Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan beserta seorang pegawai honorer disebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Riau.">
Minggu, 16 Mei 2021  
 
Misteri Robohnya Turap Danau Tajwid

Rahmad | Pemkab Pelalawan
Kamis, 04 Maret 2021 - 17:16:11 WIB

PELALAWAN | TIRASKITA.COM – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan beserta seorang pegawai honorer disebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Riau.

Penetapan tersangka tersebut diduga atas kasus robohnya turap objek wisata Danau Tajwid yang ada di Kecamatan Langgam.

Penetapan itu atas dasar dugaan sabotase, atau turap diduga sengaja dirobohkan dengan menggunakan alat tertentu. Alat tertentu yang digunakan diduga diperkirakan sejenis alat berat.

Kendati demikian, permasalahan robohnya turap Danau Tajwid tersebut cukup menjadi misteri.

Pasalnya, selain kabar adanya dugaan kesengajaan untuk dirusak, ada pula informasi yang bertolak belakang dengan itu.

Senin (01/03/2021), ketika wartawan turun dan melihat langsung turap Danau Tajwid di Kecamatan Langgam, beberapa masyarakat yang tidak dapat disebut identitasnya menuturkan bahwa robohnya turap itu ada unsur faktor alam.

“Kalau kami di sini, itu (dianggap) bencana alam. Tak ada itu dirobohkan. Air itu kuat, deras. Waktu itu mau banjir, hari Sabtu (ketika turap roboh),” ucap seorang masyarakat kepada wartawan.

Sang sumber mengaku, sebelum roboh ia sempat melewati jalan tepat di samping turap.

Ketika ia lewat pertama, turap belum roboh namun sudah ada beton yang retak. Saat ia melintasi jalan yang sama beberapa jam kemudian, turapnya telah ambruk (roboh).

“Aku aja dulu lewat di sana setengah delapan (pagi) semen itu udah retak. Aku keluar sekitar setengah dua belas (siang), udah roboh itu. Arus di sana kuat,” ujar warga yang mengaku sempat melewati area itu sebelum dan sesudah turap roboh.

Disinggung mengenai dugaan adanya penggunaan alat berat untuk merusak turap, ia menyebut itu tidak benar karena alat berat datang satu hari setelah turap roboh.

“Ndak ah. Excavator itu datangnya hari minggu, barangnya (turapnya) udah roboh,” tandasnya.

Saat ditanya apakah ada kendaraan lain dengan beban sangat besar yang sering melintas?

“Tidak ada mobil (besar) yang lewat. Mobil-mobil kecil yang lewat, orang mau pergi wisata ke dalam. Itu kami disini menganggap bencana alam. Siapa yang berani merobohkan itu?, Penjara tantangannya!,” jawabnya tampak tidak membenarkan adanya unsur kesengajaan pengrusakan dengan alat tertentu.

Mengenai kegunaan excavator, mereka mengaku bahwa itu untuk membantu menancapkan kayu tepat di samping jalan semenisasi yang turapnya telah roboh. Bukan untuk merusak turap.

Beberapa kayu bulat yang ditancap secara berbaris itu bertujuan sebagai tiang batas penahan agar tanah penopang dasar semenisasi jalan tidak semakin terkikis atau erosi.

Sehingga semenisasi pun tidak ikut roboh karena tanah penopang di bawahnya telah terkikis cukup dalam oleh air sungai akibat robohnya turap.

“Turap udah roboh, baru dicacakan (ditancap tiang penahan) kayu untuk menahan jalan semenisasi agar tidak ikut roboh. Pake excavator,” jelasnya.

Warga lainnya juga membenarkan hal tersebut. Bahkan bagi mereka, upaya pemasangan kayu penahan jalan semenisasi itu adalah penolong.

“Di cacakan kayu supaya jalan tidak ikut roboh. Memasang cacakan kayu itu untuk menolong sebenarnya. Mobil-mobil kan takut lewat, makanya dipasang kayu,” sahut warga lain seolah mendukung penyampaian warga sebelumnya.

Dikaitkannya faktor alam dengan kerusakan turap oleh warga, karena dinilai air sungai disekitaran turap memiliki arus yang cukup deras. Terlebih lagi ketika banjir.

“Pompong (sejenis perahu kayu kecil) ndak bisa lewat. Takut lewat kalau banjir di situ. Tendangan arusnya itu kuat,” lanjutnya menyampaikan.

Dari pantauan wartawan, selain kerusakan turap di dekat sisi jalan semenisasi yang telah dipasang kayu penahan, ada pula sisi turap yang telah roboh sangat parah.

Diperkirakan ukuran panjang turap yang roboh dan jatuh ke air itu kurang lebih 35 meter.

Terlepas dari bagaimana spek dan ketahanan turap sebenarnya, lagi-lagi masyarakat berpendapat lebih cenderung bahwa itu disebabkan faktor alam.

“Itu roboh sendiri. Ndak ada yang ganggu-ganggu,” tutur warga.

Rusaknya turap Danau Tajwid yang menyebabkan seorang Plt Kadis (MR) dan seorang honorer (TP) di Kabupaten Pelalawan menjadi tersangka ini pun menjadi polemik yang misterius berdasarkan adanya dugaan unsur kesengajaan dan pandangan yang cenderung berkaitan dengan faktor alam dari masyarakat.

Informasi yang dihimpun media ini, turap Danau Tajwid roboh pada hari Sabtu, tanggal 12 Oktober 2020.

Sebelum roboh, turap juga diduga bermasalah dalam pengerjaannya. Pasalnya, belum satu tahun siap dikerjakan, turap telah menunjukkan beberapa kerusakan

Turap yang bersumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah – Perubahan (APBD-P) Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2018 itu, dibangun dengan panjang 200 meter oleh PT. RAJA OLOAN. ***

Sumber : marwahkepri.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Kemarin 36.468 Kendaraan Diputarbalik Terkait Larangan Mudik
  • Kesempatan Berkarir di Pertamina Lewat Beasiswa 'Ujung Negeri', Total Beasiswa 1,4 Miliar
  • Fakta Tentang Iptu Santi Pembongkar Sabu Senilai Rp 400 M, Cantik Tapi Garang Tak Ragu Menembak
  • Tim Justisi Gabungan Kab. Kampar Tiap Malam Lakukan Himbauan Protkes dan Bubarkan Kerumunan
  • Mau Jadi Jaksa? Kejaksaan Buka 4.148 Lowongan CPNS, Baca Peryaratannya
  • Lowongan Kerja BUMN ini di buka sampai 31 Mei 2021, Pengacara Muda Boleh Daftar Nih
  • Tempat Wisata Di Banten Ditutup
  • KEJAHATAN BIASA YANG DAMPAKNYA SANGAT SERIUS
  • Kapolres Pekanbaru Instruksikan Pengawasan di Cek Point Masuk Pekanbaru
  •  
     
     
    Kamis, 10 September 2020 - 11:13:19 WIB
    LAWAN COVID-19
    Kukerta Relawan COVID-19 UNRI Berinovasi Dalam Pembuatan Taman Pintar Di Era New Normal
    Selasa, 25 Februari 2020 - 18:49:38 WIB
    kunjungan Menteri LH Korea Selatan Cho Myung-Rae
    Bertemu Presiden Jokowi, Menteri LH Korsel Sampaikan Minat Korsel di Ibu Kota Baru
    Jumat, 13 Maret 2020 - 12:27:59 WIB
    Anggota DPR RI Komisi X Puti Guntur Soekarno
    Digoda Pikada Surabaya, Ini Jawaban Tegas Mbak Puti
    Selasa, 23 Juni 2020 - 06:34:22 WIB
    NARKOTIKA
    14 Kg Ganja Diamankan, Bustami Apresiasi Kinerja Polres Dan Bea Cukai Bengkalis
    Rabu, 24 Februari 2021 - 12:27:23 WIB
    DPRD Siak: Izin PT DSI Sudah Mati
    Kamis, 02 Juli 2020 - 19:37:34 WIB
    PENGUMPULAN ZAKAT
    Baznas Distribusikan Pendayagunaan Zakat
    Jumat, 22 Mei 2020 - 16:24:18 WIB
    LAWAN COVID-19
    Plh. Bupati Bengkalis Zoom Meeting Terkait Ekonomi di Pandemi Covid-19
    Selasa, 31 Maret 2020 - 14:03:39 WIB
    Narkotika Jenis Sabu
    Corona Tak Lumpuhkan Bandar,BNN Sita 32 Kg Sabu Asal Malaysia
    Jumat, 17 April 2020 - 19:23:48 WIB
    Rekapitulasi Data Covid-19
    Pasien Sembuh COVID-19 Naik Pesat Jadi 548, Meninggal 496, Positif 5.516 – #AYOJAGAJARAK
    Minggu, 07 Juni 2020 - 15:58:36 WIB
    GKSB Jemaat Bukit Sion Mamuju Berbagi Kasih Kepada Warga Jemaatnya
    Senin, 02 November 2020 - 15:00:08 WIB
    Terobsesi Jin Seorang Dokter Tertipu Beli Lampu Aladin Seharga Rp 1,36 Milyar
    Sabtu, 13 Maret 2021 - 23:09:13 WIB
    Kapolres Serdang Bedagai Lantik Kasat Reskrim Iptu Deny Indrawan Lubis, SIK
    Minggu, 17 Mei 2020 - 13:10:20 WIB
    TKPP Covid-19 Aras Sinodal dan Pemuda BNKP, Bagikan Ratusan Nasi Bungkus dan Masker
    Senin, 30 Desember 2019 - 05:47:20 WIB
    Gelar RAKERDA, PD IWO Sumenep Targetkan UKW 2020
    Kamis, 21 Januari 2021 - 10:23:37 WIB
    Resmi Jadi Presiden, Biden Langsung Batalkan Kebijakan Trump
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved