Senin, 18 Oktober 2021  
 
Presiden Afghanistan Bantah Bawa Kabur Bawa Uang

RL | Internasional
Senin, 23 Agustus 2021 - 13:21:22 WIB

KABUL, TIRASKITA.COM - Kabar Presiden Afghanistan kabur bawa uang ke Uni Emirat Arab (UEA) berhembus kencang. Ashraf Ghani diketahui melarikan diri usai Taliban menguasai ibu kota Kabul.

Diketahui Ghani melarikan diri sesaat Taliban mulai memasuki ibu kota Afghanistan tanpa adanya perlawanan. Laporan Associated Press sebelumnya menyebut Ghani meninggalkan Kabul diam-diam tanpa memberitahu para pemimpin politik lainnya

Kedubes Rusia Sebut Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir Reuters, kaburnya Ghani ke UEA disampaikan Kedubes Rusia. Kedubes Rusia menegaskan pihaknya akan tetap mempertahankan keberadaan diplomatik di Kabul dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban, meskipun menyatakan tidak akan terburu-buru mengakui mereka sebagai penguasa dan mengamati perilaku mereka.

"Soal kolapsnya rezim (pemerintah Afghanistan), itu paling jelas ditandai oleh cara Ghani melarikan diri dari Afghanistan," sebut juru bicara Kedubes Rusia di Kabul, Nikita Ishchenko, seperti dikutip kantor berita RIA.

"Empat mobil penuh uang, mereka berupaya memasukkan sebagian uang lainnya ke dalam sebuah helikopter, tapi tidak semuanya muat. Dan sejumlah orang dibiarkan tergeletak di landasan," ungkap Ishchenko merujuk pada cara Ghani kabur dari negaranya.

Secara terpisah, perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan pemerintahan Ghani.

"Saya harap pemerintah yang kabur tidak mengambil semua uang dari anggaran negara. Itu akan menjadi dasar anggaran jika ada yang tersisa," sebut Kabulov kepada radio lokal Rusia, Ekho Moskvy.

Bantahan Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir AFP, dalam video pesan pertamanya usai kabur, Ghani membantah tuduhan yang menyebut dirinya mentransfer sejumlah besar uang keluar Afghanistan sebelum pergi ke luar negeri. Dia bahkan hanya membawa baju dan sandal.

"Saya diusir dari Afghanistan sedemikian rupa sehingga saya tidak sempat mencopot sandal dari kaki saya dan memakai sepatu boots saya," tutur Ghani, sembari menekankan bahwa dirinya tiba di UEA 'dengan tangan kosong'.

Dirinya juga menuturkan ingin kembali dan menyatakan dukungan untuk perundingan antara Taliban dengan para pejabat tinggi Afghanistan. Dalam penjelasannya, Ghani kembali menegaskan bahwa dirinya meninggalkan Kabul untuk menghindari pertumpahan darah dan ditampung di UEA atas alasan kemanusiaan.

Ghani mengklaim bahwa Taliban tetap memasuki Kabul meskipun ada kesepakatan untuk tidak melakukannya. "Jika saya tetap tinggal, seorang presiden terpilih Afghanistan akan digantung sekali lagi tepat di depan mata rakyat Afghanistan," ujarnya.

Diketahui bahwa saat Taliban merebut kekuasaan di Kabul tahun 1996 silam, mereka menyeret mantan Presiden Mohammed Najibullah dari kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menjadi tempat dia bersembunyi dan menggantungnya di jalanan umum setelah menyiksanya.

sumber:detik.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Puan Maharani Dukung Polri Tindak Tegas Pinjol Ilegal
  • Puan Maharani: Terima Kasih Tim Thomas Cup RI Sudah ‘Kibarkan’ Merah Putih di Dada Kita Semua
  • Petugas Pajak Bapenda Sisir 1.600 Kompleks Perumahan di Tuah Madani dan Binawidya
  • Cara Pencegahan dan Pengobatan Gangguan Pendengaran Akibat Paparan Bising
  • Indonesia Ekspor Motor Listrik Gesits ke Senegal
  • Prestasi PON Papua Bukti Kemajuan, Siap Lanjut Gelaran Peparnas
  • 81 Kilo Sabu Jaringan Internasional disita Polisi di Riau
  • Realisasi Belanja Negara APBN di Riau Capai 74,12 Persen
  • Percepatan Vaksinasi Dan BPSDM Kumham Peduli
  •  
     
     
    Minggu, 20 September 2020 - 15:34:27 WIB
    Rumah 'Mas Gondrong' di Kiyap Jaya Hanyut Tersapu Banjir Bandang
    Senin, 15 Maret 2021 - 00:07:51 WIB
    Nissa Sabyan Akting Nangis
    Jumat, 17 Juli 2020 - 12:19:53 WIB
    Polda Jatim Bongkar Kasus Intersepsi dan Manipulasi Dokumen Elektronik Senilai Rp 8,6 M
    Kamis, 09 Juli 2020 - 06:09:36 WIB
    Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Imbau Tempat Ibadah Terapkan Protokol Kesehatan
    Rabu, 15 Juli 2020 - 01:18:28 WIB
    Julianto Bandar Sabu Asal Medan Timur Diciduk Tekab Polsek Dolok Masihul
    Senin, 29 Juni 2020 - 12:41:14 WIB
    Koalisi Tetap Kerja Dan Terus Bekerja
    Koalisi Kampar Maju : Dukung Penuh Program Catur Yang Pro Rakyat
    Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:40:40 WIB
    PWI JATIM DUKUNG IDE MOI UNTUK PENDIRIAN PERPUSTAKAAN PERS
    Jumat, 08 Januari 2021 - 08:29:41 WIB
    Abu Bakar Baasyir Bebas Murni Hari Ini
    Kamis, 21 Januari 2021 - 10:05:18 WIB
    Pengelolaan Parkir dan Sampah Diserahkan ke Swasta, Ini Kata DPRD Pekanbaru
    Jumat, 24 Juli 2020 - 12:11:05 WIB
    Koramil 07/Alasa Kodim 0213/Nias, Laksanakan Pembinaan Kepada Sejumlah Pemuda Calon Bintara
    Sabtu, 03 April 2021 - 10:08:59 WIB
    8 Sekolah Kedinasan yang Siap Dibuka April 2021
    Selasa, 01 Juni 2021 - 05:55:30 WIB
    Proses Lelang diduga penuh permaianan
    Anggaran Makan Minum Satpol PP Rp.240 Jt Sebulan ( 10 Juta /hari)
    Senin, 15 Maret 2021 - 11:18:28 WIB
    Personel Polres Kampar Adakan Peringatan Isra Mi'raj 1442-H
    Senin, 12 Oktober 2020 - 18:55:23 WIB
    Boni Hargens Ungkap Dua Kelompok Massa Penolak UU Ciptaker
    Jumat, 14 Mei 2021 - 10:51:50 WIB
    Selamatkan Rakyat dari Covid-19, Kapolri Minta Jajaran Terus Edukasi Soal Larangan Mudik
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved