<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Mantan Kabid PPA Pekanbaru Ditahan dalam Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kampar
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:58:21 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Mantan Kabid PPA Pekanbaru Ditahan dalam Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kampar
  •  

    Bangkinang, Tiraskita.com - Setelah menunggu hampir dua tahun pasca melaporkan kasusnya, akhirnya keluarga korban dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur merasa lega karena tersangka pelaku Sk (60) resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kampar, Senin (18/5/2026).

    Kasus ini cukup mengejutkan karena terduga pelaku pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemerintah Kota Pekanbaru yang nota bene pernah memiliki tanggungjawab terhadap perlindungan terhadap perempuan dan anak.

    Sebelum pensiun, pelaku juga merupakan salah satu kepala bidang di salah satu dinas di Kabupaten Kampar dan juga seorang ninik mamak.

    Adapun korbannya berinisial (C). Saat kejadian, korban berusia 17 tahun dan saat itu masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Kampar.

    Kasus ini dilaporkan pada 8 November 2024 ke Polda Riau oleh adik kandung ayah korban atau tante korban berinisial HYP yang merupakan mantan istri Sk. Saat kejadian, HYP dan Sk belum bercerai dan tinggal serumah juga dengan Sk di Bangkinang.

    Kepada CAKAPLAH.com, Senin (18/5/2026) di Bangkinang, HYP didampingi Suhenri Perdana, SH dari Kantor Hukum Rifera & Paramitra Law Firm mengaku cukup lega karena perjuangannya untuk mendapatkan kepastian hukum atas kasus yang menimpa keponakannya mulai terbuka.

    Sk sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Riau pada 26 Januari lalu. Namun kasusnya tak kunjung dilimpahkan ke Kejaksaan saat itu.

    Bahkan pihak keluarga korban pernah melaksanakan aksi unjuk rasa di Pekanbaru agar Sk segera ditahan. Keluarga korban juga pernah menyampaikan kasus ini di beberapa media massa.

    Menurut HYP, kasus ini telah memiliki cukup bukti, diantaranya hasil visum yang menunjukkan terjadinya kerusakan pada alat kelamin korban.

    “Keterangan korban sudah cukup jelas dan ditambah lagi keterangan dari tiga orang ahli,” cakap HYP.

    Ia juga mengungkapkan, awalnya korban merasa takut membuka kasus ini karena pernah diancam terduga pelaku jika ia menceritakan apa yang dialaminya, maka ia akan menceraikan tantenya.

    Tidak itu saja, korban juga mengalami trauma dan sempat putus asa tidak mau menyelesaikan studinya.

    "Dia sempat pulang kampung. Setelah dibujuk-bujuk sama keluarga dan neneknya, akhirnya dia mau balik ke sekolah menyelesaikan sekolahnya," beber HYP.

    Korban juga pernah melukai dirinya dan merasa malu bertemu teman-temannya di sekolah karena ada teror maupun publikasi di media sosial yang menyudutkan dirinya.

    HYP juga mengungkapkan bahwa ia pernah merasa curiga dengan gerak gerik terduga pelaku saat masih bersama membina rumah dimana pernah pada suatu pagi hari saat ia baru saja keluar dari kamar mandi melihat terduga pelaku keluar dari kamar korban.

    Ketika ditanya HYP, terduga pelaku mengatakan bahwa ia hanya ingin membangunkan korban untuk melaksanakan salat subuh dan HYP saat itu langsung melakukan protes terhadap mantan suaminya itu.

    Sementara itu, Kuasa Hukum Korban Rico Febputra, SH kepada CAKAPLAH.com, Rabu (20/5/2026) malam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Riau dan Kejari Kampar yang telah menindaklanjuti laporan ini.

    Rico berharap korban mendapatkan keadilan karena ini adalah kejahatan luar biasa, apalagi perkaranya sudah hampir dua tahun yang penuh lika liku dan diduga tersangka “bermain”.

    "Sebab dia (tersangka) pernah menjabat Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), malah dia yang menjadi predator anak,” tegas Rico.

    Ia juga berharap jaksa konsisten dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak anak.

    Sementara itu, di tempat terpisah, terkait perkembangan kasus ini, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kampar Okky Fathoni Nugraha, S.H melalui Jaksa Jodhi Kurniawan, SH kepada CAKAPLAH.com, Rabu (20/5/2026) mengakui bahwa Sk telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bangkinang sejak dilimpahkan Polda Riau pada Senin (18/5/2026).

    “Kita terima pelimpahan perkaranya dari Polda. Kebetulan wilayah yang disangkakan di Kampar, maka tersangka ditahan di Kejari Kampar. Yang bersangkutan telah ditahan sejak Senin (18 Mei 2026),” cakap Jordi.

    Ia menambahkan, saat ini Kejari Kampar sedang menyusun dakwaannya dan sekira satu atau dua minggu kedepan akan segera dilimpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri Bangkinang untuk menjalani proses persidangan.

    "Baru tahap dua dihari Senin lalu, mau kita limpah perkaranya," pungkasnya.


    Source: Cakaplah.com



     
    Berita Lainnya :
  • Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
  • Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
  • Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
  • Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
  • Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
    02 Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
    03 Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
    04 Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
    05 Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
    06 Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Warung Kelapa Jalan Hangtuah Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku
    07 Memasuki Usia Seperempat Abad, Kota Cimahi Terus Menunjukkan Transformasi Sebagai Kota Yang Adaptif, Dan Produktif
    08 Pemerintah Kota Cimahi Resmi Meluncurkan Car Free Day (CFD) Kota Cimahi Tahun 2026
    09 Pemkot Cimahi: Rumah Ibadah Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Menjalankan Aktivitas Keagamaan
    10 Walikota Bandung Muhammad Farhan Dukung Kegiatan Konfrensi Lima Tahunan PWI Jabar
    11 Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Usung Tema "Saatnya Bekerja Untuk Iklim"
    12 Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Tegaskan Pentingnya penyelenggaraan statistik sektoral di Kota Cimahi.
    13 Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
    14 Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
    15 Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
    16 Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
    17 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    18 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    19 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    20 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    21 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    22 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com