Jum'at, 27 Mei 2022  
 
Hamzah Fansuri Sastrawan Barus Pada Masa Pembibitan Bahasa Persatuan Indonesia

Aji | Serba-Serbi
Rabu, 24 November 2021 - 09:55:05 WIB

TAPANULI TENGAH - Untuk mengenang nama besar Hamzah Fansuri, sastrawan asal Kota Tua Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah(Tapteng), Provinsi Sumatera Utara pada abad ke-16, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Papan Cerita (Storynomics) Hamzah Fansuri, Sastrawan Barus pada masa pembibitan bahasa persatuan Indonesia, bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Selasa (23/11), di kawasan jembatan Hamzah Al-Fansuri di Barus, Tapanuli Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Bakhtiar menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Fansuri di Barus yang sudah diresmikannya tahun lalu, ternyata sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Balai Bahasa, di mana karya-karya sastra Fansuri sangat dikenal oleh dunia internasional.

“Jadi ada titik temu sejarah antara nama jembatan ini dengan nama besar Fansuri. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa yang sudah melakukan penelitian dan kajian ini. Dan barang tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat Tapanuli Tengah, bahwa sastrawan pembibitan Bahasa Persatuan Indonesia yang sudah dikenal masyarakat internasional berasal dari Barus, yaitu Hamzah Fansuri. Kami berharap akan lahir tokoh-tokoh berikutnya, seperti Hamzah Fansuri dari Kabupaten Tapanuli Tengah melalui dunia sastra untuk semakin memperkenalkan Barus ini,” kata Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud Ristek, Dr Muhammad Abdul Khak menjelaskan, bahwa Hamzah Fansuri sudah menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa sastra jauh sebelum Melayu dalam arti luas menggunakan bahasa Melayu. Tentu dapat dipahami bahwa bahasa Melayu adalah pangkal dari Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

“Dari titik itulah sebenarnya kami hadir di sini untuk menyampaikan kabar kepada seluruh Bangsa Indonesia, bahwa di sini (Barus) pada abad ke-16, bahasa Melayu itu sudah digunakan yang merupakan cikal bakal Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” kata Dr Muhammad Abdul Khak.
 
Senada dengan Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Maryanto, M.Hum menambahkan bahwa sejak tahun 2001 dia bersama tim sudah melakukan penelitian dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait hal tersebut.

Disebutkannya, bahwa Bahasa Indonesia itu bermula dari lima franka, salah satunya ilmu pengetahuan. Dan salah satu tongkat ilmu pengetahuan dalam dunia sastra yang diakui di dunia internasional sebagai kalangan ahli bahasa atau sastra, adalah Fansuri.

“Fansuri merupakan perintis pemula pemodernan bahasa Melayu ketika bahasa Melayu menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Dan kita sekarang terus mengembangkan dan memetik hasilnya menjadi bahasa persatuan Indonesia. Banggalah masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah atas hal ini, dan kiranya lahir generasi-generasi berikutnya (sastrawan) dari Tapanuli Tengah ini seperti yang diharapkan Bupati Tapanuli Tengah, untuk membawa bahasa Indonesia menjadi bahasa ilmu pengetahuan di tingkat dunia maupun internasional,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa bahasa persatuan Indonesia itu mengikat Kebhinekaan. Dan kalau berbicara Kebhinekaan, itu sudah terjadi di Barus mengingat dulu interaksi berbagai suku bangsa ada di Barus. Dan itu adalah hasil pengamatan (empiris).

Dia pun tidak menampik, bahwa titik pertumbuhan bahasa Melayu menjadi bahasa, itu ada di mana-mana. Tetapi salah satu titik yang menunjukkan bahwa di Baruslah pembibitan awal nya.

“Kita tidak mengabaikan kebenaran bahwa ada titik pertumbuhan bahasa Melayu di Aceh, di Pesisir Timur, sampai ke Sabang dan Ternate. Itu adalah satu titik-titik perkumpulan bahasa dari Melayu. Tetapi pembibitan awal itu bisa kita lihat di Barus ini, yaitu melalui karya dari Fansuri yang telah diakui dunia internasional, bahwa dialah (Fansuri) perintis bahasa Melayu saat itu. Dan itu bisa dibaca dalam buku Tasawuf yang Tertindas (Kajian Heremeneutik terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri), oleh Prof Dr. Abdul Hadi W.M.” Pungkas Maryanto.

Peresmian Papan Cerita (Storynomics) Hamzah Fansuri ini turut dihadiri Dwi Sutana, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Sulawasi Utara), Dr. Muhammad Luthfie Baihaqi, Dr. Arie Andrasyah Isa, M.Hum, Dr. Eva Krisna, M. Hum. Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Darwin Sitompul, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyeni Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Willy Sahputra Silitonga, para pimpinan OPD Tapanuli Tengah, tokoh masyarakat Barus dan juga masyarakat.(Diskominfo/ JN ZAI)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Koramil Karangsembung, Bantu Pembersihan Pasca Bencana Banjir
  • Skadik 301 Membuka Pendidikan Suspa Lambangja A-45
  • Kasus Peristiwa Tindak Pidana di Apartemen Grand Center Point, Vonis Tertunda Hingga 4 Kali Sidang ?
  • Kunjungi Rumah Senior PDI P Riau, Menteri PAN RB Diskusi Soal Isu Lokal dan Nasional
  • Pesan Danlanud S Sukani Saat Pimpin Apel Pagi Di Lanud S Sukani
  • Pemerintah Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei 2022
  • Gubernur Riau Berharap Sertifikat BRK Syariah Diserahkan Langsung Kepala OJK
  • Bupati Bengkalis Terima Kunker Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI
  • PDSI Tegaskan Dokter Terawan Sudah Tinggalkan IDI
  •  
     
     
    Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:51:10 WIB
    Freddy Widjaya: Sepertiga Harta Eka Tjipta Rp 737 Triliun Adalah Milik Kami Anak-anak di Luar Nikah
    Selasa, 07 Juli 2020 - 12:42:39 WIB
    Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Raperda dan RPP , DPRD Apresiasi Kinerja Pemkab Kampar
    Rabu, 02 Desember 2020 - 19:51:44 WIB
    Kasdim 0609: Linmas Harus Tau Setiap Kejadian di Wilayahnya
    Minggu, 20 Desember 2020 - 18:51:56 WIB
    Sukses, Pra Launching dan Diskusi Publik MBH
    Jumat, 31 Januari 2020 - 11:46:36 WIB
    Virus Corona
    KSPSI MINTA KEMENAKER AWASI TKA ASAL CHINA CEGAH VIRUS CORONA
    Jumat, 29 Januari 2021 - 15:58:07 WIB
    Sinergis TNI-Polri, Bantu Warga Korban Bencana di Pandeglang
    Senin, 29 November 2021 - 10:45:37 WIB
    Imigran Asing di Pekanbaru Akan Disuntik Vaksin Gotong Royong
    Minggu, 30 Mei 2021 - 23:02:41 WIB
    Ketemu Wanita Ini Kasih Tahu Bang Ucok, Anda Dapat 150 Juta
    Minggu, 27 September 2020 - 22:13:47 WIB
    Koeman: Saya Seperti Penjahat di Film Suarez
    Rabu, 23 Desember 2020 - 15:28:45 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Hadiri Penyaluran BLT di Desa Binaan
    Kamis, 28 November 2019 - 16:17:31 WIB
    Terduga Korupsi dan Pencucian Uang
    Kediaman DH Pengusaha Besar Riau di Geledah, Ini Kronologinya
    Senin, 04 Januari 2021 - 18:33:00 WIB
    Kembali Aktif,
    Gubri Beri Arahan Pelaksanaan APBD 2021 Secara Virtual
    Minggu, 29 November 2020 - 10:03:06 WIB
    Senat Akademik Unpad akan Ajukan Empat Anggota MWA Unpad Terpilih ke Mendikbud
    Jumat, 25 Juni 2021 - 11:34:05 WIB
    Dibongkar Kapolda, Mantan Calon Walikota Siantar dan Oknum TNI yang Menembak Mati Marsal
    Senin, 09 November 2020 - 13:09:46 WIB
    LAWAN COVID-19
    Camat dan Babinsa Pos Namohalu Esiwa Membentuk Satuan Petugas Penanganan Covid-19 Tingkat Kecamatan
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved