Kamis, 02 Desember 2021  
 
Hamzah Fansuri Sastrawan Barus Pada Masa Pembibitan Bahasa Persatuan Indonesia

Aji | Serba-Serbi
Rabu, 24 November 2021 - 09:55:05 WIB

TAPANULI TENGAH - Untuk mengenang nama besar Hamzah Fansuri, sastrawan asal Kota Tua Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah(Tapteng), Provinsi Sumatera Utara pada abad ke-16, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Papan Cerita (Storynomics) Hamzah Fansuri, Sastrawan Barus pada masa pembibitan bahasa persatuan Indonesia, bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Selasa (23/11), di kawasan jembatan Hamzah Al-Fansuri di Barus, Tapanuli Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Bakhtiar menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Fansuri di Barus yang sudah diresmikannya tahun lalu, ternyata sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Balai Bahasa, di mana karya-karya sastra Fansuri sangat dikenal oleh dunia internasional.

“Jadi ada titik temu sejarah antara nama jembatan ini dengan nama besar Fansuri. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa yang sudah melakukan penelitian dan kajian ini. Dan barang tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat Tapanuli Tengah, bahwa sastrawan pembibitan Bahasa Persatuan Indonesia yang sudah dikenal masyarakat internasional berasal dari Barus, yaitu Hamzah Fansuri. Kami berharap akan lahir tokoh-tokoh berikutnya, seperti Hamzah Fansuri dari Kabupaten Tapanuli Tengah melalui dunia sastra untuk semakin memperkenalkan Barus ini,” kata Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud Ristek, Dr Muhammad Abdul Khak menjelaskan, bahwa Hamzah Fansuri sudah menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa sastra jauh sebelum Melayu dalam arti luas menggunakan bahasa Melayu. Tentu dapat dipahami bahwa bahasa Melayu adalah pangkal dari Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

“Dari titik itulah sebenarnya kami hadir di sini untuk menyampaikan kabar kepada seluruh Bangsa Indonesia, bahwa di sini (Barus) pada abad ke-16, bahasa Melayu itu sudah digunakan yang merupakan cikal bakal Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” kata Dr Muhammad Abdul Khak.
 
Senada dengan Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Maryanto, M.Hum menambahkan bahwa sejak tahun 2001 dia bersama tim sudah melakukan penelitian dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait hal tersebut.

Disebutkannya, bahwa Bahasa Indonesia itu bermula dari lima franka, salah satunya ilmu pengetahuan. Dan salah satu tongkat ilmu pengetahuan dalam dunia sastra yang diakui di dunia internasional sebagai kalangan ahli bahasa atau sastra, adalah Fansuri.

“Fansuri merupakan perintis pemula pemodernan bahasa Melayu ketika bahasa Melayu menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Dan kita sekarang terus mengembangkan dan memetik hasilnya menjadi bahasa persatuan Indonesia. Banggalah masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah atas hal ini, dan kiranya lahir generasi-generasi berikutnya (sastrawan) dari Tapanuli Tengah ini seperti yang diharapkan Bupati Tapanuli Tengah, untuk membawa bahasa Indonesia menjadi bahasa ilmu pengetahuan di tingkat dunia maupun internasional,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa bahasa persatuan Indonesia itu mengikat Kebhinekaan. Dan kalau berbicara Kebhinekaan, itu sudah terjadi di Barus mengingat dulu interaksi berbagai suku bangsa ada di Barus. Dan itu adalah hasil pengamatan (empiris).

Dia pun tidak menampik, bahwa titik pertumbuhan bahasa Melayu menjadi bahasa, itu ada di mana-mana. Tetapi salah satu titik yang menunjukkan bahwa di Baruslah pembibitan awal nya.

“Kita tidak mengabaikan kebenaran bahwa ada titik pertumbuhan bahasa Melayu di Aceh, di Pesisir Timur, sampai ke Sabang dan Ternate. Itu adalah satu titik-titik perkumpulan bahasa dari Melayu. Tetapi pembibitan awal itu bisa kita lihat di Barus ini, yaitu melalui karya dari Fansuri yang telah diakui dunia internasional, bahwa dialah (Fansuri) perintis bahasa Melayu saat itu. Dan itu bisa dibaca dalam buku Tasawuf yang Tertindas (Kajian Heremeneutik terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri), oleh Prof Dr. Abdul Hadi W.M.” Pungkas Maryanto.

Peresmian Papan Cerita (Storynomics) Hamzah Fansuri ini turut dihadiri Dwi Sutana, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Sulawasi Utara), Dr. Muhammad Luthfie Baihaqi, Dr. Arie Andrasyah Isa, M.Hum, Dr. Eva Krisna, M. Hum. Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Darwin Sitompul, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyeni Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Willy Sahputra Silitonga, para pimpinan OPD Tapanuli Tengah, tokoh masyarakat Barus dan juga masyarakat.(Diskominfo/ JN ZAI)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Kemenkumham Selesaikan 88,40% Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK
  • Sempena HAN 2021, Nurul Islami Asal Kecamatan Kuok Terpilih Menjadi Duta Anak Kampar 2021
  • Apindo Jatim Akan Gugat UMK 2022, Tak Semua Perusahaan Mampu Membayar Kenaikan Upah
  • Walikota Sebut Sebaran Wabah Covid Masih Terkendali
  • Berikut 9 Posko Check Poin Natal dan Tahun Baru 2022 di Provinsi Riau
  • Presiden Jokowi Lantik Anggota Komisi Nasional Disabilitas, Ini Daftar Namanya
  • Ahok Beberkan Borok BUMN ke Publik, Stafsus Menteri BUMN Geram
  • Jelang Hari Armada, Danlanal Cirebon Bersama Ketua Jalasenastri Cabang 8 Korcab III DJA I, Sambangi
  • Sekda Pekanbaru Ajak Perangi Perdagangan Orang
  •  
     
     
    Sabtu, 17 Juli 2021 - 21:32:46 WIB
    Kinerja PPK PUPR Nias Utara Diduga Tidak Profesional.
    Sabtu, 07 November 2020 - 19:53:00 WIB
    Bansos Tunai Rp 300.000 Cair pada Bulan November, Begini Cara Mengeceknya
    Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:06:11 WIB
    34 Unit Rumah Dibangun Dalam Kegiatan Opster TNI Kodim 1806/Teluk Bintuni
    Sabtu, 27 Juni 2020 - 19:20:16 WIB
    Petani Jalan Kaki Ke Jakarta Bupati Serdang Bedagai Sediakan Tempat Istirahat
    Minggu, 01 November 2020 - 05:57:06 WIB
    Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Perancis, Ini Pernyataan Lengkapnya
    Sabtu, 18 Juli 2020 - 08:45:59 WIB
    SK BPN Timbulkan Polemik Ke Masyarakat
    LAMR Kuansing Akan Seret PT DPN Ke PTUN
    Kamis, 25 Februari 2021 - 14:37:08 WIB
    Abdul Wahid,S.Pdi Dukung Nasaruddin Pimpin KNPI Riau
    Kamis, 23 September 2021 - 11:50:27 WIB
    KALAPAS GARUT : “BUKA MATA HATI DAN PIKIRAN, UNTUK MENERIMA KEBAIKAN”
    Kamis, 30 April 2020 - 22:41:54 WIB
    LAWAN COVID-19
    Kawal Anggaran Penanggulangan Covid-19, Pemkab Meranti Minta Pendampingan Jaksa dan Polisi
    Jumat, 19 Maret 2021 - 07:27:49 WIB
    DPRD Jabar Apresiasi pengukuhan KPPI Jabar sebagai sarana Politik perempuan
    Jumat, 19 Februari 2021 - 17:32:02 WIB
    Kapolri Tindak Tegas Anggota yang Terlibat Narkoba
    Minggu, 31 Mei 2020 - 00:33:32 WIB
    EKONOMI DIGITAL
    Ratusan Pelaku Usaha 11 Yurisdiksi Ikuti Webinar Sosialisasi Pajak Digital
    Selasa, 20 April 2021 - 23:03:03 WIB
    Terkait Penyelenggara Kampung Tangguh, AKP Buala Harefa, SH.MH. Terima Penghargaan
    Sabtu, 05 Juni 2021 - 15:56:01 WIB
    Tak Perlu Ribet Kini Urus Paspor Bisa Sehari Jadi, Pakai Sameday Passport Services
    Kamis, 24 September 2020 - 00:12:41 WIB
    Stres Akut, Penyebab 'Ingin' Tularkan Corona pada Orang Lain
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved