Jum'at, 17 09 2021  
 
BERTEMU DELEGASI FAO, MENTERI EDHY BEBERKAN POTENSI PENGEMBANGAN PAKAN ALTERNATIF

| Nasional
Selasa, 14 Januari 2020 - 19:18:10 WIB

JAKARTA,Tiraßkita.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong inovasi penggunaan pakan alternatif untuk budidaya ikan menggunakan Maggot atau yang dikenal dengan Black Soldier Fly (BSF). Maggot adalah serangga pemakan bahan organik, sehingga protein serangga ini berkualitas tinggi dan menjadi sumber protein yang baik bagi ikan.

"Maggot ini memakan sayuran, limbah rumah tangga, limbah restoran, dia bisa mengurai sampah organik," kata Menteri Edhy saat menerima perwakilan Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture  Organization/FAO) di Indonesia, Stephen Rudgard, di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (13/1).

Menteri Edhy menjelaskan, kemampuan maggot mengurai sampah organik dalam waktu 14 sampai 20 hari sangat berpotensi bagi pengembangan ekonomi berbasis laut atau ekonomi biru. Inovasi penggunaan pakan alternatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan restoran untuk memproduksi maggot ini telah dikembangkan sekelompok warga di Kabupaten Garut. "Inovasi penggunaan pakan ikan alternatif semacam ini harus kita dukung," kata Menteri Edhy.

Sementara itu, Mr Stephen Rudgard mengatakan, FAO akan mendukung pemerintah Indonesia sesuai dengan perannya untuk mengembangkan program perikanan Indonesia, termasuk berbagi pengetahuan dan akses teknologi dan praktik yang baik termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

Kepada Menteri Edhy, Stephen Rudgard juga memaparkan ruang lingkup kegiatan kerja sama yang ditangani oleh FAO Indonesia bersama KKP, yakni: a) Pengembangan pengelolaan perairan umum daratan yaitu pengembangan budidaya spesies belida, arwana dan sidat;  b) Pengelolaan perikanan tangkap berdasarkan prinsip Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM); c) Peningkatan penanganan dan pengendalian penyakit ikan, dengan mengembangkan  antimicrobial resistance; d) Rantai nilai produk perikanan dengan peningkatan ketelusuran produk perikanan (traceablity) dan sertifikasi produk perikanan untuk meningkatkan daya saing produk ekspor perikanan.
 
Stephen juga menjelaskan dukungan FAO Indonesia terhadap implementasi Port State Measures Agreement (PSMA). Kegiatan itu diimplementasikan dalam bentuk kerja sama Proyek Hibah Luar Negeri (PHLN). Menurut Stephen, saat ini terdapat empat proyek FAO yang sedang berjalan di KKP dan tiga rencana proyek yang akan dilaksanakan dan masih dalam pembahasan.

Empat proyek yang telah berjalan adalah: a) Mainstreaming Biodiversity Conservation and Sustainable Use Into Inland Fisheries Practices in Freshwater Ecosystems of High Conservation Value (2017-2021); b) Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesia Seas (ISLME) (2017-2021); c) Development Effective and Inclusive Food Value Chains in ASEAN Member States (2017-2020); dan d) Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland  Aquacultre  in Indonesia (2017-2019).

Dr. Muh Lukman, National Project Officer Program ISLME FAO yang turut hadir mendampingi Stephen menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik langkah KKP yang mendorong pengembangan potensi ekonomi biru, salah satunya dengan membantu nelayan maupun pembudidaya ikan mengembangkan pakan alternatif menggunakan maggot.

"FAO akan mencoba mendorong inisiasi-inisiasi seperti ini dan mendukung program-program KKP,"  kata Lukman.

Sebagai informasi, komponen pakan memang menempati porsi tertinggi dalam budidaya ikan. Berkisar hingga 60% dari total biaya produksi. Guna menurunkan biaya pakan tersebut KKP mendorong pemenuhan kebutuhan bahan baku lokal melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI).

Salah satu inovasi yang mendukung GERPARI tersebut adalah riset penyediaan bahan baku pakan ikan alternatif dari maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dihasilkan dari proses biokonversi limbah organik. Inovasi ini merupakan hasil riset Dr. Melta Rini Fahmi, Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias yang telah dimulai sejak tahun 2005 yang lalu.

Maggot yang dihasilkan akan merombak, mengektrasi serta mengkonvensi nutrien yang masih tersimpan di dalam limbah organik sehingga akan didapatkan nutrien dalam bentuk yang baru, yakni pupuk organik dan maggot sendiri yang dimanfaatkan baik sebagai pakan ikan maupun bahan baku pakan ikan. Pada uji coba di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, ikan koi yang diberi pakan maggot memijah 4 kali dalam periode yang sama dibanding dengan ikan yang diberi pakan pelet.

Biokonversi menggunakan maggot memiliki keuntungan dapat dilaksanakan dengan investasi  yang rendah, dimana dalam memproduksi magot ini tidak membutuhkan air, listrik, bahan kimia, serta dapat menggunakan infrastruktur yang sederhana.


(Agung Tri Prasetyo/ Kepala Biro Humas dan KLN)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Dukung Program Pemerintah, Nakes TNI AL Lanal Cirebon Laksanakan Serbuan Vaksinasi Untuk Masyarakat
  • Pengadaan Sapi Madura di Dinas PKH Provinsi Riau Diduga Ada Yang Tidak Beres
  • Pangkalan Udara Sugiri Sukani Majalengka, Kembali Gelar Serbuan Vaksinasi
  • Dengan Tetap Memperhatikan Protkes, Dandim 1007/Banjarmasin, Berikan Jam Komandan
  • Kemenkumham Raih 2 Penghargaan Keuangan dari Kemenkeu
  • Pemprov Harus Tingkatkan Produksi Pangan dan Peternakan di Jawa Barat
  • Polres Majalengka Polda Jabar, Bagikan Masker Kepada Anak Pelajar Dimasa PPKM
  • Lantamal V Terima Kunjungan PPAL Surabaya
  • Disdik, Dispora dan Dipusipda Dibahas Dalam RKUA-PPAS DPRD Jabar
  •  
     
     
    Kamis, 10 Juni 2021 - 15:28:34 WIB
    Putus Rantai Covid-19, Pemkab Sergai Jemput Bola Vaksin Lansia Kerumah Warga
    Selasa, 06 Juli 2021 - 13:00:41 WIB
    Pemerintah Gandeng 11 Aplikasi Layanan Kesehatan Online Gratis Bagi Pasien Isoman
    Rabu, 28 April 2021 - 17:33:13 WIB
    Polres Sergai Gerebek Lokasi Judi Tembak Ikan di Desa Hapoltahan Kecamata Sei Bamban
    Selasa, 31 Desember 2019 - 08:20:18 WIB
    Persaingqn Kian Ketat
    Presiden: Sekarang Masanya Adu Keterampilan
    Senin, 14 Juni 2021 - 14:05:05 WIB
    DPR Minta Izin Tambang Emas Sangihe Ditinjau Kembali
    Jumat, 10 April 2020 - 13:35:54 WIB
    Personel Polda Sumatera Utara, yang meninggal dunia dinyatakan positif hasil pemeriksaan rapid tes
    Perwira Polda Sumut Meninggal Rapid Testnya Positif
    Rabu, 16 September 2020 - 20:32:14 WIB
    Lawan KDRT
    Gadis Kecil Asal Nias, Korban Penganiayaan di Kota Medan
    Selasa, 22 Desember 2020 - 12:06:58 WIB
    Kabar Reshuffle Kabinet, Siapa Saja yang Bakal Dicopot?
    Kamis, 02 Juli 2020 - 08:48:27 WIB
    INSTRUKSI PRESIDEN KEPADA SELURUH ANGGOTA POLRI
    Dipimpin Presiden RI, Puncak Peringatan Hari Bhayangkara Ke 74 Tahun 2020 Digelar Secara Virtual
    Senin, 28 September 2020 - 16:08:02 WIB
    Meleset dari Jadwal yang Disampaikan Gubri Syamsuar, Alat PCR Bantuan BNPB Tak Kunjung Tiba di Riau
    Jumat, 12 Maret 2021 - 08:01:50 WIB
    Hari Peduli Sampah Nasional 2021,
    Jabar Perkuat Fungsi Bank Sampah
    Rabu, 10 Juni 2020 - 15:01:41 WIB
    LAWAN COVID-19
    Dengan Berjalan Kaki, Bupati Kampar Langsung Bagikan Sembako Kerumah-Rumah Warga
    Kamis, 25 Juni 2020 - 20:06:09 WIB
    Kasad Pimpin Sertijab 9 Jabatan Pangkotama, Asisten dan Kabalakpus TNI AD dan Laporan Korps Kenaika
    Jumat, 03 April 2020 - 08:50:00 WIB
    Narkotika
    “Virus” Residivisme Penyalahgunaan Narkotika, Perlu Juga Diketahui Presiden & DPR
    Jumat, 22 Mei 2020 - 16:24:18 WIB
    LAWAN COVID-19
    Plh. Bupati Bengkalis Zoom Meeting Terkait Ekonomi di Pandemi Covid-19
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved