<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Kalah dari Malaysia, Biaya Konservasi Hutan Indonesia Tak Sampai Rp15 Ribu per Hektare
Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:53:48 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Kalah dari Malaysia, Biaya Konservasi Hutan Indonesia Tak Sampai Rp15 Ribu per Hektare
  •  

    TIRASKITA.COM - Tersebar dari Sumatra hingga Papua, hutan hujan tropis Indonesia terluas ketiga di dunia. Namun, jika dibanding negara tetangga yang luas hutannya lebih kecil, biaya konservasi hutan Indonesia jauh lebih sedikit.

    "Biaya konservasi hutan kita 1 dolar AS (sekitar Rp14,9 ribu) per hektare, kalah dengan Jepang dan Malaysia yang sudah 5 dolar AS (sekitar Rp74,5 ribu). Amerika saja biaya konservasinya sudah di atas 40 dolar AS (sekitar Rp596 ribu) per hektare masih terjadi kebakaran hutan," kata manajer program "Hutan Itu Indonesia," Christian Natalie, saat jumpa pers Hari Hutan Indonesia, Kamis, 4 Agustus 2022.

    Tahun ini, Konsorsium Hari Hutan Indonesia kembali menggaungkan kampanye Hari Hutan Indonesia yang jatuh setiap 7 Agustus. Bertajuk "Hutan Kita Sultan," mereka berharap gerakan ini jadi pemantik publik untuk lebih peduli dan sadar akan upaya pelestarian hutan Indonesia. Selain itu, mendorong Hari Hutan Indonesia diresmikan pemerintah Indonesia.

    "Hutan kita kaya, tempat beragam flora fauna. Letak Indonesia di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi, sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi," kata Koordinator Konsorsium Hari Hutan Indonesia 2022, Miftachur Ben Robani.

    Hutan Indonesia tercatat sebagai sumber pangan, obat-obatan, sumber air, sumber udara bersih, tempat tinggal dan akar budaya berbagai masyarakat adat, juga penyerap karbon. Hutan disebut memberi beragam manfaat yang selama ini dinikmati, baik masyarakat di dalam hutan, di sekitar hutan, maupun yang letaknya jauh dari hutan.

    Refleksi Perlindungan Hutan

    Hari Hutan Indonesia juga merupakan momen refleksi tentang sejauh mana berbagai pihak sudah berhasil melindungi hutan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah Yayasan Madani Berkelanjutan, hutan Indonesia menyusut 4 juta hektare dalam periode 2011 sampai 2019.

    "Namun, pembukaan hutan dari tahun ke tahun tampak terus menurun. Hal ini perlu dirayakan dan awasi agar tren penurunan perubahan tutupan hutan terus berlanjut, sehingga target iklim Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan Kebijakan FOLU Net Sink 2030 bisa tercapai," terang Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad.

    Maria Dwianto, Direktur Komunikasi PT Rimba Makmur Utama, menambahkan bahwa di Indonesia restorasi dan konservasi hutan merupakan agenda penting untuk memerangi perubahan iklim. Pihaknya pun mendukung penuh perayaan Hari Hutan Indonesia sebagai upaya membangun kepedulian dan rasa cinta anak muda, khususnya kaum urban, terhadap hutan di Indonesia.
     
    Hari Hutan Indonesia juga merupakan momen refleksi tentang sejauh mana berbagai pihak sudah berhasil melindungi hutan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah Yayasan Madani Berkelanjutan, hutan Indonesia menyusut 4 juta hektare dalam periode 2011 sampai 2019.

    "Namun, pembukaan hutan dari tahun ke tahun tampak terus menurun. Hal ini perlu dirayakan dan awasi agar tren penurunan perubahan tutupan hutan terus berlanjut, sehingga target iklim Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan Kebijakan FOLU Net Sink 2030 bisa tercapai," terang Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad.

    Maria Dwianto, Direktur Komunikasi PT Rimba Makmur Utama, menambahkan bahwa di Indonesia restorasi dan konservasi hutan merupakan agenda penting untuk memerangi perubahan iklim. Pihaknya pun mendukung penuh perayaan Hari Hutan Indonesia sebagai upaya membangun kepedulian dan rasa cinta anak muda, khususnya kaum urban, terhadap hutan di Indonesia.
     
    Hari Hutan Indonesia juga merupakan momen refleksi tentang sejauh mana berbagai pihak sudah berhasil melindungi hutan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah Yayasan Madani Berkelanjutan, hutan Indonesia menyusut 4 juta hektare dalam periode 2011 sampai 2019.

    "Namun, pembukaan hutan dari tahun ke tahun tampak terus menurun. Hal ini perlu dirayakan dan awasi agar tren penurunan perubahan tutupan hutan terus berlanjut, sehingga target iklim Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan Kebijakan FOLU Net Sink 2030 bisa tercapai," terang Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad.

    Maria Dwianto, Direktur Komunikasi PT Rimba Makmur Utama, menambahkan bahwa di Indonesia restorasi dan konservasi hutan merupakan agenda penting untuk memerangi perubahan iklim. Pihaknya pun mendukung penuh perayaan Hari Hutan Indonesia sebagai upaya membangun kepedulian dan rasa cinta anak muda, khususnya kaum urban, terhadap hutan di Indonesia.
     
    Hari Hutan Indonesia juga merupakan momen refleksi tentang sejauh mana berbagai pihak sudah berhasil melindungi hutan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah Yayasan Madani Berkelanjutan, hutan Indonesia menyusut 4 juta hektare dalam periode 2011 sampai 2019.

    "Namun, pembukaan hutan dari tahun ke tahun tampak terus menurun. Hal ini perlu dirayakan dan awasi agar tren penurunan perubahan tutupan hutan terus berlanjut, sehingga target iklim Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan Kebijakan FOLU Net Sink 2030 bisa tercapai," terang Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad.

    Maria Dwianto, Direktur Komunikasi PT Rimba Makmur Utama, menambahkan bahwa di Indonesia restorasi dan konservasi hutan merupakan agenda penting untuk memerangi perubahan iklim. Pihaknya pun mendukung penuh perayaan Hari Hutan Indonesia sebagai upaya membangun kepedulian dan rasa cinta anak muda, khususnya kaum urban, terhadap hutan di Indonesia.
     
    Hari Hutan Indonesia juga merupakan momen refleksi tentang sejauh mana berbagai pihak sudah berhasil melindungi hutan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah Yayasan Madani Berkelanjutan, hutan Indonesia menyusut 4 juta hektare dalam periode 2011 sampai 2019.

    "Namun, pembukaan hutan dari tahun ke tahun tampak terus menurun. Hal ini perlu dirayakan dan awasi agar tren penurunan perubahan tutupan hutan terus berlanjut, sehingga target iklim Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan Kebijakan FOLU Net Sink 2030 bisa tercapai," terang Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad.

    Maria Dwianto, Direktur Komunikasi PT Rimba Makmur Utama, menambahkan bahwa di Indonesia restorasi dan konservasi hutan merupakan agenda penting untuk memerangi perubahan iklim. Pihaknya pun mendukung penuh perayaan Hari Hutan Indonesia sebagai upaya membangun kepedulian dan rasa cinta anak muda, khususnya kaum urban, terhadap hutan di Indonesia.
     
    Dukungan Kelompok Urban

    Dukungan perayaan Hari Hutan Indonesia juga datang dari kelompok urban, terutama para penggemar K-Pop di Indonesia. Salah satunya KPOP4PLANET yang sudah cukup lama berpartisipasi melibatkan anggotanya.

    "Penggemar K-pop datang dari generasi Z dan milenial, di mana dampak krisis iklim yang semakin memburuk, termasuk deforestasi, mengancam masa depan kami,” kata Nurul Sarifah, juru kampanye KPOP4PLANET.

    Penggemar K-pop telah beraksi nyata dalam pelestarian hutan, seperti adopsi hewan terlindungi, penanaman pohon, adopsi pohon, serta penandatanganan petisi perlindungan hutan di Papua. Kegiatan tersebut demi mencegah dampak krisis iklim semakin memburuk.

    Komunitas anak muda di daerah ikut mendukung upaya penjagaan hutan yang berkelanjutan. Yanuarius Anouw, Direktur Bentara Papua, mengungkap kontribusi hutan tropis di Papua sangat berarti bagi manusia dan keberagaman hayati. Menurutnya, komitmen pemerintah untuk menjaga hutan dan biodiversitas tanah Papua akan membantu menyelamatkan flora dan fauna endemik, serta menghormati hak-hak masyarakat hukum adat.

    Masyarakat hukum adat di Papua mengangap hutan sebagai "mama," karena semua sumber penghidupan ada di dalam ekosistem hutan. "Kita berkomitmen menjaga wilayah adat (hutan dan lahan), wilayah adat menjaga kehidupan kita manusia," kata Yanuarius.
     
    DPR Bersuara

    Mengutip laman DPR Parlemen Terkini, anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro sempat menyampaikan, terkait masalah dana konservasi di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

    "Mengenai dana konservasi ini sudah kita pikirkan sejak 10 tahun lalu, tapi karena pada waktu itu belum ada payung hukumnya, kita ragu dan takut disalahkan," katanya. "Mudah-mudahan nanti dana konservasi ini bisa dimasukkan sehingga para bupati yang punya kawasan konservasi bisa mengelola kawasan hutan dengan dana konservasi itu."

    Darori mengingatkan bahwa Undang-Undang Konservasi mempunyai keterikatan yang luas hingga dunia internasional. "Gara-gara gajah mati di perkebunan, seluruh hasil sawit kita ditolak di seluruh dunia. Undang-Undang Konservasi ini memang perlu diperbaiki agar lebih baik ke depannya," tuturnya

    Terkait sumber daya genetik, Darori mengutarakan pada periode keanggotaan DPR sebelumnya sudah dibangun Undang-Undang Konservasi dan Sumber Daya Genetik, tapi ditarik kembali. Pasalnya, setelah digabungkan, ternyata 70 persen materinya menyangkut sumber daya genetik, sedangkan Undang-Undang Konservasinya hampir hilang.





     
    Berita Lainnya :
  • ChiMa 2026 Menjadi Bagian Dari Upaya Pemerintah Kota Cimahi Memperkuat Ekosistem Inovasi
  • Ngatiyana Harap Hasil Yang Maksimal, Di Ajang Olahraga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026
  • Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat.Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat
  • Cendra Mata Sebagai Simbol Kebersamaan Dan Sinergitas Polres Cimahi Dan PWI Kota Cimahi
  • HUT RI Ke 81 ,Pemkot Cimahi Berharap Menjawab Berbagai Kebutuhan Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 ChiMa 2026 Menjadi Bagian Dari Upaya Pemerintah Kota Cimahi Memperkuat Ekosistem Inovasi
    02 Ngatiyana Harap Hasil Yang Maksimal, Di Ajang Olahraga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026
    03 Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat.Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat
    04 Cendra Mata Sebagai Simbol Kebersamaan Dan Sinergitas Polres Cimahi Dan PWI Kota Cimahi
    05 HUT RI Ke 81 ,Pemkot Cimahi Berharap Menjawab Berbagai Kebutuhan Masyarakat
    06 Rute Udara Ke Nias Hanya WINGS AIR Beroperasi , Tarif Mahal Bertahan 4 Tahun
    07 Semangat Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi
    08 Sejumlah Pohon Berukuran Besar Tutupi Fasad Rumah Sakit Serta Akses Menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
    09 Ngatiyana: Penyaluran Rastrada Bentuk Perhatian Pemerintah Terhadap Masyarakat Yang Membutuhkan
    10 KAPOLDA KEPRI HADIRI KONFERENSI PERS PEMUSNAHAN BARANG BUKTI KETAMIN 1,3 TON
    11 Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan hingga Peluang Kerja Internasional
    12
    13
    14 Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
    15 Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
    16 Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
    17 Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
    18 Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
    19 Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Warung Kelapa Jalan Hangtuah Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku
    20 Memasuki Usia Seperempat Abad, Kota Cimahi Terus Menunjukkan Transformasi Sebagai Kota Yang Adaptif, Dan Produktif
    21 Pemerintah Kota Cimahi Resmi Meluncurkan Car Free Day (CFD) Kota Cimahi Tahun 2026
    22 Pemkot Cimahi: Rumah Ibadah Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Menjalankan Aktivitas Keagamaan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com