Jum'at, 09 Desember 2022  
 
Perajin Malaka Ingin Buat Ukiran Wajah Pak Jokowi

Riswan L | Serba-Serbi
Selasa, 22 Desember 2020 - 12:23:15 WIB

Foto: Grandyos Zafna
TERKAIT:
   
 
Jakarta | Tiraskita.com - Setiap orang tentu punya impiannya masing-masing, sama halnya seperti seorang perajin ukiran Malaka yang satu ini. Christophorus Xaverius Aron Esy (40) bercerita tentang impiannya membuat ukiran Presiden RI Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Om Cen ini menyebut dirinya terinspirasi dengan sosok Jokowi yang sederhana. Apalagi Jokowi menurutnya sudah membuat pembangunan di wilayah timur menjadi lebih baik. Seperti di Malaka misalnya, Cen mengatakan Jokowi telah membangun Jalan Sabuk Merah dari Kabupaten Belu hingga Malaka sehingga akses jalan kini jadi lebih mudah.

"Saya terinspirasi dengan Bapak Jokowi. Saya ingin mengukir Bapak Jokowi sama istri. Saya orang Timor asli Malaka saya mau ngukir buat Bapak Jokowi sama istri. Karena saya terinspirasi sekali sama Bapak Jokowi, orangnya sederhana, dia buat sesuatu tidak pandang bulu. Aduh tidak bisa dihitung," ungkapnya kepada detikcom baru-baru ini.

Adapun awal mula keinginannya untuk membuat ukiran wajah Jokowi muncul saat dirinya menghubungi salah satu kenalannya di Kupang. Kebetulan saat itu Cen mengatakan akan ada festival kesenian yang akan digelar di sana.

"Waktu itu ada seperti festival di Kupang kita masuk di situ. Kebetulan saya punya kenalan di sana, lalu di telpon. Saya bilang bisa nggak saya kasih ukiran buat Bapak Jokowi, dan katanya bisa," katanya.

Keinginannya untuk bisa membuat ukiran Jokowi sebenarnya sudah hampir terwujud, namun, hal ini terkendala karena adanya COVID-19. Bahkan, Cen mengatakan dirinya sudah mempersiapkan bahan-bahannya. Rencananya, Cen juga akan memberikan ukiran miliknya tepat saat Jokowi datang ke Kupang pada bulan Mei lalu.

"Sebenarnya sudah ingin tercapai dan harus tercapai. Sudah dipotong kayunya, tapi belum kesampaian (dilanjutkan) karena waktu itu COVID. Ketika Bapak Jokowi datang di Kupang pas Februari, Maretnya saya sudah rencana mau buat itu. Tapi saya belum sempat karena ada COVID makanya Bapak Jokowi bulan Mei nggak sempat ke Kupang. Kalau nggak saya sudah kasih langsung," paparnya.

Adapun ukiran yang ingin ia buat juga menampilkan ikon-ikon Nusa Tenggara Timur, serta adat istiadat yang ada di Malaka. Ukiran tersebut rencananya akan dibuat dalam sebongkah kayu berukuran setinggi satu meter.

"Saya mau buat ikonnya NTT, Danau Kelimutu, terus di Malaka sini dengan dia punya adat istiadat seperti rumah adat. Saya tuangkan dalam satu kayu kayak pohon gelondongan. Jadi saya ambil satu meter di sekelilingnya itu ikon NTT, sama ada Bapak Jokowi di situ," katanya.

Sejak saat itu, Cen merasa sedikit kecewa karena impiannya tersebut belum bisa dilaksanakan. Apalagi ia mengaku telah semangat untuk membuat. Namun, jika dirinya masih diberi kesempatan untuk membuat ukiran Jokowi, ia mengaku tetap ingin membuat. Bahkan, ia mengatakan ukiran tersebut bisa selesai dalam waktu sebulan saja.

"Saya sudah semangat eh tau-taunya masuk bulan Maret nggak bisa, kecewa saya di situ. Ya kalau (masih) bisa, saya mau tetap buat, nggak lama paling satu bulan juga sudah jadi," ungkapnya.

Meskipun impiannya belum bisa terwujud saat ini, Cen tetap tidak putus asa dan terus membuat ukiran bagi warga Malaka di salah satu usaha mebel milik rekannya, Emanuel Benani (33).

"Kalau saya di sini baru jalan 4 bulan. Saya datang di 2015 masuk 2016-2017 saya di mebel peti di Betun. Nah terus bos ini kakaknya temen sekolah saya dari dulu," katanya.

Masih sedikitnya pengusaha mebel di Malaka pun membuat Emanuel bersyukur bisa menemukan perajin ukiran untuk usaha Mebelnya. Bahkan, ia mengaku di awal merintis mebel dirinya hanya punya satu orang pekerja untuk membuat mebel tanpa ukiran.

Lambat laun, akhirnya ia memutuskan untuk mengajukan KUR ke BRI agar perusahaan mebelnya berkembang. Emanuel yang awalnya hanya bisa mempekerjakan satu pekerja pun kini bisa mempekerjakan sembilan orang termasuk Cen.

"Tahun 2017 awalnya saya pinjam pertama itu Rp 25 juta dari KUR, lalu dua tahun selesai. Dalam jangka waktu satu tahun saya tendang, saya ambil Rp 100 lalu saya beli mobil (untuk antar mebel) seharga Rp 80 juta masih ada Rp 20 juta untuk saya putar," katanya.

"Awalnya (yang) bekerja di sini itu dari 2017 satu orang. Lalu pesanan mulai banyak, penambahan tukang lagi jadi 4 orang, naik lagi jadi 6 dan sekarang jadi 9 orang," ungkapnya.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi.

sumber;detik,com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pssstt.. Rahasia Sukses MG di Tahun Ini, Ungkap Strategi Jitu di 2023
  • Pemkot Cimahi Terima Penghargaan TOP Terpuji 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2022
  • BPBD Kota Cimahi Menggelar FGD Susunan Indeks Ketahanan Daerah
  • Bappelitbangda Kota Cimahi Selenggarakan Deseminasi Prospek Prekonomian Tahun 2023
  • Tarif Restribusi Pemakaman Di Kota Cimahi Dengan Perwal
  • Pemkot Cimahi Berikan Penghargaan Bagi Siswa Siswu Berprestasi
  • Danwingdik 300/Teknik Tutup Pendidikan Sus Instalasi Bangunan Angkatan Ke-3
  • Pemdes Lewuombanua Kembali Salurkan BLT Dana Desa
  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Diduga Tata Cara Kelola Sapi Di Rahasiakan Ke Publik
  •  
     
     
    Selasa, 14 Juni 2022 - 11:23:29 WIB
    Persemaian Rumpin, Contoh Nyata Kolaborasi Pemerintah-Swasta Atasi Perubahan Iklim
    Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:54:24 WIB
    Peralihan Pengelolaan Parkir Ritel, Dishub Pastikan Berjalan Kondusif
    Senin, 21 Juni 2021 - 18:30:57 WIB
    Dalam Rangka Pendampingan 1 Supervisi Fasilitatif KIA
    Pemkab Tapanuli Tengah Sambut Tim Pelaksana Swakelola FK USU-Kemenkes
    Senin, 29 November 2021 - 21:41:25 WIB
    Achmad Taufan Soedirjo SH MH: "Saya Prihatin dengan Laporan ini, Nanti Saya Bicarakan Sama Ketua Bid
    Rabu, 16 September 2020 - 09:47:24 WIB
    Soal Seragam Baru Satpam, KONTRAS : Bentuk Kegagalan Polisi dan Berpotensi Membingungkan Masyarakat
    Senin, 03 Januari 2022 - 19:30:21 WIB
    Pembangunan ZI, Lapas Kelas IIA Tangerang Sambangi Lapas Pemuda Tangerang
    Rabu, 17 Maret 2021 - 21:10:56 WIB
    Komisi III Tindak Lanjut 2 Ranperda Hasil Fasilitasi Kemendagri
    Jumat, 22 Mei 2020 - 16:24:18 WIB
    LAWAN COVID-19
    Plh. Bupati Bengkalis Zoom Meeting Terkait Ekonomi di Pandemi Covid-19
    Sabtu, 30 April 2022 - 15:40:14 WIB
    Kakanwil Kemenkumham Adakan Silaturahmi Dengan Kapolda Papua Barat
    Rabu, 14 Oktober 2020 - 20:02:54 WIB
    Danrem 031 WB Brigjen M.Syech Ismed Dukung Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba
    Rabu, 27 Januari 2021 - 09:22:36 WIB
    Sebanyak 171 Kg Sabu Dan Exstasi Serta Kapsul NPs Berhasil Diamankan BNN
    Rabu, 23 Desember 2020 - 08:19:41 WIB
    Plt. WALI KOTA HADIRI PERINGATAN HARI IBU KE-92 TAHUN 2020 TINGKAT KOTA CIMAHI
    Rabu, 15 Juni 2022 - 16:33:21 WIB
    Pemkot Cimahi Adakan Do'a Bersama Persiapan Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik
    Selasa, 09 Juni 2020 - 11:14:30 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Dampingi Penyaluran BLT DD Edisi Bulan Juni di BS II
    Senin, 02 Desember 2019 - 14:25:02 WIB
    BREAKING NEWS: Dewan Pers Tegaskan Tidak Ada Surat Edaran ke Pemda
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved