Sabtu, 31 Oktober 2020  
 
Mengejutkan, Untuk Pertama Kalinya Api Abadi Mrapen Padam

Arif Hulu | Serba-Serbi
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 09:05:14 WIB
Momen umat Budha memulai pengambilan api dharma di Api Abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak beberapa tahun lalu. Kala itu, Api Abadi Mrapen masih berkobar (Foto: dok detikcom)<
TERKAIT:
YOGYAKARTA | Tiraskita.com - Api Abadi Mrapen yang berada di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sudah sepekan ini padam total. Ternyata baru kali ini api abadi yang sering digunakan untuk event olahraga hingga kegiatan agama itu kehilangan kobarannya.

"Api padam total baru terjadi kali ini. Di tahun 1990-an atau kalau tidak salah ingat di tahun 1996, Api Abadi Mrapen pernah berkurang intensitas debit gasnya, tapi tidak sampai membuat padam," kata Kepala Seksi Energi Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto, saat dihubungi detikcom, Jumat (2/10/2020).

Sinung menyebut pada 1996 itu, debit gas di titik Api Abadi Mrapen berkurang. Kala itu, upaya pemulihan api abadi dilakukan pengeboran sedalam sekitar 20 meter sehingga gas kembali keluar.

Upaya itu pun membuahkan hasil. Api Abadi Mrapen yang berada di Dusun Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong itu kembali berkobar.

"Setelah dibor ternyata keluar gasnya, intensitas nyala api kembali berkobar. Di tahun itu tidak sampai padam, padam total baru terjadi kali ini," jelas Sinung.

Dia menyebut Api Abadi Mrapen dilaporkan padam total pada Jumat (25/9) lalu. Tim Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan pun sudah melakukan pengecekan awal. Diduga Api Abadi Mrapen itu padam karena tak ada suplai gas.

"Dari pengecekan awal itu memang apinya padam karena tidak ada suplai gasnya. Laporan yang kami terima," terang Sinung.

Dia menyebut sebelum Api Abadi Mrapen padam, sempat ada aktivitas pengeboran yang dilakukan untuk mencari sumber air, 12 September 2020 lalu. Lokasi pengeboran itu sekitar 200 meter dari titik Api Abadi Mrapen.

Sinung menyebut akibat pengeboran ini muncul semburan air setinggi 50 meter. Selain itu, terdengar suara gemuruh dari dalam tanah dan tercium gas hidrokarbon saat pengeboran itu berlangsung.

"Tapi itu belum bisa dikatakan penyebab utamanya, masih indikasi atau dugaan awal ya," ujar Sinung.

Sementara itu, Kepala Desa Manggarmas, Achmad Mufid, mengungkap hingga saat ini belum ada tanda-tanda Api Abadi Mrapen akan kembali menyala. Mufid menyebut Api Abadi Mrapen itu padam secara bertahap. Awalnya, api terlihat meredup karena kandungan gas yang keluar diperkirakan berkurang.

Namun, Api Abadi Mrapen itu benar-benar padam pada Jumat (25/9) lalu. Mufid juga mengaku lalu melaporkan padamnya Api Abadi Mrapen itu ke dinas terkait.

"Sudah saya laporkan di instansi terkait dan sudah ada tim yang turun ke lapangan melihat kondisi itu," terang Mufid saat dihubungi detikcom hari ini.

Belum diketahui secara pasti padamnya Api Abadi Mrapen yang menjadi sumber api obor sejumlah event nasional dan internasional itu. Tim ahli kini sedang melakukan kajian dan penanganan untuk mengidentifikasi padamnya Api Abadi Mrapen itu. (**)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tol Pekanbaru-Dumai Berbayar 2 November Diundur
  • Ayah Bejat Perkosa Anak Kandung 6 Kali, Dibekuk Polisi Karena Laporan Rekaman Tetangga
  • Turki Diguncang Gempa Magnitudo 7,0 Disusul Terjangan Tsunami
  • Jika Produk Prancis Diboikot, Ini Pengaruhnya bagi Perekonomian Indonesia
  • Saksikan Besok, Bulan Purnama Biru Langka Sejak Muncul 76 Tahun Lalu
  • Sule Akan Nikahi Nathalie November Ini, Malah Sibuk Urus Warisan Untuk 4 Anaknya
  • Satu Bulan Sebelum Meninggal, Alicia Menyatakan Dirinya akan Viral
  • Enang Sahri Minta Pemkot Cimahi Perbaiki Pemasangan dan Kualitas Plat Dekker Gorong-gorong
  • Wagub Jabar Sebut Pangandaran Juga Punya Potensi Wisata Gunung
  •  
     
     
    Kamis, 14 Mei 2020 - 23:17:00 WIB
    Danlanud Suryadarma Pimpin Sertijab Kepala Hukum Lanud Suryadarma
    Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:06:01 WIB
    TK Negeri Pembina Kota Cimahi Kini Milki Ruang Kelas Baru
    Rabu, 20 Mei 2020 - 20:04:06 WIB
    LAWAN COVID-19
    Peduli Covid-19, BNI Kembali Serahkan Sembako dan APD
    Jumat, 22 Mei 2020 - 16:05:28 WIB
    Tindakan Penganiyayaan Petugas
    HABIB UMAR KORBAN AROGANSI PENEGAKAN HUKUM YANG KAKU
    Sabtu, 09 Mei 2020 - 11:52:14 WIB
    Kepala Bapenda Kampar Kembali Santuni Anak Yatim dan Bantu Guru TPA
    Minggu, 09 Agustus 2020 - 08:11:11 WIB
    LAWAN COVID-19
    Pernyataan Gubernur NTT Lawan WHO Menuju Kehidupan Normal
    Senin, 10 Agustus 2020 - 09:23:24 WIB
    Tiga Fungsi Sosmed Menurut Kang Emil
    Minggu, 23 Februari 2020 - 11:05:19 WIB
    Oknum Sindikat Narkoba
    BNN Minta Oknum Polisi Terlibat Narkotika 10 Kg Sabu dan 60 Butir Ekstasi Dihukum Mati
    Selasa, 21 Juli 2020 - 08:45:00 WIB
    Bupati Serdang Bedagai Tinjau Panen Perdana Sei Nagalawan Di Kecamatan Perbaungan
    Minggu, 29 Desember 2019 - 06:21:43 WIB
    Ditpolairud Polda Banten Melakukan Pengamanan dan Patroli Perairan Objek Wisata Selama Libur Nataru
    Rabu, 26 Agustus 2020 - 10:47:00 WIB
    Kembali Lagi, Merpati Band Single Terbaru Dari Nagaswara " Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah "
    Jumat, 06 Maret 2020 - 12:29:08 WIB
    Kampar Lampaui Target Nasional Dalam Menekan Angka Stunting
    Rabu, 22 April 2020 - 18:37:34 WIB
    PAKET SEMBAKO
    DPRD Kampar Bagikan Sembako
    Selasa, 07 Juli 2020 - 16:17:59 WIB
    Polsek Teupah Barat Patroli Dialogis Sosialisasikan Antisipasi Kebakaran Hutan Dan Lahan
    Jumat, 14 Agustus 2020 - 22:22:24 WIB
    Dengan Hati Bersih, Tulus dan Ikhlas Kami Siap Menjaga Ibu Pertiwi
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved