Minggu, 15 09 2019  
 
Petembak Terbaik AASAM 2017
TNI Kalahkan Ratusan Tentara Asing dengan Sehelai Rumput

Sucipto | Serba-Serbi
Rabu, 31 Mei 2017 - 16:09:26 WIB
Jakarta, Tiraskita.com - Man Behind The Gun. Kalimat itu layak
disematkan kepada Serda Woli Hasan, anggota Detasemen Markas (Denma)
Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Berkat
ketekunan dan perjuangan kerasnya, Woli berhasil menorehkan prestasi
gemilang dengan menjadi petembak terbaik dalam lomba tembak antar
prajurit Angkatan Darat (AD) tingkat internasional, Australian Army of
Skill Arms at Meeting (AASAM) yang berlangsung mulai 5-26 Mei 2017, di
Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

Peraih sembilan
medali emas dan satu perak untuk kategori perorangan ini, Woli berhasil
mengalahkan lawan-lawannya yang dilengkapi dengan teknologi canggih
dalam lomba tembak untuk kategori ketepatan jarak jauh dengan sasaran
500 meter.

Menggunakan senapan SS-2 buatan PT Pindad, Woli
berhasil menduduki peringkat pertama menyingkirkan 200 peserta dari
negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang dan
Australia.

"Pesaing kita salut sama kita, rata-rata kita dapat
menembak pada saat angin kencang. Mereka menggunakan Win Meter untuk
mengukur kecepatan angin sedangkan kita cukup ambil rumput dari bawah,
kita lempar ke atas untuk selanjutnya menembak sasaran," ucapnya.

Meski
tidak dilengkapi dengan peralatan canggih, namun kontingen Indonesia
berhasil menembak sasaran dengan tepat dan memenangi perlombaan.

"Dari
awal biasa latihan di militer kita, kita biasa melihat kecepatan angin
itu perlu dengan rumput aja. Jadi untuk seberapa jauh ke bawa angin.
Kita bisa ambil kesimpulan, berarti kita harus bidik sasaran kemana.
Jadi berdasarkan feeling," ucapnya.

Karena keberhasilannya dalam
menembak, pria kelahiran Kalimantan ini menyebutkan, kalau para peserta
lomba tembak dari negara-negara Asia Pasifik tersebut mengakui
kehebatan kontingen dari Indonesia.

"Wah begitu saja, dengan cara
seperti itu bisa tepat nembaknya, kita (tentara asing) menggunakan alat
canggih kurang bagus nembaknya," ucapnya menirukan pernyataan dari
salah seorang peserta lomba tembak.

Pria yang sudah tujuh kali
mengikuti lomba AASAM dan pernah meraih predikat petembak terbaik pada
2011 dengan delapan medali emas ini membuka rahasia kesuksesannya
menjadi petembak terbaik.

"Kuncinya selain latihan keras adalah
konsentrasi karena menembak itu melawan diri kita sendiri bagaimana kita
mempertahankan rekor yang kita capai saat latihan," kata Woli.

Latihan
menembak sendiri dilakukan selama dua bulan sejak Maret lalu, mulai
dari pukul 07.00- 16.00 WIB di Mako Kostrad, Cilodong, Jawa Barat. Saat
istirahat, waktu luang tersebut dimanfaatkan untuk melakukan senam yoga
dan membayangkan materi-materi yang akan dilombakan.

"Untuk
beregunya saya mendapatkan enam emas, satu perak dan satu perunggu.
Senjata yang digunakan, senapan SS-2, pistol G2 elite dan senapan
otomatis minimi. Semuanya buatan dari PT Pindad," ucapnya.

Untuk menjadi yang terbaik dalam ajang ini, ayah dari dua orang anak ini mengaku harus melewati beberapa tahapan.

"Yang
disebut Best of the Best itu, kan ada 200 atlet dari berbagai negara.
Dari materi yang dilatihkan saja saya sudah nomor satu, tapi diambil 20
besar. Nah itu dilombakan lagi, dengan sistem gugur. 20 ada materi
nembak senjata otomatis, senapan, setelah itu keluar nilai yang lima
paling bawah dibuang," tuturnya.

Tidak sampai di situ, dirinya
harus melanjutkan taha selanjutnya. Dari 15 peserta, lima peserta dengan
nilai terendah disisihkan hingga menjadi 10 peserta.

"Lalu main
lagi, yang empat terendah dibuang, dari enam orang dilombakan, kemudian
empat paling bawah di buang. Ketemulah saya dan dari Australia.
Tantangannya cuaca dingin. Kalau di kita suhu udara 27 derajat celcius.
Kalau di Australia 4-10 derajat celcius. Untuk itu, kita latihan di
daerah agak dingin Batu Jajar, Bandung, Jawa Barat," katanya.

Kepala
Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengapresiasi
keberhasilan yang dicapai tim petembak TNI AD diajang bergengsi
tersebut. Sejak berpartisipasi pada lomba tembak AASAM sejak 2005, mulai
2008 menjadi juara umum berturut-turut selama sepuluh tahun.

Pada
ajang kali ini, kontingen berhasil meraih 28 medali emas, 6 perak dan 5
perunggu dari 68 medali emas yang diperebutkn. "Bukan suatu tugas yang
ringan untuk mempertahankan juara umum, apalagi dinamika di lapangan.
Ini menunjukkan betapa tangguhnya TNI AD," ujarnya.

Keberhasilan
ini menunjukkan bahwa TNI AD terus membangun diri menjadi tentara modern
menuju World Class Army yang tangguh. Ini juga bagian dari show of
force kemampuan prajurit dan alutsista Indonesia yang tidak kalah dengan
negara lain sekaligus detterence effect dalam konteks diplomasi
militer.

"Semoga ini dapat memotivasi dan melahirkan petembak
baru yang meneruskan tradisi kebangaan kita semua bukan hanya TNI AD
tapi bangsa dan negara," tandasnya.



(maf)
Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:47:49 WIB
KEMENTERIAN PPPA RI, Sosialisasikan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak di Riau
Kamis, 01 Agustus 2019 - 19:21:06 WIB
Irjen Polisi H. Fakhrizal : Jenderal Urang Awak Nan Sederhana
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:12:36 WIB
Antara Pria Dan Wanita , Siapa Yang Suka Bohong....? Buat Kaget Ternyata Wanita, Ini Penjelasannya
Selasa, 16 Juli 2019 - 14:46:43 WIB
Oknum Kabid Binamarga Parlin Hasalan Malau Menyebut”Gunungsitoli Kecil”
Sabtu, 25 Mei 2019 - 23:30:54 WIB
Elizaman Gulo, Kritis Di Tabrak Truk CPO
Senin, 29 April 2019 - 04:06:38 WIB
Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Sosialisasi Peraturan BKN
Rabu, 24 April 2019 - 15:41:52 WIB
Kanwil Kemenkum HAM Sumbar Bersama Pemkab Pasaman Gelar Acara Bimtek OBH
Selasa, 23 April 2019 - 14:22:51 WIB
Staf Ahli Hermanto Tinjau Pelaksanaan Hari Pertama UNBK Tingkat SLTP Di Pasaman
Senin, 18 Maret 2019 - 18:12:52 WIB
Jajaran Polda Banten Tak Henti Berbagi kepada Masyarakat
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:32:03 WIB
Singel Perdana TRIXIE Berjudul "GALAU" Resmi Dirilis
Sabtu, 19 Januari 2019 - 21:28:22 WIB
Eka Patmasari S.E Dan Bharatu Imran Sihaloho Wujudkan Mimpi Di Pelaminan
Jumat, 05 Oktober 2018 - 07:36:07 WIB
Renungan Pagi Buat Agama Kristen : Kesombongan Menghancurkan
Kamis, 04 Oktober 2018 - 08:19:39 WIB
Renungan Pagi Buat Agama Kristen
Minggu, 30 September 2018 - 12:33:23 WIB
FPR dan APSI Riau Buka Donasi Sumbangan untuk Korban Bencana Gempa & Tsunami Palu
Jumat, 28 September 2018 - 22:40:26 WIB
Gempa dan Tsunami Menimpa Kota Palu dan Donggala
Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:42:30 WIB
Sumpah Pemuda dan Kebangkitan Generasi Restorasi
Sabtu, 07 Oktober 2017 - 18:53:57 WIB
Memimpin Bukan Kesenangan
Rabu, 23 Agustus 2017 - 13:00:19 WIB
Pandangan Masyarakat Terhadap Kelompok Kepentingan, Kelompok Penekan dan Partai Politik
Rabu, 16 Agustus 2017 - 21:18:18 WIB
Usia ke-72, Indonesia Seharusnya Sudah Lebih Dewasa dan Mandiri
Senin, 31 Juli 2017 - 19:02:57 WIB
Akademi Bela Negara Pembela Ideologi Bangsa
Jumat, 23 Juni 2017 - 11:51:41 WIB
Bupati Nias Dinilai Fokus Pada Santunan Kematian, Bagaimana Janji Kampanye?
Rabu, 14 Juni 2017 - 03:06:21 WIB
Wapias ALPENAS: Ketua Komisi C DPR-D Nias Tidak Tahu Fungsi dan Tugasnya
Selasa, 06 Juni 2017 - 12:35:26 WIB
Pakar Hukum Kepulauan Nias Bicara Soal Raskin Tidak Layak Konsumsi
Rabu, 31 Mei 2017 - 16:09:26 WIB
TNI Kalahkan Ratusan Tentara Asing dengan Sehelai Rumput
Selasa, 30 Mei 2017 - 20:45:27 WIB
Anggota Polsek Serpong Meninggal Saat Memberi Kultum
Index
 
Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved