Minggu, 16 Juni 2024  
 
Otak Intelektual Harus Diproses Hukum, Polres Kampar Apakah Bisa ?
Terjadi Tindak Pidana, Ratusan Orang Jarah Harta Karyawan PT.Langgam Harmuni

Sefi Zai | Hukrim
Selasa, 20 Oktober 2020 - 11:33:41 WIB


TERKAIT:
   
 
KAMPAR - Perlakuan tindak pidana pengrusakan dan penjarahan di mess karyawan PT.Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kec. Siak  Hulu, Kampar, Riau, yang terjadi pada Kamis 15/10/2020, sangat merugikan karyawan maupun perusahaan.

Menyikapi simpang siurnya informasi yang beredar pihak  PT. Langgam Harmuni melalui kuasa hukumnya menyampaikan press rilis untuk meluruskan informasi dan keadaan sebenarnya.

Dalam rilis yang diterima redaksi zonariau.com pada Selasa 20/10/2020 Disampaikan bahwa benar terjadi tindakan brutal dan biadab yakni pengusiran karyawan secara paksa, pengrusakan rumah karyawan dan penjarahan harta karyawan yang dilakukan oleh oknum-oknum preman.

Secara lengkap pernyatan dari kuasa hukum PT.Langgam Harmuni yang ditandatangani oleh Patar Pangasian, SH dan Herbert Abraham P,SH sebagai berikut :

“BIADAP, KARYAWAN DIUSIR PAKSA DENGAN ANCAMAN DAN HARTA BENDA TERMASUK  PERHIASAN DIJARAH HABIS”

1. Bahwa telah terjadi peristiwa Pengusiran dengan pengancaman, Penjarahan dan
Pengerusakan pada hari Kamis, 15 Oktober 2020 sekira pukul 18.30 Wib terhadap Karyawan (210 orang karyawan beserta dan keluarga) PT. Langgam Harmuni di Perumahan Karyawan Desa Pangkalan Baru, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar, Riau; dilakukan oleh massa yang diduga dikoordinatori oleh Hendra Sakti, Marvel dkk, jumlah massa lebih kurang 300 (tiga ratus) orang yang patut diduga adalah preman bayaran, telah melakukan tindakan brutal Pengusiran dengan pengancaman terhadap karyawan, Penjarahan harta karyawan beserta aset perusahaan dan Pengerusakan areal perumahan karyawan PT. Langgam Harmuni.

Lemari pekerja di acak-acak berbagai perhiasan dan uang di curi massa

2. Bahwa tindakan brutal tersebut dimulai pada pukul 18.30 Wib, dimana massa yang diduga
dikomandoi oleh Hendra Sakti dan Marvel memaksa masuk kedalam areal perkebunan PT.
Langgam Harmuni, kemudian melakukan tindakan melawan hukum di areal perumahan
karyawan diduga dengan cara- cara, sebagai berikut:

- Menarik paksa pimpinan kebun a.n Basken R. Manalu di bawah ancaman kekerasan yang
dikelilingi lebih kurang 20 (dua puluh) orang sebahagian besar dalam pengaruh minuman
beralkohol membawa senjata tajam serta benda tumpul, memaksa agar karyawan untuk
mematikan mesin genset listrik diperumahan;

- Diduga kuat Hendra Sakti merampas seluruh kunci perumahan dan dengan ancaman
memaksa seluruh Karyawan meninggalkan areal perumahan, dengan rasa trauma dan
ketakutan karyawan dan penghuni perumahan (Karyawan dan keluarganya) akhirnya
meninggalkan perumahan beserta harta benda didalamnya;

- Hendra Sakti mengatakan pada pokoknya bahwa ia bertanggung jawab penuh terhadap
seluruh keadaan- keadaan dan kondisi perumahan tersebut

- Setelah karyawan meninggalkan areal perumahan, massa di bawah komando Hendra
Sakti dan Marvel telah melakukan pembongkaran dan penjarahan terhadap seluruh rumah
karyawan PT. Langgam Harmuni, harta benda berupa: perhiasan emas, uang tabungan,
pakaian, barang elektronik, jualan karyawan, ternak ayam, dan alat- alat panen (egrek,
angkong, dll) turut di jarah.

- Bahwa karyawan melarikan diri dan mengungsi/ ditampung di aula Desa Pangkalan Baru
dan bertahan selama 1x24 jam dalam kondisi cuaca hujan deras tanpa selimut dan makan.
- Bahwa Kepala Desa Pangkalan Baru mengkonfirmasi bahwa para penjarah tersebut bukan
warga Desa Pangkalan Baru.

Massa yang dikomandoi oleh Hendra Sakti ini akhirnya meninggalkan lokasi Perumahan PT.
Langgam Harmuni pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 dini hari pukul 02.00 wib.

Ratusan Massa penjarah tampak bahagia tidak merasa bersalah

3. Bahwa sebelumnya pada pukul 20.00 Wib, PT. Langgam Harmuni telah melaporkan dan
meminta perlindungan hukum atas peristiwa brutal tersebut ke Polsek Siak Hulu, namun Polsek tidak bisa berbuat apa- apa karena kekurangan jumlah personil dan menyarankan agar  melaporkan ke Polres Kampar. Polsek hanya mengirimkan patroli ke dalam areal pada pukul 21.30 Wib.

4. Bahwa PT. Langgam Harmuni telah membuat laporan polisi di Polres Kampar pada pukul 01.00 wib dengan Laporan Polisi nomor: LP/332/X/2020/RIAU/ RES KAMPAR tanggal 16 Oktober 2020, dan berharap pelaku, pimpinan aksi, dan otak yang membiayai pergerakan massa ini diproses secara hukum untuk di adili;

5. Bahwa berdasarkan informasi dilapangan diduga kuat massa lebih kurang berjumlah 300 orang dibayar Rp 300.000,- perkepala dengan akomodasi transport beserta makan dan minum,minuman alkohol (botol bir berserakan di TKP), ditanggung penggerak aksi anarkis, hal ini diketahui karena sempat terjadi kericuhan antara massa dengan bahagian keuangannya dimana massa tidak mau keluar dari lokasi sebelum dibayar lunas;


6. Bahwa diduga kuat sumber dana atau sebagai aktor intelektual yang menggerakkan massa dalam aksi penjarahan ini adalah Sdr. Dr. Ir. AH, MP (inisial) dimana pada saat peristiwa berlangsung berkali- kali nama ini disebut- sebut, juga diduga orang suruhannya yang bernama: Henni PS dkk diduga kuat berada di TKP dan dalam kendaraan Avanza BM 1474 NA untuk menyalurkan uang bagi massa pada saat peristiwa berlangsung;

7. Bahwa perlu kami luruskan sehubungan adanya pemberitaan yang mengait- ngaitkan peristiwa ini sebagai konflik lahan dengan Koperasi KOPSA-M yang bekerjasama dengan PTP V (Pola KKPA), sebagai berikut:

7.1 Bahwa peritiwa ini adalah murni dugaan tindak pidana “Pengusiran dengan pengancaman, Penjarahan dan Pengerusakan” di Perumahan Karyawan PT. Langgam Harmuni;

7.2 Bahwa tidak ada konflik tanah antara Koperasi dengan PT. Langgam Harmuni, karena
berdasarkan hasil cek lokasi Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar areal PT. Langgam
Harmuni berada di luar areal kerja KOPSA-M

7.3 Bahwa PTP V sebagai bapak angkat dalam pembangunan kebun KOPSA- telah
menerangkan pada pokoknya: pertama, areal PT. Langgam Harmuni bukan areal inti.
Kedua, tidak ada penggunaan dana PTPV atau biaya yang dibebankan dalam kerjasama
antara KOPSA- M dan PTP V dalam pembangunan arael kebun PT. Langgam Harmuni.

Untuk itu, adanya pengalihan isu sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang diduga kuat terlibat atau merupakan otak dari dugaan peristiwa pidana ini, yang menyebarkan informasi bahwa peristiwa ini adalah konflik lahan, adalah TIDAK BENAR; jangan mencoba mengalihkan fakta, Pelaku dan pendana preman/ massa anarkis harus bertanggung jawab dan harus diproses secara hukum dalam perbuatannya tersebut.Demikian untuk meluruskan informasi yang beredar. Terima kasih

Patar Pangasian,SH sangat menyangkan tindakan brutal massa preman yang sengaja dibayar oleh oknum perusuh ini, kami berharap siapapun dalam dalam kejadian ini  harus di proses hukum.

Kami juga sangat kecewa saat kejadian aparat keamanan tidak berkutik dan seolah - olah ada pembiaran.

Team tiraskita.com yang beberapa kali mencoba konrfimasi kepada Kapolsek Siak Hulu, Kompol Zulkarnaen, namun sampai berita ini tayang tidak merespon dan tidak membalas pesan wartawan.

Sumber : Rilis Kuasa Hukum PT.Langgam Harmuni



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tantangan Penerapan Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar
  • Sekretariat DPRD Jawa Barat Terima Kunjungan Kerja DPRD Jambi dan Kab Cirebon
  • Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Pemkot Cimahi lakukan Monitoring Ke Pasar Tradisional
  • Pemkot Cimahi Siapkan Generasi Emas Dan Integritas Pelayanan KBKR
  • Pemkot Cimahi Resmi Meluncurkan Call Center Campernik 112
  • Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pemkot Cimahi Gelar Uji Emisi Gratis
  • Pansus DPRD Jabar Berharap Kebutuhan Petani Organik, Pemerintah Harus Hadir
  • Kabag Sekretariat DPRD Jabar Iman Tohidin Menerima Studi Banding DPRD Sumatera Utara
  • KONFLIK PALESTINA-ISRAEL
  •  
     
     
    Selasa, 25 Februari 2020 - 20:59:48 WIB
    Launching Karhutla
    Komit Tindaklanjuti MoU, Unilak Gelar Pelatihan Relawan Karhutla
    Senin, 13 Maret 2023 - 12:41:42 WIB
    Laga Panas Partai Final Mendatang, Tim Forkopimda A & Tim Wartawan B Akan Berebut Juara I
    Selasa, 10 Maret 2020 - 09:47:47 WIB
    Nekat Lompat Dari Lantai Atas Thamrin Plaza
    Seorang Pria Tanpa Identitas Nekat Melompat di Thamrin Plaza Medan
    Jumat, 14 Februari 2020 - 23:33:02 WIB
    Ketua IWO Inhil Rencana Akan Surati Kemenkumham Terkait Sikap Pegawai Lapas Kepada Wartawan
    Jumat, 04 September 2020 - 12:27:43 WIB
    Babinsa Koramil 2004/Losari Kodim 0620/Kab Cirebon, Dampingi Pembelajaran Jarak Jauh Para Pelajar
    Senin, 16 Agustus 2021 - 10:57:30 WIB
    BUPATI ROHIL RESMI KUKUHKAN ANGGOTA PASKIBRAKA
    Selasa, 23 Maret 2021 - 15:57:20 WIB
    Kapal Pencuri 21,5 Ton Solar Pertamina Diduga Milik Politisi Gerindra
    Sabtu, 10 April 2021 - 09:22:56 WIB
    7 Pelamar Mengikuti Proses Pendaftaran Calon Sekdaprov Riau
    Jumat, 17 Juli 2020 - 11:53:15 WIB
    Sat Reskrim dan Polsek Bukit Raya Tangkap Dua Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan
    Rabu, 15 Januari 2020 - 07:23:28 WIB
    Perkuat kualitas Kampus
    STAIN Bengkalis jalin kerjasama dengan Pemerintah Desa Wonosari
    Selasa, 01 September 2020 - 10:49:54 WIB
    LAWAN COVID-19
    Forum Cimahi Kita Bersuara
    Jumat, 19 Februari 2021 - 08:50:11 WIB
    Perda Pesantren Wagub Uu Ruzhanul Ulum Sosialisasi bersama Kemenag
    Selasa, 31 Desember 2019 - 15:49:06 WIB
    Refleksi Akhir Tahun Lapas IIA Cibinong
    Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:33:22 WIB
    Menteri Yasonna Laoly Persilakan Tommy Soeharto Gugat SK Muchdi Pr
    Sabtu, 22 Mei 2021 - 10:26:58 WIB
    Pelaku Penipuan Berhasil Diamankan Korbannya dan Diserahkan ke Polsek Tapung
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved