Jum'at, 22 Januari 2021  
 
Plt. Kota Cimahi, Ngatiyana Hadiri FGD Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah
Plt. Walkot Tekankan Pentingnya Komitmen Bersama Untuk Pengurangan Risiko Bencana

Riswan L | Jawa Barat
Selasa, 01 Desember 2020 - 21:34:36 WIB
Cimahi | Tiraskita.com - Sebagai kota yang sebagian besar wilayahnya termasuk kedalam kawasan cesar Lembang yang terus bergerak, Cimahi senantiasa dihadapkan pada potensi bencana gempa bumi dan tanah longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Disamping itu, Kota Cimahi juga harus menghadapi berbagai potensi bencana lainnya seperti kebakaran, banjir dan kekeringan / kekurangan air sebagai akibat dari kompleksitas berbagai permasalahan perkotaan pada umumnya.  Mencermati hal tersebut, maka diperlukan langkah-langkah proaktif dan preventif dari seluruh stakeholders terkait bidang penyelenggaraan penanggulangan bencana, untuk membantu masyarakat yang berpotensi terdampak bencana.

Demikian diutarakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kota Cimahi Tahun 2020, bertempat di Aula Gedung B Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi pada Selasa (01/12).

“Salah satu upaya yang perlu ditempuh adalah dengan menurunkan indeks risiko bencana dimana hal tersebut penting karena penurunan indeks risiko bencana di tingkat kota/kabupaten menjadi bagian dari standard pelayanan minimum sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentunya hal ini memerlukan komitmen bersama, karena upaya pengurangan risiko bencana memerlukan sinergi lintas sektor dan peran,” ujar Ngatiyana.

Ditambahkan Ngatiyana, salah satu indikator untuk menghitung indeks resiko bencana di suatu daerah adalah dengan Indeks Ketahanan Daerah (IKD), yang pada dasarnya merupakan instrumen untuk mengukur kapasitas suatu daerah dengan asumsi bahwa bahaya atau ancaman bencana dan kerentanan di daerah tersebut kondisinya tetap. Dengan demikian, penyusunan IKD merupakan salah satu langkah awal yang harus ditempuh dalam proses penghitungan indeks resiko bencana di Kota Cimahi.

“Terima  kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah hadir pada acara FGD penyusunan IKD di Kota Cimahi tahun 2020. Semoga kegiatan di pagi ini dapat mendorong upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kota cimahi agar lebih tangguh bilamana terjadi bencana,” imbuh Ngatiyana.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Asep Bahtiar menyatakan bahwa kegiatan tersebut FGD penyusunan IKD tersebut diselenggarakan sebagai bentuk upaya peningkatan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Peningkatan kapasistas ini dipandang perlu sebagai parameter penting untuk menentukan keberhasilan dalam pengurangan risiko bencana.

“Jadi kita susun berdasarkan semua indicator yang ada…. nah lalu kita kirim ke BPBD Provinsi (Jabar), untuk diverifikasi, terus ke BNPB [pusat] Jakarta. Tahun depan, sekitar awal tahun, akan keluar indeks Cimahi ini…. indeks resiko bencananya, apa sedang atau kecil,” kata Asep.

Dikatakan Asep, terdapat sebanyak 71 indikator yang masuk kedalam proses penyusunan IKD ini, dimana jumlah kejadian bencana yang terjadi sepanjang satu tahun terakhir di suatu daerah menjadi salah satu diantaranya. Dari seluruh indikator tersebut, terdapat sekitar 284 pertanyaan yang terangkum dan tersebar di beberapa SKPD yang terkait dengan urusan kebencanaan.

Pihaknya menambahkan, pada tahun 2019 lalu, BNPB pusat sendiri telah menyusun Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dimana di dalamnya dinyatakan bahwa Kota Cimahi merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam kawasan rawan bencana alam, seperti longsor, banjir dan gempa bumi. Didalamnya juga dinyatakan bahwa Kota Cimahi memiliki tingkat risiko bencana dengan skor 120 yaitu pada skala kerawanan sedang.

“Tiap tahun indeknya ini berubah pasti akan berubah. Berubahnya ini [tergantung] bagaimana SKPD terkait dalam menyiapkan segala perangkatnya, baik SDM [SUmber Daya Manusia]-nya, logistiknya…. Dan kami berharap, [Kota] Cimahi indeks resiko bencananya rendah… karena dengan rendah berarti kita insya allah aman,” pungkas Asep.

Selain Kepala BPBD Kota Cimahi, turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan dari Forum Koordinasi Pemerintahan Daerah Kota Cimahi, Narasumber dari Bandung Mitigasi Hub Institut Teknologi Bandung (ITB), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi, perwakilan dari MUI, Baznas dan PMI Kota Cimahi, para camat dan lurah se-Kota Cimahi serta unsur Tagana, Karang Taruna, Pramuka dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Cimahi. (Bidang IKPS/ Arif S)



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Babinsa Koramil 07/ Alasa Kodim 0213/Nias Melaksanakan Pendampingan Petani Tanaman Cabe
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih
  • BMKG Pekanbaru: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
  • Yulisman Ketua DPRD Riau Ikuti Zoom Meeting Bersama Perkumpulan Scale
  • Liverpool Kalah 0-1 dari Burnley
  • Sepuluh Wanita Terjaring Razia di Warung Remang-remang di Siak
  • APBD Meranti 2021 Belum Bisa Digunakan Penuh
  • Meski Pandemi, Pacu Jalur 2021 Tetap Dibiaya APBD Kuansing
  • Kasmarni-Bagus Terpilih Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis
  •  
     
     
    Senin, 29 Juni 2020 - 11:37:27 WIB
    Penggelapan 1 Unit Mobil Toyota Avanza
    Sat Reskrim Polres Simeulue, Berhasil Tangkap Diduga Pelaku Penggelapan Mobil
    Jumat, 13 Maret 2020 - 12:18:30 WIB
    Ketua REPDEM Kab. Pelalawan Meminta Bapak H.Zukri Misran Ikut Berkompetisi Dalam Pilkada 2020
    Rabu, 04 November 2020 - 10:59:06 WIB
    9 Bulan Belajar di Rumah, Sekolah Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
    Selasa, 24 Maret 2020 - 19:10:42 WIB
    UN Tidak Akan Dilaksanakan Untuk Tahun Ini Dikarenakan Wabah Virus Corona
    Komisi X DPR-Mendikbud Sepakat UN Ditiadakan, Nilai Rapor Bisa Penentu Kelulusan
    Rabu, 23 Desember 2020 - 12:43:12 WIB
    AS Imingi Miliaran Dolar Jika Indonesia Jika Akui Israel
    Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:05:02 WIB
    Sukseskan Ketahanan Pangan, Lanud Maimun Saleh Sabang, Panen Jagung Manis
    Selasa, 25 Agustus 2020 - 08:45:29 WIB
    DPW MOI SULSEL Siap Dilantik dan Dikukuhkan
    Selasa, 09 Juni 2020 - 12:45:55 WIB
    Mendapat Wejangan Wartawan Senior, Diskominfo Kampar Mantapkan Penulisan Press Release
    Kamis, 13 Februari 2020 - 10:55:31 WIB
    Pelantikan Polda
    Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Utama Mabes Polri Dan Sejumlah Kapolda
    Selasa, 07 Juli 2020 - 16:38:13 WIB
    Kodim 0620/Kab Cirebon Komsos Dengan Komponen Masyarakat
    Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:18:09 WIB
    Ronaldo Positif Covid-19, Terbang ke Italia Isolasi Diri di Turin
    Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:33:22 WIB
    Menteri Yasonna Laoly Persilakan Tommy Soeharto Gugat SK Muchdi Pr
    Rabu, 01 April 2020 - 16:52:26 WIB
    Bersinergi Melaksanakan Kegiatan Penyemprotan Disinfektan Untuk Menangani Virus Corona
    PENDAM IV/DIP DAN WARGA BINAAN BERSINERGI CEGAH VIRUS CORONA
    Minggu, 24 Mei 2020 - 13:06:47 WIB
    LAWAN COVID-19
    Diperketat, Sudah 1.500 an Kendaraan Disuruh Putar Balik di Perbatasan Riau-Sumbar
    Kamis, 07 Januari 2021 - 21:27:34 WIB
    Pramugari Christine Dacera Diduga Diperkosa Sebelum Tewas
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved