JAKARTA, TIRASKITA.COM - Kita bersyukur, pada era reformasi ini pintu demokrasi terbuka lebar bagi segenap warga negara Indone">
Senin, 18 Desember 2017  
 
Pandangan Masyarakat Terhadap Kelompok Kepentingan, Kelompok Penekan dan Partai Politik

Redaksi | Serba-Serbi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 13:00:19 WIB
Oleh : Yusadar Waruwu, S.Pd.
Korwil Mahasiswa ABN Provinsi Sumatera Utara.

Kita bersyukur, pada era reformasi ini pintu
demokrasi terbuka lebar bagi segenap warga negara Indonesia. Sebagai negera
yang pluralisme dan beragam dalam perbedaan, demokrasi sangat penting untuk
dijaga dan tetap dipelihara. Dalam system negera yang berdemokrasi sangat menjunjung
tinggi keterbukaan dan peluang kepada semua warga negara tanpa memandang
perbedaan. Setiap warga negara mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan
hidupnya, dan hak-hak tersebut harus dihormati oleh setiap warga negara yang
lainnya. Menurut
Abraham Linclon "Demokrasi
merupakan system pemerintahan yang dibuat dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," Maka dapat dimaknai bahwa demokrasi
merupakan bentuk kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat. Demokrasi
ini bias mencakup kondisi kebudayaan, ekonomi dan sosial yang menjamin
terjadinya praktik kebebasan politik baik secara bebas ataupun setara.


Namun, sebagai negara yang
berdemokrasi, kelompok kepentingan, kelompok penekan dan partai politik
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari bagian kehidupan berbangsa dan
bernegara. Kelompok-kelompok ini akan menjadi wadah dan motor penggerak
terealisasinya demokrasi yang sesungguhnya. Kelompok ini memiliki peran
menjaga, melestarikan, dan membesarkan demokrasi yang seadil-adil nya. Sehingga
dengan demikian secara demokrasi seluruh hak serta aspirasi seluruh masyarakat
dapat terfasilitasi dan terealisasi melalui kehadiran kelompok-kelompok ini.
Namun, dalam pelaksanaanya kelompok-kelompok tersebut memiliki peran yang
berbeda-beda.


Menurut pengertiannya, kelompok kepentingan merupakan
kelompok sejumlah masyarakat yang mengadakan kelompok persekutuan karena kepentingan-kepentingan
tertentu. Mereka akan berusaha mempengaruhi pemerintah atau atau lembaga partai
politik untuk mendapatkan apa yang menjadi kepentingan mereka. Kepentingan ini mencakup
kepentingan umum, dan kepentingan khusus untuk kelompok tertentu seperti
organisasi massa, dan kelompok daerah asal. Kelompok penekan sendiri merupakan kelompok
sejumlah masyarakat yang berbentuk lembaga kemasyarakatan yang berusaha memberikan
tekanan kepada pihak penguasa atau pemerintah agar keinginannya dapat
diakomodasi oleh pemegang kekuasaan atau pemerintah seperti LSM, Forum Peduli
Kepulauan Nias, dan lain sebagainya. Sedangkan partai politik merupakan wadah
atau sarana bagi seorang politisi untuk melakukan partisipasi politik sebagai aktualisasi
hak nya sebagai warga masyarakat yang mengharapkan suka rela para pendukungnya
pada pemilihan untuk menjadi perwakilan pendukungnya dalam menyampaikan
aspirasi dan kepentingan masyarakat pendukungnya. Politisi ini akan menjadi
perwakilan dari masyarakat pendungnya, dan sebagai yang mewakili diharapkan bisa
menjadi perwakilan yang mengenal fungsi dan tugasnya. Selain mendukung seluruh
aspirasi yang dia wakili, yang mewakili ini diharapkan mampu membuat
kebijakan-kebijakan yang mengatur kepentingan masyarakat pendungnya.


Namun, pada proses nya
kelompok-kelompok ini memiliki nilai dan apresiasi yang berbed-beda dari
masyarakat. Saya mengamati masyarakat lebih dominan dan cendurung lebih dekat
dengan kelompok kepentingan dan kelompok penekan bila dibandingkan dengan
partai politik. Hal ini dibuktikan dengan realitas di masyarakat yang hari ini
kurang percaya lagi pada partai politik. Belasan tahun terakhir ini saya
menilai partai politik terus mengalami kemerosotan kepercayaan public. Hal ini
dapat dibuktikan dengan beberapa riset yang melakukan survei tingkat
kepercayaan public terhadap partai politik. "
Sebanyak
51,3 persen masyarakat menilai politik buruk," ujar Direktur Eksekutif
Indobarometer Muhammad Qodari di Jakarta kepada Media Tempo. co, Rabu, 22 Maret
2017. Dalam pemberitaan tersebut juga dimuat hasil survey lembaga
SMRC
juga membenarkan kemorosotan kepercayaan public terhadap partai politik
mengatakan
bahwa dari di atas 10 persen dari hasil yang pernah disurvey pada Oktober tahun
lalu, saat dua tahun pemerintahan Jokowi-Kalla menjadi tinggal 9 persen.


Merosot nya kepercayaan public ini disebabkan oleh
orang-orang yang mewakili pendukungnya dinilai gagal menjadi wakil yang dapat
dipercaya, dan tidak bisa menjadi delegasi yang mampu menjadi penyambung lidah
bagi masyarakat yang diwakili. Selain menjadi delegasi yang baik dari apa yang
diharapka oleh yang diwakili, mereka yang mewakili ini tidak bisa memberikan
kepastian atas janji-janji nya kepada masyarakat. Akhirnya terkesan sebagai
penebar janji palsu, pembong dan pencuri yang licik. Mereka berusaha mencuri
suara dan dukungan dari rakyat dengan kebohongan dan janji-janji palsunya. Krisis
kepercayaan masyarakat juga semakin merosot karena kejahatan praktik korupsi
yang dilakukan oleh yang mewakili mereka. Sikap dan perilaku oknum politisi ini
lah yang berdampak buruk pada tingkat kepercayaan public terhadap partai
politik.


Sedangkan pada kelompok kepentingan dan kelompok
penekan, sejauh ini menurut pengamatan saya masyarakat masih cenderung lebih
dekat dengan kelompok ini disbanding dengan partai politik. Padahal secara
kelembagaan dan peranan nya,
kelompok kepentingan dan
kelompok penekan memili orientasi yang lebih kecil daripada partai politik.
Sebab kelompok kepentingan dan kelompok penekan hanya mewakili golongan
tertentu. Berbeda dengan partai politik yang secara kelembagaan lebih besar dan
mampu mempengaruhi segala aspek. Peran dalam mengambil keputusan dan kebijakan
juga merupakan hak dan fungsi dari partai politik.


Saya melihat pada beberapa fenomena yang
terjadi saat ini khusus nya pada masyarakat di Nias, dimana masyarakat lebih
cenderung dekat menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan keluh kesah nya
melalui kelompok-kelompok kepentingan dan kelompok penekanan. Demikian juga
sebaliknya, saya melihat kelompok-kelompok kepentingan dan kelompok penekan
lebih dekat dengan masyarakat. Dalam hal perlindungan hokum dan penegakan
keadilan, saya juga melihat para kelompok kepentingan dan kelompok penekan
lebih gesit melakukan pembelaan terhadap masyarakat. Percaya atau tidak, tapi
ini realitasnya. Menurut saya kelompok-kelompok ini lebih memiliki peran
penting pada proses penegakkan hukum jika dibandingkan dengan para penegak
hukum itu sendiri.


Pada situasional seperti ini jelas
mengungkap bagaimana sudut pendang masyarakat terhadap partai politik dan
kelompok kepentingan atau kelompok penekan. Saya melihat terdapat sebuah
perbedaan penilaian dan perbedaan pandangan masyarakat terhadap partai politik
dengan kelompok kepentingan atau kelompok penekan yang disebabkan oleh sikap
dan perilaku dari masing-masing subjek itu sendiri terhadap masyarakat.
Kelompok kepentingan dan kelompok penekan yang dominan lebih dekat dengan
masyarakat tentunya hal ini disebabkan oleh sikap dan perilakunya terhadap
masyarakat. Demikian juga sebaliknya, jika masyarakat terlihat kurang percaya
terhadap partai politik, tentunya ini dipengaruhi oleh sikap dan perilaku
partai politik itu sendiri.


Bagaimana pun juga partai politik
merupakan lembaga perwakilan yang tidak boleh dipandang buruk oleh masyarakat,
meskipun para politisi dari partai tersebut kebanyakan tidak memiliki kinerja
yang baik terhadap aspirasi dan harapan dari konstituent yang diwakili. Partai
politik memiliki kekuatan kekuasaan dan kewenangan serta kewajiban dan tanggungjawab
yang lebih luas. Hak-hak perwakilan partai politik dalam parlemen juga diatur
dalam hukum konstitusional kenegaraan kita. Bahkan, partai politik memiliki
peran besar dalam mewujudkan kepentingan atau aspirasi dari kelompok
kepentingan maupun kelompok penekan.


Dengan demikian saya berpendapat
bahwa, sangat perlu jika sebuah partai politik mengintropeksi diri.
Mengintropeksi diri dari apa kelebihan atau kemampuan nya yang besar dan luas
serta mampu mengintropeksi diri dari fenomena pandangan dan anggapan masyarakat
luas yang telah kehilangan harapan terhadap partai politik. Partai politik
harus mampu memulihkan atau mengembalikan kembali kepercayaan publik sesuai
dengan tugas dan fungsinya yang bekerja untuk kepentingan rakyat. Partai
politik harus mampu memperbaharui kembali seluruh sistem yang telah rusak
karena ulah segelintir perwakilan politik yang telah menghilangkan harapan
rakyat nya sendiri.


