<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
ENAM ASAL KOPI DAERAH INDONESIA DISUKAI DI DUNIA
Hari Kopi Nasional, Berikut 6 Kopi Indonesia yang Mendunia
Rabu, 11 Maret 2020 - 09:30:52 WIB
ENAM ASAL KOPI DAERAH INDONESIA DISUKAI DI DUNIA.
TERKAIT:
 
  • Hari Kopi Nasional, Berikut 6 Kopi Indonesia yang Mendunia
  •  

    JAKARTA, Tiraskita.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu
    penghasil biji kopi terbaik. Banyak biji kopi yang diekspor ke luar
    negeri dan jadi primadona. Pada momen Hari Kopi Nasional pada 11 Maret
    2020, Awak Media merangkum sejumlah biji kopi Indonesia yang mendunia.

    Berikut enam kopi asal Indonesia yang dikenal dan disukai di dunia.

    - Aceh

    Gayo
    Kopi Aceh Gayo jadi salah satu yang paling populer di dunia. Menurut
    Cindy Herlin Marta, Co-Founder Shoot Me In The Head yang juga seorang
    Licensed Q Arabica Grader, kopi ini jadi yang paling banyak diekspor
    dari Indonesia.

    Kopi
    Aceh Gayo ini termasuk jenis arabika karena tumbuhnya di ketinggian
    sekitar 1.000-1.200 mdpl. Selain itu, daerah Gayo juga sudah masuk
    sebagai daerah komoditas kopi internasional. "Gayo juga sangat banyak
    kopinya.

    Bahkan di sana tanaman kopi bisa ditemukan di pinggir-pinggir jalan," jelas Cindy pada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

    Sementara
    itu, menurut Dadang Hendarsyah, selaku Unit Head da ICS Manager PT.
    Olam Indonesia Sunda Cluster, karakteristik rasa dari kopi Aceh Gayo
    adalah punya keasaman yang tinggi. Aromanya juga sangat kuat.

    Selain
    itu, menurut William Heuw, owner dari Kopi Kangen, kopi Aceh Gayo juga
    punya rasa yang bold atau cenderung tajam. Biji kopi ini juga paling
    disukai oleh masyarakat Jepang.

    - Toraja

    Kopi
    Toraja asal Sulawesi jadi favorit masyarakat dari benua Eropa. Menurut
    William, karakter rasa kopi Toraja cukup berat, dengan body tebal dan
    tingkat keasaman rendah.


    William melanjutkan, rasanya cenderung sangat pahit dan ada sedikit
    rasa earthy di dalamnya. Kopi di Toraja ada yang merupakan jenis robusta
    dan arabika.

    - Kopi Kintamani

    Kopi
    Kintamani dari Bali jadi kopi Indonesia yang juga cukup populer di
    dunia. Kopi Kintamani merupakan jenis kopi arabika, karena ditanam di
    ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Letak kebunnya kebanyakan di dekat
    Gunung Batur.

    Menurut
    William, kopi Kintamani memiliki rasa yang cenderung fruity atau terasa
    segar seperti ada jejak rasa buah. Body dari kopi ini juga tak tebal
    dengan aroma yang cukup kuat. Rasanya tak terlalu pahit.

    - Jawa Barat

    Kopi
    Jawa Barat menurut Dadang sedang tren akhir-akhir ini. Menurutnya, kopi
    Jawa Barat merupakan gabungan dari berbagai jenis biji kopi yang
    ditanam di sana. Kopi Malabar, Pangalengan, dan lain-lain bersatu di
    bawah nama Jawa Barat.


    "Dulu tidak dikenal karena tidak promosi. Banyak juga pedagang kopi
    yang ambil kopi dari Jawa Barat tapi pakai nama lain, kopi Aceh misalnya
    atau kopi Sumatera," kata Dadang. "Makanya sekarang banyak petani yang
    bersatu pakai nama Jawa Barat," ujar Dadang. Kopi Jawa Barat mulai
    diekspor pada 2012 lalu.


    Kini, negara-negara di benua Eropa dan Amerika jadi penikmat setia kopi
    Jawa Barat. Menurut Dadang, kopi yang dihasilkan di Jawa Barat sebagian
    besar adalah arabika. Karakteristik rasanya sendiri cenderung manis dan
    punya tingkat keasaman yang cukup tinggi.


    "Kopi Jawa Barat juga pada 2017 sempat menang kompetisi ya. Asal
    kopinya dari Gunung Puntang, kompetisi SCAA (Specialty Coffee
    Association of American)," tutur Dadang.

    - Papua Rasa

    kopi papua
    berbeda-beda. Menurut William, rasa biji kopi dari satu origin yang
    sama bisa saja jadi berbeda. Pasalnya, bergantung pada proses pengolahan
    biji kopi dari mulai fermentasi, roasting, hingga penyeduhan.

    Untuk
    kopi Papua, rasanya ada yang cenderung beraroma seperti bunga dengan
    rasa asam yang sedang. Ada juga yang punya body medium. Ada juga biji
    kopi yang punya rasa sedikit manis.

    Jenis
    kopinya sendiri adalah kopi arabika. Pasalnya, daerah Papua memang cocok
    ditanami kopi arabika karena datarannya cenderung tinggi. Semakin
    tinggi tanah yang digunakan untuk menanam kopi, akan semakin baik hasil
    kopi arabikanya.

    - Sumatra


    Gerai kopi Starbucks punya ragam pilihan biji kopi, mulai dari asal
    Colombia, Ethiopia, Kenya hingga Sumatra. Dari banyak biji kopi, Sumatra
    adalah paling digemari. "Kami menjual lebih dari 10 jenis biji kopi,
    tapi kopi Sumatera selalu menjadi nomor satu.


    Tak hanya di Indonesia, juga di seluruh dunia," kata Direktur Starbucks
    Indonesia Anthony Cottan dalam temu media di Starbucks Oakwood,
    Jakarta, Selasa (6/3/2018).

    Kopi
    Sumatra diklaim paling seimbang karakternya, selain juga rasa kopinya
    sangat kuat. Berbeda dengan kopi asal Amerika Latin yang ringan, dan
    Afrika yang terlalu floral atau fruity.

    Karakteristik
    berbeda dari biji kopi Sumatra itu dianggap pas untuk campuran bahan
    lain seperti gula dan susu, tanpa menghilangkan rasa dan aroma kopi.
    "Sumatera sangat kuat dan bisa dinikmati dengan ragam cara," ungkap
    Cottan.***






     
    Berita Lainnya :
  • Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
  • Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
  • Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
  • Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
  • DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    02 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    03 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    04 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    05 DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
    06 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    07 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
    08 PT SBP Minta Polisi Usut Kemunculan Ekskavator Usai Penyerangan Karyawan di Lokasi
    09 Seleksi JPT Pratama 2026, Pemko Gunungsitoli Targetkan Pemimpin OPD Berkualitas
    10 Praktik Uang Bangku hingga Titipan Murid Masih Ditemukan dalam SPMB
    11 Satres Narkoba Polres Dumai Ringkus Dua Pengedar, 68 Paket Sabu Disita
    12 Besarnya Anggaran Operasional DLHK Pekanbaru Picu Pertanyaan soal Efektivitas Layanan Sampah
    13 Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
    14 Bersama TNI dan Polri, Lapas Pekanbaru Gencarkan Razia Kamar Hunian Warga Binaan
    15 Negeri Seribu Suluk Harumkan Nama Riau Lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah
    16 Dugaan Suap dan Tambang Ilegal dalam Kasus PT QSS, Saut Minta Penegakan Hukum Menyeluruh
    17 Wabup Kampar Hadiri Penyembelihan Kerbau Kurban di Kantor PWI Kampar
    18 Ketua Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Tidak Salah
    19 Tahanan Kabur dari Rutan Pekanbaru Ditangkap Setelah Tiga Hari Pelarian
    20 El Nino Mulai Terasa, Wako Pekanbaru Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
    21 Sidang Uji Materi UU TNI, Jaleswari Tegaskan TNI Fokus pada Pertahanan Negara
    22 Bagikan Benih Jagung Unggul, Rapidin Simbolon diharapkan Lanjutkan Pembangunan Jalan Desa
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com