<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Radiasi Nuklir
Misteri Asal Usul Radiasi Nuklir di Serpong, Ini Analisis Ketua HIMNI
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:13:34 WIB

TERKAIT:
 
  • Misteri Asal Usul Radiasi Nuklir di Serpong, Ini Analisis Ketua HIMNI
  •  

    Tangerang Selatan, Tiaraskita.com - Temuan radiasi nuklir yang tinggi di Perumahan Batan Indah Serpong disebut bersumber dari serpihan radioaktif dengan kandungan Caesium 137 (Cs 137).


    Pertanyaannya sekarang adalah dari mana serpihan radioaktif itu berasal dan bagaimana bisa sampai di Perumahan Batan Indah Serpong?

    Dilansir dari artikel Kompas.com, Senin (17/2/2020); Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan memastikan bahwa serpihan tersebut bukan dari kebocoran reaktor nuklir di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek).

    Dia menjelaskan bahwa Caesium-137 merupakan produk fisi yang berada di bahan bakar reaktor dan hanya akan terlepas jika ada kejadian yang melibatkan kerusakan bahan bakar.

    "Jika pelepasan terjadi, pasti akan langsung terdeteksi oleh sistem pemantau radiasi yang ada di gedung reaktor," ujarnya.

    Anhar lantas menambahkan bahwa jika Caesium-137 terlepas di udara, maka akan tercatat oleh sistem pemantau radioaktif lingkungan yang ada. Reaktor atau bukan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI), Susilo Widodo, juga berkata bahwa melacak apakah Caesium-137 berasal dari reaktor atau aplikasi aplikasi nuklir non reaktor mudah untuk dilakukan.

    Dalam pesan singkat yang dibagikannya hari ini (17/2/2020), limbah zat radioaktif yang berasal dari reaktor tidak pernah sendiri.

    Untuk Cs-137, teman yang paling akrab adalah Cs-134 yang tidak mungkin dipisahkan seara kimia, dan akan habis lebih dulu daripada Cs-137 dalam waktu yang lama.

    Lalu, selain Cs-134, teman Cs-137 lainnya adalah Sr-90 yang umurnya juga panjang.

    "Walaupun Sr-90 bukan pemancar gamma, namun di lab BATAN, (Sr-90) dengan mudah dideteksi. Bahkan beberapa jenis alat monitor gamma pun punya sensitivitas terhadap Sr-90 karena ia pemancar sinar beta yang kuat," tulis Susilo menjelaskan.

    "Jadi cukup mudah bagi BATAN membedakan, apakah Cs-137 itu dari reaktor atau dari aplikasi non reaktor," ujarnya lagi.

    Kemungkinan berasal dari industri

    Susilo pun berkata bahwa dengan ditegaskannya oleh Kepala BATAN bahwa Caesium 137 yang ditemukan di perumahan bukan berasal dari reaktor, maka yang selanjutnya dapat dilacak adalah apakah limbah radioaktif berasal dari aplikasi di bidang medis atau industri.

    Di dunia medis, penggunaan Cs-137 untuk keperluan penyinaran radioterapi telah lama digantikan dengan Co-60 atau zat non radioaktif LINAC.

    Pasalnya, Cs-137 berbentuk serbuk dan harus dibungkus menggunakan wadah yang kokoh. Ketika wadah berkarat, Cs-137 akan menjadi mudah lepas dan larut di dalam air.

    Dia melanjutkan, di dalam negeri, belum ada institusi yg memproduksi Cs-137 untuk keperluan industri. Jadi kemungkinan adalah barang impor.

    Untungnya, Bapeten mengawasi dengan ketat arus keluar masuk sumber radioaktif ke/dari Indonesia, mulai dari izin impor, instalasi, penggunaan hingga transportasi.

    "Jadi semua data sumber radioaktif ada di Bapeten. Tinggal dilacak, siapa pengimpor dan pengguna yang tidak melimbahkan ke PTLR BATAN setelah penggunaan selesai karena kemampuan sumbernya sudah menurun," kata Susilo.

    "Ada kemungkinan, pengguna sudah berniat melimbahkan ke BATAN (harus bayar tarif PNBP), tetapi berbelok arah di tengah jalan," imbuhnya.

    Susilo pun berharap agar Bapeten bisa dengan cepat melacak pelaku yang membuang limbah Caesium-137 ke Perumahan Batan Indah Serpong.*

    Sumber : Kompas.com





     
    Berita Lainnya :
  • ChiMa 2026 Menjadi Bagian Dari Upaya Pemerintah Kota Cimahi Memperkuat Ekosistem Inovasi
  • Ngatiyana Harap Hasil Yang Maksimal, Di Ajang Olahraga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026
  • Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat.Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat
  • Cendra Mata Sebagai Simbol Kebersamaan Dan Sinergitas Polres Cimahi Dan PWI Kota Cimahi
  • HUT RI Ke 81 ,Pemkot Cimahi Berharap Menjawab Berbagai Kebutuhan Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 ChiMa 2026 Menjadi Bagian Dari Upaya Pemerintah Kota Cimahi Memperkuat Ekosistem Inovasi
    02 Ngatiyana Harap Hasil Yang Maksimal, Di Ajang Olahraga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026
    03 Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat.Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat
    04 Cendra Mata Sebagai Simbol Kebersamaan Dan Sinergitas Polres Cimahi Dan PWI Kota Cimahi
    05 HUT RI Ke 81 ,Pemkot Cimahi Berharap Menjawab Berbagai Kebutuhan Masyarakat
    06 Rute Udara Ke Nias Hanya WINGS AIR Beroperasi , Tarif Mahal Bertahan 4 Tahun
    07 Semangat Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi
    08 Sejumlah Pohon Berukuran Besar Tutupi Fasad Rumah Sakit Serta Akses Menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
    09 Ngatiyana: Penyaluran Rastrada Bentuk Perhatian Pemerintah Terhadap Masyarakat Yang Membutuhkan
    10 KAPOLDA KEPRI HADIRI KONFERENSI PERS PEMUSNAHAN BARANG BUKTI KETAMIN 1,3 TON
    11 Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan hingga Peluang Kerja Internasional
    12
    13
    14 Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
    15 Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
    16 Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
    17 Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
    18 Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
    19 Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Warung Kelapa Jalan Hangtuah Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku
    20 Memasuki Usia Seperempat Abad, Kota Cimahi Terus Menunjukkan Transformasi Sebagai Kota Yang Adaptif, Dan Produktif
    21 Pemerintah Kota Cimahi Resmi Meluncurkan Car Free Day (CFD) Kota Cimahi Tahun 2026
    22 Pemkot Cimahi: Rumah Ibadah Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Menjalankan Aktivitas Keagamaan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com