Minggu, 14 08 2022  
 
HUKUM MATI MAFIA TANAH !!!

Zir | Serba-Serbi
Sabtu, 08 Januari 2022 - 09:18:08 WIB

maf8122
TERKAIT:
   
 
Jakarta, Jum'at.
DPP. GERAKAN PENGAWAL  SUPREMASI HUKUM (DPP. GPSH) setuju HUKUMAN MATI ditetapkan bukan saja bagi para kawanan pencuri berdasi tapi juga untuk  pelaku dan  Otak Mafia Tanah. Karena perbuatan mafia mafia tanah ini bukan saja telah MERAMPAS YANG BUKAN MILIKNYA SEPERTI TANAH SEHINGGA MEMBUAT PEMILIK MENJADI SENGSARA" tetapi juga telah melanggar HAK AZASI MANUSIA (HAM) masyarakat pemilik tanah yang sah.

Beberapa bulan sebelumnya DPP. GPSH juga telah mengeluarkan persetujuannya yang dimuat dibeberapa media (28/10/2021) agar Para KAWANAN PENCURI berdasi / Koruptor yang divonis di atas 5 (lima) tahun bisa dapat dikenakan hukuman mati.

Menurut Ketua umum DPP GPSH H.M.Ismail, SH, MH, pihaknya sangat berkepentingan untuk melawan ulah para kawanan penjarahan  tanah atau mafia tanah ini. Sejak Presiden RI Joko Widodo mencanangkan Pemberantasan MAFIA TANAH di seluruh wilayah hukum NKRI hingga saat ini DPP GPSH meskipun tidak diminta berani maju menyatakan pertama kali mendukung dan tetap konsekuen terhadap keinginan Presiden RI ( Ir JOKO WIDODO ). 

"Apa jadinya nanti ratusan korban ulah mafia mafia tanah yang telah mengadu ke DPP. GPSH jika kami tidak konsekuen dan terus setia membela dan dampingi para korban ini. Seluruh jajaran DPP. GPSH sudah saya tekankan untuk tetap pertahankan komitmen bela terus hak hak para korban. Karena diantara para korban ini ada yang telah mati karena ditekan dan diteror kawanan mafia tanah," tegas H.M.Ismail, SH, MH yang didampingi Penasehat DPP. GPSH H. Makmur  Sodiqin Sabtu (8/1/2022) di Jakarta.

Sampai saat ini DPP. GPSH telah menerima sekitar 161 (seratus enam puluh satu) pengaduan korban korban mafia tanah. Pengaduan yang masuk via Telp/WA No. 0852.1547.5999  & E-mail : ismaillawfirm09@gmail.com saat ini sebagian sudah selesai diverifikasi dan siap action. Mereka yang datang mengadu kebanyakan sudah habis habisan dibohongi para kaki tangan kawanan penjarahan tanah. Mereka rata rata sudah habis kesabarannya. Mereka sudah jenuh dizolimi.

Oleh karena itu katanya mafia mafia tanah ini layak dikenakan hukuman mati. Karena konspirasi mafia tanah ini telah membelenggu dan menjerat oknum oknum Penegak Hukum dan ASN terkait pengesahan legalitas kepemilikan tanah. Jika pembuat legalitas tanah dan para penegak hukumnya sudah mengikuti nafsu kawanan Para penjarah alias mafia tanah maka kebingungan dan kemarahan rakyat akan memuncak. Wajar saja jika pembuat legalitas tanah dan oknum oknum penegak hukum yang terbukti terlibat mafia tanah divonis hukuman tambahan alias HUKUMAN SAMPAI MATI. 

( Rls/ Yanwar)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pemkot Cimahi Mulai Revitalisasi Stadion Sangkuriang
  • Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Cimahi Sempurnakan Aplikasi SIDAKEPtri Dengan Fitur e-SKILL UP
  • Danseskoau: Hadapi Spektrum Ancaman, Transformasi Pertahanan Harus Terus Dilanjutkan
  • Penopang Jembatan Cigereuh Kab. Bandung Rusak, Komisi IV DPRD Jabar Respon Rencana Perbaikan
  • Komisi V Dorong Angggaran Perbaikan Untuk Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia
  • Jokowi ke Petani: Rawat Kelapa Genjah, Nanti Saya Cek Lagi
  • Delegasi Pekanbaru Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi 2022 di Padang
  • Heboh!, Penemuan Mayat di Bagasi Alphard
  • JPU Sebut M Kece Selalu Ingat Seumur Hidup Wajahnya Dilumuri Kotoran oleh Napoleon
  •  
     
     
    Jumat, 15 Mei 2020 - 10:20:33 WIB
    Mampu Mewujudkan Harapan Masyarakat
    Pemkab. Meranti Dan Managemen PT. EMP Gelar Rakor Buka Isolasi
    Senin, 11 Juli 2022 - 07:55:43 WIB
    Sefianus Zai Minta Kapolri Mencopot Pimpinan Kesatuan Polisi Bila Anggotanya Terlibat Narkoba
    Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:54:03 WIB
    Masih Maraknya Pembalakan Liar
    Polda Riau Minta BBKSDA Proaktif Menjaga Jaga Hutan Lindung
    Jumat, 11 Maret 2022 - 20:25:05 WIB
    Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Terima Kunjungan Studi Tiru Bapas Kelas II Ciangir
    Senin, 12 Oktober 2020 - 18:43:59 WIB
    Korupsi Bakamla, KPK Eksekusi Penyuap Fayakhun ke Lapas Cipinang
    Selasa, 16 Juni 2020 - 10:06:50 WIB
    TERKAIT PENGADAAN AMBULANCE
    Komisi II DPRD Kampar Gelar RDP Bersama Lima Puluh Kepala Desa
    Rabu, 09 Februari 2022 - 08:44:50 WIB
    Hari Jadi Kabupaten Kampar ke 72 Tahun 2022, DPRD Kampar Gelar Sidang Paripurna
    Jumat, 21 Agustus 2020 - 11:44:54 WIB
    IWO Sulsel Desak Polisi Usut Kasus Pembunuhan Wartawan di Sulbar
    Minggu, 01 Maret 2020 - 11:16:50 WIB
    AKBP Indra Duaman Siahaan Menjalin Silahturami Dengan Awak Media
    Kapolres INHIL Jalin Sinergitas Bersama IWO dan Insan Pers
    Senin, 16 Maret 2020 - 23:39:24 WIB
    Rapat Koordinasi Bersama Upaya Penanggulangan Penyebaran Covid 19 di Provinsi Riau
    Bupati Kampar Hadiri Rakor Terkait Penanggulangan Corona Bersama Gubri
    Selasa, 21 September 2021 - 08:06:46 WIB
    Pemprov Riau Akan Terus Berikan Dukungan Penuh Untuk Atlet Riau ke Papua
    Senin, 09 Mei 2022 - 19:40:37 WIB
    Tokoh dan Pimpinan Organisasi Gerejawi Jabar Bersatu Dukung penuh Pdt. Sugiat, M.Th Jadi Pembimas Kr
    Jumat, 13 November 2020 - 12:05:35 WIB
    LAWAN COVID-19
    Danramil 07 Nias bersama dengan Tim Satgas Virus C-19, Melaksankan Operasi Penegakkan Displin
    Rabu, 06 Mei 2020 - 08:37:02 WIB
    DAMPAK PANDEMI COVID-19
    Perpu Terkait Penundaan Pelaksanaan Sisa Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Resmi Diterbitkan
    Kamis, 30 Januari 2020 - 19:36:09 WIB
    Kementerian PUPR Terus Dorong Peningkatan Peran Kontraktor Swasta Nasional Menengah dan Kecil
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved