<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
Jumat, 29 Mei 2026 - 23:55:09 WIB
Tangkapan layar Wakil Menteri Hukum Edward Hiariej saat rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI membahas RUU Perlindungan Saksi dan Korban di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya
TERKAIT:
 
  • Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
  •  

    Jakarta, Tiraskita.com - Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan Pancasila, khususnya sila kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak boleh mandek menjadi teori di atas kertas sehingga harus diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.


    "Konsep adil dan beradab dalam Pancasila tidak boleh mandek menjadi teori di atas kertas. Ia harus dikontekstualisasikan ke dalam tindakan nyata sehari-hari," kata Eddy Hiariej, sapaan akrabnya, secara daring di Jakarta, Jumat malam.


    Pernyataan itu disampaikan Wamenkum pada webinar internasional "Merajut Keberagaman: Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa", sebuah seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam rangka merayakan Hari Lahir Pancasila.


    Dalam ceramah kuncinya itu, Wamenkum menekankan pentingnya memperkokoh kepercayaan sosial dan martabat manusia karena tatanan global saat ini tengah menghadapi krisis nilai.


    Berdasarkan laporan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tahun 2021, gejala normalisasi kekerasan, ketidaksetaraan, dan hilangnya rasa hormat terhadap sesama manusia disebut menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup bermasyarakat.


    Menurut Eddy, kunci utama untuk memulihkan dan merawat masyarakat yang sehat adalah membangun kembali kepercayaan sosial.


    Dia menyebut kepercayaan sosial adalah "perekat tidak terlihat" yang menciptakan penegakan hukum dan harmonisasi lintas elemen.


    "Namun, kepercayaan ini tidak akan tumbuh di lahan yang kering. Ia hanya bisa berakar pada pengakuan yang tulus terhadap martabat manusia. Sebuah pengakuan bahwa setiap individu memiliki nilai intrinsik yang wajib dihormati tanpa memandang ras, suku, status sosial, maupun agama," katanya.


    "Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah penegasan mutlak atas human dignity (martabat manusia) dan ketika martabat manusia dihormati, maka persatuan sebagaimana termaktub dalam sila ketiga akan terwujud, melahirkan kekuatan social trust (kepercayaan sosial) yang kokoh," ucapnya.


    Wamenkum lebih lanjut menekankan bahwa merajut keberagaman adalah proses yang terus berjalan dan tidak boleh berhenti.


    "Pancasila adalah rumah bersama kita. Mari kita jaga fondasinya dengan saling mempercayai, dan mari kita rawat atapnya dengan terus menghormati martabat sesama manusia," kata Eddy.


    Webinar internasional tersebut digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum Kementerian Hukum RI dan Institut Leimena menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.


    Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho mengatakan kohesi sosial semakin sering dibahas dalam forum-forum internasional seiring meningkatnya sentimen xenofobia atau kebencian terhadap orang yang dianggap berbeda.


    "Dengan tren demikian, Pancasila yang didasari penghormatan terhadap martabat manusia dan semangat gotong royong semakin penting untuk diaktualisasikan secara nyata dan konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Matius dalam sambutannya.


     


    Source: Antara




     
    Berita Lainnya :
  • Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
  • Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
  • Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
  • Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
  • DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    02 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    03 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    04 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    05 DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
    06 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    07 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
    08 PT SBP Minta Polisi Usut Kemunculan Ekskavator Usai Penyerangan Karyawan di Lokasi
    09 Seleksi JPT Pratama 2026, Pemko Gunungsitoli Targetkan Pemimpin OPD Berkualitas
    10 Praktik Uang Bangku hingga Titipan Murid Masih Ditemukan dalam SPMB
    11 Satres Narkoba Polres Dumai Ringkus Dua Pengedar, 68 Paket Sabu Disita
    12 Besarnya Anggaran Operasional DLHK Pekanbaru Picu Pertanyaan soal Efektivitas Layanan Sampah
    13 Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
    14 Bersama TNI dan Polri, Lapas Pekanbaru Gencarkan Razia Kamar Hunian Warga Binaan
    15 Negeri Seribu Suluk Harumkan Nama Riau Lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah
    16 Dugaan Suap dan Tambang Ilegal dalam Kasus PT QSS, Saut Minta Penegakan Hukum Menyeluruh
    17 Wabup Kampar Hadiri Penyembelihan Kerbau Kurban di Kantor PWI Kampar
    18 Ketua Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Tidak Salah
    19 Tahanan Kabur dari Rutan Pekanbaru Ditangkap Setelah Tiga Hari Pelarian
    20 El Nino Mulai Terasa, Wako Pekanbaru Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
    21 Sidang Uji Materi UU TNI, Jaleswari Tegaskan TNI Fokus pada Pertahanan Negara
    22 Bagikan Benih Jagung Unggul, Rapidin Simbolon diharapkan Lanjutkan Pembangunan Jalan Desa
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com