Apabila hal ini sanggup dilakukan
oleh partai politik, maka menurut saya pandangan masyarakat terhadap partai
politik dimasa depan semakin lebih baik. Partai politik harus serius dalam
memperjuangkan kepentingan masyarakat dan sebaliknya masyarakat akan menaruh
harapan yang besar kepada perwakilan nya melalui partai politik. Apalagi dengan
kehadiran kelompok kepentingan dan kelompok penekan, perjuangan partai politik
akan lebih cepat lagi dan aspirasi masyarakat dapat terfasilitasi dan
terakomodir.


Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:42:30 WIB
Sumpah Pemuda dan Kebangkitan Generasi Restorasi
Sabtu, 07 Oktober 2017 - 18:53:57 WIB
Memimpin Bukan Kesenangan
Rabu, 23 Agustus 2017 - 13:00:19 WIB
Pandangan Masyarakat Terhadap Kelompok Kepentingan, Kelompok Penekan dan Partai Politik
Rabu, 16 Agustus 2017 - 21:18:18 WIB
Usia ke-72, Indonesia Seharusnya Sudah Lebih Dewasa dan Mandiri
Senin, 31 Juli 2017 - 19:02:57 WIB
Akademi Bela Negara Pembela Ideologi Bangsa
Jumat, 23 Juni 2017 - 11:51:41 WIB
Bupati Nias Dinilai Fokus Pada Santunan Kematian, Bagaimana Janji Kampanye?
Rabu, 14 Juni 2017 - 03:06:21 WIB
Wapias ALPENAS: Ketua Komisi C DPR-D Nias Tidak Tahu Fungsi dan Tugasnya
Selasa, 06 Juni 2017 - 12:35:26 WIB
Pakar Hukum Kepulauan Nias Bicara Soal Raskin Tidak Layak Konsumsi
Rabu, 31 Mei 2017 - 16:09:26 WIB
TNI Kalahkan Ratusan Tentara Asing dengan Sehelai Rumput
Selasa, 30 Mei 2017 - 20:45:27 WIB
Anggota Polsek Serpong Meninggal Saat Memberi Kultum
Selasa, 30 Mei 2017 - 19:46:52 WIB
Polda Sumut Menyanggah Adanya Oknum Polisi Pukuli Imam Sholat Tarawih Pada Tahun 2017
Selasa, 25 April 2017 - 22:32:59 WIB
LRPPN Bhayangkara Indonesia, Siapkan Program Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika di Pulau Nias
Sabtu, 11 Maret 2017 - 10:20:49 WIB
Lima Pesawat Tempur dan Dua Batalion TNI Perkuat Natuna
Jumat, 24 Februari 2017 - 16:52:28 WIB
Polda Sumut Akan Tindak Tegas Aksi Sweeping Ilegal Gojek Ataupun Betor Dijalan
Jumat, 24 Februari 2017 - 00:27:02 WIB
Akankah Sejumlah Pejabat Tinggi TNI Dimutasi?
Kamis, 09 Februari 2017 - 00:56:21 WIB
Perwira Polres Nias Kalvinus Gulo Dimakamkan Secara Tradisi Polri
Jumat, 03 Februari 2017 - 01:22:53 WIB
Kapolsek Gunungsitoli Alooa Ingatkan Warga Waspadai Curanmor
Senin, 30 Januari 2017 - 08:26:28 WIB
Kapolri Tito Karnavian Berikan Arahan Kepada Para Kapolda dan Pejabat Polri
Selasa, 17 Januari 2017 - 10:01:48 WIB
Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru, Polda Sumut Kunjungi Masyarakat Pengungsi
Minggu, 15 Januari 2017 - 13:53:19 WIB
Kegiatan Operasional, Berikut Pesan Kapolda Sumut
Rabu, 11 Januari 2017 - 11:12:19 WIB
Polisi Boyong 6 Pengedar Narkoba di Mapolrestabes Medan
Selasa, 10 Januari 2017 - 20:49:24 WIB
Berikut Amanat Kapolres Nias Kepada Masing-Masing Bagian dan Satuan di Polres Nias
Senin, 09 Januari 2017 - 01:13:17 WIB
KM Lawit Tiba di Gunungsitoli, 70 Personel Polres Nias Diturunkan
Kamis, 05 Januari 2017 - 08:19:45 WIB
Bupati Sebut Pejabat Eselon II Sebagai Perpanjangan Tangan Bupati dan Wakil Bupati
Index
 
Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
Advertorial | Foto | Galeri | Opini | Tokoh | Opini
About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer | Index
Copyright © 2017 PT. ZONA INDONESIA INTERMEDIA, All Rights Reserved