Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memutuskan untuk kembali menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap kelima di Kota Cimahi pada 6 April sampai dengan 19 April 2021. Hal ini sesuai dengan Instr">
Jum'at, 16 April 2021  
 
Pemkot Lanjutkan Pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Cimahi

Rahmad | Jawa Barat
Rabu, 07 April 2021 - 21:14:26 WIB

CIMAHI TENGAH | TIRASKITA.COM  – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memutuskan untuk kembali menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap kelima di Kota Cimahi pada 6 April sampai dengan 19 April 2021. Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Wali kota Cimahi Ngatiyana usai memimpin Rapat Evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro tahap empat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi, bertempat di Aula Bima Maskas Kodim 0609/Cimahi, Jl. Gatot Subroto, Karang Mekar, Kota Cimahi pada Selasa (06/04).

Ngatiyana memaparkan, selama pelaksanaan PPKM mikro tahap empat lalu, masih terdapat angkat pertambahan kasus positif di Kota Cimahi. Namun demikian, Ia mengklaim bahwa trend nya cenderung terus menurun sehingga Kota Cimahi pun tetap konsisten berada di zona kuning.

“Setelah dievaluasi Alhamdulillah dengan PPKM [mikro] ini Cimahi sudah berhasil menurunkan kasus Covid[-19] nya sehingga masih di zona kuning. Untuk itu kita lakukan ini [PPKM] agar tetap berjalan, mudah-mudahan sampai masyarakat sudah terbiasa dengan kegiatan-kegiatan ini. Dari satgas juga selalu mengingatkan kepada masyarakat, walau bagaimanapun juga protokol kesehatan harus tetap diterapkan karena ini adalah untuk keselamatan dan keamanan kita bersama,” terangnya.

Menurut Ngatiyana, berbeda dengan periode sebelumnya, berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 7 Tahun 2021, pada PPKM Mikro periode kelima ini kriteria zonasi pengendalian wilayahnya diperkecil hingga ke tingkat RT. Berdasarkan kriteria tersebut maka Zona Merah ditetapkan jika terdapat lebih dari lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT, Zona Oranye 3-5 rumah, Zona Kuning 1-2 rumah, sementara Zona Hijau jika tidak ada kasus konfirmasi positif dalam satu RT. Namun terlepas dari perbedaan jangkauan zonasi ini, yang terpenting menurutnya adalah untuk menjaga keseimbangan antara upaya pemulihan ekonomi dan penerapan protocol kesehatan.

“Terkait pemulihan ekonomi, silakan berusaha, berupaya dan berjualan agar mendapatan uang atau penghasilan, Tetapi permintaan saya selaku Ketua Gugus Tugas [Covid-19] di Pemerintah Kota Cimahi agar protokol kesehatan tetap diterapkan. Gunakan masker sambil berupaya dan berusaha sehingga dari segi ekonomi kita dapat materi atau rezeki tetapi protokol kesehatan juga dijalankan sehingga kita tetap sehat. Nah inilah harapan kita, yaitu imbang antara pemulihan ekonomi dengan kesehatan,” imbuh Ngatiyana.
 
Ditambahkan Ngatiyana, aturan yang diberlakukan selama masa PPKM mikro tahap empat nanti relatif sama dengan PPKM mikro sebelumnya. Diakui Ngatiyana, dari Rapat Evaluasi tersebut diketahui bahwa sampai saat ini masih ada beberapa RT yang angka penyebaran kasus positif Covid-19 relatif tinggi, terutama yang berada di Kelurahan Cipageran, Citeureup, Kelurahan Pasirkaliki. Untuk itu, pihaknya menekankan perlunya upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran Covid-19 di Cimahi selama pelaksanaan PPKM Mikro tahap lima ini. Dalam hal ini, seluruh masyarakat di Kota Cimahi diharapkan jangan sampai lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Saya sampaikan juga bahwa WFH [work from home] untuk kegiatan di kantor tetap 50%. Adapun yang berjualan, di toko dan sebagainya silakan dijalankan sesuai operasionalnya sampai jam 21.00. Insya Allah Pemerintah Kota sampai ke tingkat RW, RT, kelurahan, babinsa, bhabinkamtibmas akan tetap turun di masyarakat yah,” jelasnya.

Terakhir, berkenaan dengan akan datangnya bulan Ramadhan, Ngatiyana menegaskan bahwa kegiatan ibadah dan shalat berjamaah tetap diperkenankan selama tidak melebih kapasitas 50% dari luas Masjid/rumah ibadahnya. Hal ini penting demi mencegah potensi munculnya klaster penyebaran baru yang terjadi di lingkungan rumah ibadah selama bulan Ramadhan nanti.

“Nanti minggu depan di tengah-tengah kita melaksanakan ibadah puasa, beribadat juga boleh ... silakan tetapi protokol kesehatan di dalam masjid harus tetap dilaksanakan dengan batas 50% dari kapasitasnya. Ini mohon untuk masyarakat agar menaati karena bukan untuk kepentingan saya tapi untuk kepentingan kita bersama,” pungkas Ngatiyana.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Dandim 0609/Cimahi Letkol Kav. Tody Wahyudi, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi Tata Wikanta, perwakilan dari Polres Cimahi dan Kejari Cimahi serta segenap unsur gugus tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Cimahi. (Arif S)



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • KPK Dalami Adanya Penerimaan Sejumlah Uang
  • Polsek Tapung Hulu Tangkap 7 Pelaku Judi Ketangkasan Tembak Ikan di Desa Kasikan
  • Satgas Bekerja Optimal Tagih Aset BLBI Capai Rp 110 Triliun
  • Mahfud MD: Karena Sekarang Kami yang Memerintah
  • Jalan Perumahan di Pekanbaru Ditutup Tembok 2,5 Meter
  • Rutan Kelas II B Dumai Mencapai Over Kapasitas 300 Persen Lebih
  • Ridwan Kamil Salat Tarawih di Masjid Pusdai
  • Komisi I: Bogor Timur Sudah Siap Secara Administrasi Jadi Calon Daerah Otonomi Baru
  • IPP Jabar Menurun, DPRD Meminta Disdik Siapkan Solusi
  •  
     
     
    Kamis, 02 Juli 2020 - 08:49:16 WIB
    Danlanud Sam Ratulangi Bersama Forkopimda Sulut Hadiri HUT Bhayangkara ke-74 di Polda Sulut
    Jumat, 03 Juli 2020 - 14:22:44 WIB
    Plh. Bupati Bengkalis Ikuti Pemusnahan Barang Bukti Narkotika
    Sabtu, 30 Januari 2021 - 09:36:04 WIB
    Pemprov Jabar Meraih Poin Tertinggi pada Anugerah Meritokrasi KASN
    Senin, 08 Juni 2020 - 18:29:49 WIB
    Lantamal XI Merauke Hadiri Rakor Penyambutan Serpas Pamtas
    Kamis, 07 Mei 2020 - 09:41:05 WIB
    LAWAN COVID-19
    Gereja HKI Bekasi Dapatkan Bantuan Sembako Dari Sukur Nababan
    Kamis, 21 Januari 2021 - 09:42:34 WIB
    Sekda Pekanbaru: Gaji ASN Segera Cair
    Rabu, 25 Maret 2020 - 11:32:25 WIB
    Penanganan Covid-19
    Presiden Instruksikan Langkah Padu Pusat dan Daerah Tangani Covid-19
    Rabu, 06 Januari 2021 - 14:41:24 WIB
    Dicari Polisi, Ini Sosok Erwan Pemimpin Deklarasi Tentara Allah
    Jumat, 03 April 2020 - 09:11:40 WIB
    Tingkatkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19 Sampai 29 Mei
    Riau Tingkatkan Tanggap Darurat Terhadap Virus Corona Mulai Besok
    Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:52:16 WIB
    Pemkab Kampar Matangkan Persiapan Pembinaan Enam Desa Melalui P2WKSS
    Rabu, 15 Juli 2020 - 01:08:42 WIB
    Kapolres Serdang Bedagai Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Media Menjaga Situasi Kamtibmas
    Rabu, 03 Maret 2021 - 20:01:39 WIB
    Bersama Babinsa dan Manggala Agni
    Bhabinkamtibmas Polsek Tapung Lakukan Patroli Karhutla Gabungan
    Kamis, 25 Juni 2020 - 10:41:49 WIB
    Gunakan Tiang Listrik PLN Tanpa Izin, Loches AS: PT. Zi Vision Jelas Melanggar Undang-undang
    Kamis, 31 Desember 2020 - 10:08:12 WIB
    Uu Ruzhanul Apresiasi Perusahaan yang Turut Bangun Jabar Melalui Dana CSR
    Senin, 02 Maret 2020 - 12:38:10 WIB
    Dua Bulan, Polda Riau Sudah Tangani 31 Kasus Karhutla
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved