukan karantina mandiri di rumah.
"Kita akan memindahkan yang karantina tanpa gejala di rumah untuk dikarantina di gedung negara atau yang disewa seperti hotel dan wisma-wisma," katanya.

Kang Emil mengatakan, pihaknya intens melakukan pengetesan (testing) metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR) di Bodebek. Termasuk meningkatkan pengetesan metode PCR di Kabupaten Bogor yang memiliki penduduk sekitar 5 juta.

"Untuk tes PCR, Kabupaten Bogor masih rendah karena memang penduduknya banyak lebih dari 5 juta. Namun, akan terus kita tingkatkan," ucapnya. Baca juga : Kapolda Banten dan PJU, Kunjungi Kediaman Danrem 064/MY Berikan Surprise HUT TNI Ke-75

Kang Emil pun meminta Kabupaten Bogor untuk mewaspadai munculnya klaster pesantren. Sedangkan Kabupaten Bekasi diminta fokus pada klaster industri. Sementara Kota Depok, Bogor, dan Bekasi, harus mewaspadai klaster keluarga.

Dinamika Kota Depok

Menurut Kang Emil, Kota Depok memiliki tiga tantangan sekaligus. Pertama, pengendalian COVID-19. Kedua, antisipasi bencana banjir di musim hujan. Terakhir adalah penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

"Jangan sampai tiga tantangan ini menghabiskan sumber daya. Kita tetap semangat termasuk untuk warga Depok karena kuncinya hanya satu yaitu disiplin sambil nunggu vaksin. Karena tidak ada lagi perlawanan orang-orang sehat dalam mengatasi COVID-19, kecuali disiplin," ucapnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok Dedi Supandi melaporkan, rata-rata penambahan kasus positif COVID-19 di Kota Depok masih tinggi. Meski pada pekan ini, level kewaspadaan Kota Depok turun dari Zona Merah menjadi Zona Oranye.

"Minggu ini ada di zona oranye berarti ada hasil dari upaya yang kita lakukan. Kami sudah keluarkan regulasi yaitu keberlanjutan pembatasan sosial termasuk pembatasan jam operasional toko dan tempat usaha perbelanjaan lainnya," ucap Dedi.

Selain itu, kata Dedi, tingkat kesembuhan di Kota Depok meningkat menjadi 69 persen. Ia mengatakan, hal mendesak yang sangat dibutuhkan Kota Depok adalah pusat isolasi.

"Kita butuh tempat isolasi. Kita sudah mencari hotel dan yang sudah siap wisma UI, tempat diklat di Cilodong. Hanya kami minim anggaran. Mudah-mudahan hadirnya Pak Gubernur berkantor di Depok bisa membantu," ungkapnya.

Liputan Arif S


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Dukung Program Pemerintah, Nakes TNI AL Lanal Cirebon Laksanakan Serbuan Vaksinasi Untuk Masyarakat
  • Pengadaan Sapi Madura di Dinas PKH Provinsi Riau Diduga Ada Yang Tidak Beres
  • Pangkalan Udara Sugiri Sukani Majalengka, Kembali Gelar Serbuan Vaksinasi
  • Dengan Tetap Memperhatikan Protkes, Dandim 1007/Banjarmasin, Berikan Jam Komandan
  • Kemenkumham Raih 2 Penghargaan Keuangan dari Kemenkeu
  • Pemprov Harus Tingkatkan Produksi Pangan dan Peternakan di Jawa Barat
  • Polres Majalengka Polda Jabar, Bagikan Masker Kepada Anak Pelajar Dimasa PPKM
  • Lantamal V Terima Kunjungan PPAL Surabaya
  • Disdik, Dispora dan Dipusipda Dibahas Dalam RKUA-PPAS DPRD Jabar
  •  
     
     
    Selasa, 06 April 2021 - 09:19:25 WIB
    Perjuangan Atas Alih Kelola Blok Rokan Akhirnya Dapat Dukungan Sepenuhnya Dari Walikota Dumai
    Minggu, 17 Mei 2020 - 20:06:46 WIB
    LAWAN COVID-19
    PSBB Pekanbaru: Kasus Positif Turun, Tetapi PSBB Diperpanjang
    Selasa, 31 Maret 2020 - 14:03:39 WIB
    Narkotika Jenis Sabu
    Corona Tak Lumpuhkan Bandar,BNN Sita 32 Kg Sabu Asal Malaysia
    Minggu, 08 November 2020 - 08:36:59 WIB
    Cek Rekening, Subsidi BLT Gaji Sudah Mulai Disalurkan
    Selasa, 15 Juni 2021 - 20:30:40 WIB
    Lawan Covid-19
    Pemkab Sergai Gelar Vaksinasi Massal dengan Target 25.000 Peserta
    Selasa, 05 Mei 2020 - 12:22:47 WIB
    Memiliki Kapabilitas dan Integritas
    Muhammad Nasir Djamil Mendukung Diangkatnya Setia Untung Arimuladi Sebagai Wakil Jaksa Agung
    Jumat, 05 Maret 2021 - 15:53:18 WIB
    BREAKING NEWS: Gempa M 5.8 Guncang Mentawai Siang Ini
    Rabu, 27 Mei 2020 - 20:24:04 WIB
    LAWAN COVID-19
    Sejumlah LSM Beri Bantuan Kepada Warga Yang Jalani Karantina Mandiri
    Jumat, 09 Juli 2021 - 14:42:32 WIB
    Meski Terlambat dan Minim Anggaran, Pengalihan Dana Infrasturktur Pada Obat Obatan Dirasa Pas
    Minggu, 20 Desember 2020 - 12:37:58 WIB
    Mendikbud Kunker ke Singapura Demi Kemajuan Pendidikan RI
    Selasa, 19 Mei 2020 - 17:32:06 WIB
    LAWAN COVID-19
    Bupati Kampar ; Sebelum Idul Fitri Semua Bantuan Sosial Harus Selesai dibagikan
    Rabu, 06 Januari 2021 - 15:28:08 WIB
    Danramil dan Babinsa Koramil 07 Alasa Bersama Forkompincam Alasa Ikuti Perayaan Natal
    Jumat, 25 September 2020 - 12:07:01 WIB
    Komsos Kreatif Koramil Beber, Jadi Tim Pembuka Turnamen Bola Voli Di Lebakmekar
    Sabtu, 08 Mei 2021 - 12:51:23 WIB
    Aplikasi Belanja Langsung Secara Online Bantu Kepala Daerah Terhindar Dari Praktek Korupsi
    Jumat, 14 Februari 2020 - 15:54:43 WIB
    Satnarkoba Polres Rohul Tangkap Tiga Pelaku, Satu IRT Saat Sedang Asyik Shabu Dalam Rumah di Puo Ray
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved